Mengapa Daftar Kerja Perlu BI Checking? Skor Kolektibilitas Jadi Pertimbangan

Rifan Aditya

Rabu, 23 Agustus 2023 | 14:46 WIB
Mengapa Daftar Kerja Perlu BI Checking? Skor Kolektibilitas Jadi Pertimbangan
Cara Chek BI Checking Via HP (Pexels) - Mengapa Daftar Kerja Perlu BI Checking?

Suara.com - BI Checking menjadi salah satu cara untuk melihat apakah calon pegawai layak untuk bekerja di sebuah perusahaan atau tidak. Tidak hanya itu saja alasan mengapa daftar kerja perlu BI Checking. Alasan lainnya akan terungkap di artikel ini. 

Alasan mengapa daftar kerja perlu BI Checking adalah karena dengan BI Checking, perusahaan dapat melihat tanggung jawab dari setiap pegawai. Jika dia pernah mengajukan kredit, akan tampak riwayat pembayaran kredit.

Selain itu, perusahaan membatasi orang-orang yang bekerja dengan memiliki banyak masalah keuangan. Terutama perusahaan yang bergerak di bidang keuangan, dikhawatirkan seseorang yang mengalami banyak masalah keuangan seperti terlilit utang akan melakukan korupsi.

Setiap perusahaan tidak melarang siapapun untuk memiliki hutang, tetapi rasa tanggung jawab di sini lebih ditekankan, mereka dapat melunasi utang dengan baik atau sering terlambat. Keterlambatan menandakan banyak hal, seperti calon pegawai memang kurang bertanggung jawab atau ada masalah-masalah keuangan lain yang menghalanginya untuk membayar cicilan tepat waktu.

Alasan penting mengapa daftar kerja perlu BI Checking adalah agar perusahaan dapat melihat nilai integritas dan tanggung jawab seseorang. Jika calon pegawai menunjukkan tidak terlibat dalam masalah utang piutang atau skor BI Checking bagus yang menunjukkan dapat membayar tepat waktu pinjamannya.

Itu berarti integritas dan tanggung jawab calon pegawai tersebut bagus. Ini bisa menjadi sebuah pertimbangan positif sebuah perusahaan untuk menerima seseorang bekerja bersama mereka.

Skor BI Checking

Untuk diketahui, skor BI Checking yang dianggap paling aman adalah yang dapat menunjukkan kolektibilitas 1. Sedangkan skor BI Checking terdiri dari kolektibilitas 1 sampai 5. Berikut keterangannya.

  • Kolektibilitas 1, artinya kredit lancar 
    Seseorang memiliki perkembangan kredit yang baik, tidak ada tunggakan dan dibayarkan sesuai dengan persyaratan kredit dan jumlah yang tepat. 
  • Kolektibilitas 2, artinya dalam perhatian khusus 
    Seseorang pernah mengalami ketertundaan bayar cicilan pinjaman kreditnya dalam kurun waktu 1-90 hari, tetapi setelah itu berjalan lancar. 
  • Kolektibilitas 3, artinya kurang lancar 
    Seseorang mengalami kesulitan melakukan pembayaran cicilan sampai mengalami keterlambatan antara 91-120 hari.
  • Kolektibilitas 4, artinya Diragukan
    Seseorang mengalami keterlambatan pembayaran pokok dan juga bunga hingga 121-180 hari.
  • Kolektibilitas 5, artinya macet
    Seseorang tidak membayar kembali bunga dan nilai pokok pinjamannya dalam waktu sudah lebih 180 hari, praktisnya dapat disebut tidak dapat membayar pinjaman. 

Demikian itu penjelasan mengapa daftar kerja perlu BI Checking. Semoga dapat dipahami.

baca juga

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Cek BI Checking atau SLIK OJK, Ketahui Jejak Kredit Secara Online

Cara Cek BI Checking atau SLIK OJK, Ketahui Jejak Kredit Secara Online

Bisnis | Rabu, 23 Agustus 2023 | 14:31 WIB

Emiten Resto Gokana (ENAK) Tarik Utang Rp375 Miliar dari BCA

Emiten Resto Gokana (ENAK) Tarik Utang Rp375 Miliar dari BCA

Bisnis | Selasa, 22 Agustus 2023 | 15:15 WIB

Cara Mengecek BI Checking Lewat HP, Berikut Skor yang Masuk Daftar Blacklist

Cara Mengecek BI Checking Lewat HP, Berikut Skor yang Masuk Daftar Blacklist

Sumut | Selasa, 22 Agustus 2023 | 07:05 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×