Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Kerugian Kebakaran Bromo Akibat 'Prewedding' Capai Belasan Miliar, Siapa Tanggung Jawab?

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 12 September 2023 | 16:51 WIB
Kerugian Kebakaran Bromo Akibat 'Prewedding' Capai Belasan Miliar, Siapa Tanggung Jawab?
Sejumlah petugas bersiaga di Pos Jemplang, Malang, Jawa Timur, Sabtu (9/9/2023). [ANTARA FOTO/Muhammad Mada/Spt]

Suara.com - Penyelidikan atas kasus kebakaran savana Gunung Bromo akibat foto prewedding yang menggunakan flare atau suar terus berlanjut. Manajer Wedding Organazier berinisial AW (41) ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp1,5 miliar. Namun, apakah denda itu sepadan jika dibandingkan dengan total kerugian akibat kebakaran Gunung Bromo?

Melansir Antara, sebagai destinasi wisata nasional Gunung Bromo dikunjungi 310.418 wisatawan lokal dan 8.501 wisatawan mancanegara sepanjang 2022.

Total Pendapatan Nasional Bukan Pajak (PNBP) dari sektor ini mencapai Rp11,65 miliar. Kerugian tersebut belum termasuk 50 hektare kawasan konservasi yang rusak, hilangnya habitat flora dan fauna, serta rusaknya pipa yang mengalirkan sumber air ke permukiman warga sekitar. Jika dikalkulasikan, kerugian ini jauh di atas denda yang dikenakan. 

Walau demikian, kemungkinan jumlah tersangka kebakaran savana Bromo masih bisa bertambah. Polisi telah mengamankan 6 oknum yang dituding sebagai biang kerok kebakaran, salah satunya adalah AW yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sisanya sepasang calon pengantin dan tiga staf WO sebagai saksi. Keenamnya telah dibawa ke Polsek Sukapura.

Foto prewedding yang bikin Savana Bromo kebakaran. (Twitter/@kevinpramudya_)
Foto prewedding yang bikin Savana Bromo kebakaran. (Twitter/@kevinpramudya_)

Sebelumnya, Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardana mengungkap bagaimana sebatang flare kecil bisa memicu kebakaran Gunung Bromo terjadi pada Rabu (6/9/2023). Wisnu menerangkan bahwa saat kejadian, ada enam pengunjung masuk ke kawasan Gunung Bromo untuk melakukan sesi foto prewedding. Mereka membawa suar sebagai dekorasi untuk konsep sesi foto itu. Lima suar dinyalakan untuk menimbulkan efek estetik.

Namun bukan efek indah yang didapatkan, melainkan percikan flare yang meletup dan membesar menjadi kobaran api. Wisnu di Polres Probolinggo, Kamis (7/9/2023) mengungkap bahwa flare yang dibawa oleh Tim Wedding Organizer yang tengah disewa oleh calon pengantin asal Surabaya tersebut mengalami malafungsi alias gagal saat dinyalakan.

Flare yang dinyalakan menghasilkan letupan sehingga merambat ke hamparan savana hingga api perlahan membesar. Lantaran menelurkan ide menyalakan suar di tengah savana Gunung Bromo, sosok  AW (41), manajer wedding organizer atau WO asal Lumajang ditetapkan menjadi tersangka kebakaran.

"Ada 6 orang yang kami amankan (di kasus kebakaran Gunung Bromo). Satu di antaranya inisial AW, 41 tahun, warga Lumajang, manajer Wedding Organizer sebagai tersangka," lanjut Wisnu.

Untuk diketahui, Kepala Pusat Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengatakan bahwa denda yang dikenakan kepada pelaku kebakaran hutan kurang jika dibandingkan dengan biaya total operasi pemadaman menggunakan helikopter water bombing.

Dia menjelaskan bahwa biaya operasi helikopter water bombing mencapai 1,5 miliar rupiah. Untuk satu kali aksi pemadaman dengan water bombing, biayanya lebih dari Rp 200 juta rupiah.

Kebakaran hutan di Bromo tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi, tetapi juga ekologi. Secara ekonomi, kebakaran yang masih berlangsung sampai sekarang telah menyebar ke wilayah Kabupaten Malang dan Pasuruan.

Ini berarti diperlukan lebih banyak biaya operasional untuk memadamkan api. Selain itu, kebakaran ini juga merusak pipa air yang menyuplai air ke 6 desa di sekitar area yang terbakar.

Para pedagang dan pengelola wisata di wilayah tersebut juga tidak bisa beroperasi karena wilayah Bromo ditutup sementara waktu.

Masalah ekologi juga menjadi salah satu faktor yang paling dirugikan dalam kebakaran hutan ini. Menurut Kepala Pusat Data BNPB, kerusakan ekologi akibat kebakaran ini memerlukan waktu yang lama untuk dipulihkan.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lihat Penampakan Bromo Masih Terbakar, Publik Minta Pengantin Pembawa Flare Jadi Relawan

Lihat Penampakan Bromo Masih Terbakar, Publik Minta Pengantin Pembawa Flare Jadi Relawan

Jatim | Selasa, 12 September 2023 | 16:16 WIB

Viral Pemandangan Savana Bromo Sebelum dan Sesudah Terbakar, dari Cantik Alami Jadi Hitam Legam

Viral Pemandangan Savana Bromo Sebelum dan Sesudah Terbakar, dari Cantik Alami Jadi Hitam Legam

Malang | Selasa, 12 September 2023 | 14:39 WIB

Weton Pasangan Pengantin yang Bikin Kebakaran Bromo Bikin Penasaran, Netizen: Dari Belum Nikah Aja Udah Bala Banget

Weton Pasangan Pengantin yang Bikin Kebakaran Bromo Bikin Penasaran, Netizen: Dari Belum Nikah Aja Udah Bala Banget

Jatim | Selasa, 12 September 2023 | 13:55 WIB

Biodata dan Agama Pratiwi Mandala Putri, Diduga Calon Pengantin Wanita yang Picu Kebakaran di Gunung Bromo

Biodata dan Agama Pratiwi Mandala Putri, Diduga Calon Pengantin Wanita yang Picu Kebakaran di Gunung Bromo

Entertainment | Selasa, 12 September 2023 | 14:20 WIB

6 Hari Api Berkobar, Apakah Kebakaran Bromo Sudah Padam?

6 Hari Api Berkobar, Apakah Kebakaran Bromo Sudah Padam?

News | Selasa, 12 September 2023 | 13:16 WIB

Nama Calon Pengantin Pemicu Kebakaran di Bromo Terungkap, Publik: Harusnya Jadi Tersangka!

Nama Calon Pengantin Pemicu Kebakaran di Bromo Terungkap, Publik: Harusnya Jadi Tersangka!

Entertainment | Selasa, 12 September 2023 | 12:46 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB