Toshiba Umumkan Hengkang dari Pasar Saham Jepang

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 21 September 2023 | 15:21 WIB
Toshiba Umumkan Hengkang dari Pasar Saham Jepang
Ilustrasi Toshiba (Istimewa)

Suara.com - Toshiba yang merupakan salah satu perusahaan Jepang tertua dan terbesar akan keluar dari pasar modal setelah berkecimpung selama 74 tahun terakhir.

Seperti dilansir BBC News, Kamis (21/9/2023), sebuah konsorsium yang dipimpin perusahaan ekuitas Japan Industrial Partners (JIP) telah membeli 78,65 persen saham Toshiba.

Dengan menguasai lebih dari dua pertiga saham Toshiba, JIP dapat merampungkan kesepakatan senilai US$14 miliar untuk membuat Toshiba menjadi sebuah perusahaan tertutup. Toshiba dapat sepenuhnya keluar dari pasar modal mulai akhir tahun ini.

Saham Toshiba mulai diperdagangkan sejak Mei 1949 setelah Bursa Efek Tokyo kembali dibuka seusai Perang Dunia II.

Saham Toshiba naik 0,2 persen pada Kamis menjadi 4.606 yen per saham.

Toshiba adalah simbol pemulihan ekonomi Jepang dan industri teknologinya. Pada 1985, Toshiba meluncurkan apa yang mereka deskripsikan sebagai "komputer laptop pasar massal pertama di dunia.Namun, perusahaan berbasis di Tokyo ini menghadapi sejumlah masalah besar dalam beberapa tahun terakhir.

"Bencana Toshiba adalah akibat dari tata kelola perusahaan yang tidak memadai di puncak hierarki," kata Gerhard Fasol, Chief Executive of Eurotechnology Japan, sebuah firma konsultasi bisnis, kepada BBC.

Pada tahun 2015, Toshiba mengakui memoles laporan laba lebih dari US$1 miliar selama enam tahun dan membayar denda sebesar 7,37 miliar yen (US $47 juta). Ini adalah jumlah yang terbesar dalam sejarah Jepang saat itu.

Dua tahun kemudian, perusahaan tersebut mengungkapkan kerugian besar di bisnis pembangkit listrik tenaga nuklir AS-nya, Westinghouse, dengan mencatatkan kerugian sebesar 700 miliar yen.Untuk menghindari kebangkrutan, Toshiba lantas menjual bisnis chip memori pada tahun 2018, yang dianggap sebagai aset berharga dalam portofolio perusahaan.

baca juga

Sejak saat itu, Toshiba telah menerima beberapa tawaran pengambilalihan, termasuk satu dari kelompok ekuitas swasta Inggris, CVC Capital Partners, pada tahun 2021. Namun tawaran itu ditolak. Tahun itu juga, Toshiba ternyata ditemukan berkolusi dengan pemerintah Jepang untuk menekan kepentingan investor asing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bursa Efek Indonesia Buka Lowongan Kerja Besar-besaran, Minat Kamu?

Bursa Efek Indonesia Buka Lowongan Kerja Besar-besaran, Minat Kamu?

Bisnis | Selasa, 12 September 2023 | 12:34 WIB

Investor Asing 'Gondol' Rp20 Triliun Duit dari Pasar Modal

Investor Asing 'Gondol' Rp20 Triliun Duit dari Pasar Modal

Bisnis | Selasa, 05 September 2023 | 18:32 WIB

Saham Sektor Ini Bikin Cuan, OJK Buktikan Datanya

Saham Sektor Ini Bikin Cuan, OJK Buktikan Datanya

Bisnis | Selasa, 05 September 2023 | 17:20 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×