Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Toshiba Umumkan Hengkang dari Pasar Saham Jepang

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 21 September 2023 | 15:21 WIB
Toshiba Umumkan Hengkang dari Pasar Saham Jepang
Ilustrasi Toshiba (Istimewa)

Suara.com - Toshiba yang merupakan salah satu perusahaan Jepang tertua dan terbesar akan keluar dari pasar modal setelah berkecimpung selama 74 tahun terakhir.

Seperti dilansir BBC News, Kamis (21/9/2023), sebuah konsorsium yang dipimpin perusahaan ekuitas Japan Industrial Partners (JIP) telah membeli 78,65 persen saham Toshiba.

Dengan menguasai lebih dari dua pertiga saham Toshiba, JIP dapat merampungkan kesepakatan senilai US$14 miliar untuk membuat Toshiba menjadi sebuah perusahaan tertutup. Toshiba dapat sepenuhnya keluar dari pasar modal mulai akhir tahun ini.

Saham Toshiba mulai diperdagangkan sejak Mei 1949 setelah Bursa Efek Tokyo kembali dibuka seusai Perang Dunia II.

Saham Toshiba naik 0,2 persen pada Kamis menjadi 4.606 yen per saham.

Toshiba adalah simbol pemulihan ekonomi Jepang dan industri teknologinya. Pada 1985, Toshiba meluncurkan apa yang mereka deskripsikan sebagai "komputer laptop pasar massal pertama di dunia.Namun, perusahaan berbasis di Tokyo ini menghadapi sejumlah masalah besar dalam beberapa tahun terakhir.

"Bencana Toshiba adalah akibat dari tata kelola perusahaan yang tidak memadai di puncak hierarki," kata Gerhard Fasol, Chief Executive of Eurotechnology Japan, sebuah firma konsultasi bisnis, kepada BBC.

Pada tahun 2015, Toshiba mengakui memoles laporan laba lebih dari US$1 miliar selama enam tahun dan membayar denda sebesar 7,37 miliar yen (US $47 juta). Ini adalah jumlah yang terbesar dalam sejarah Jepang saat itu.

Dua tahun kemudian, perusahaan tersebut mengungkapkan kerugian besar di bisnis pembangkit listrik tenaga nuklir AS-nya, Westinghouse, dengan mencatatkan kerugian sebesar 700 miliar yen.Untuk menghindari kebangkrutan, Toshiba lantas menjual bisnis chip memori pada tahun 2018, yang dianggap sebagai aset berharga dalam portofolio perusahaan.

baca juga

Sejak saat itu, Toshiba telah menerima beberapa tawaran pengambilalihan, termasuk satu dari kelompok ekuitas swasta Inggris, CVC Capital Partners, pada tahun 2021. Namun tawaran itu ditolak. Tahun itu juga, Toshiba ternyata ditemukan berkolusi dengan pemerintah Jepang untuk menekan kepentingan investor asing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bursa Efek Indonesia Buka Lowongan Kerja Besar-besaran, Minat Kamu?

Bursa Efek Indonesia Buka Lowongan Kerja Besar-besaran, Minat Kamu?

Bisnis | Selasa, 12 September 2023 | 12:34 WIB

Investor Asing 'Gondol' Rp20 Triliun Duit dari Pasar Modal

Investor Asing 'Gondol' Rp20 Triliun Duit dari Pasar Modal

Bisnis | Selasa, 05 September 2023 | 18:32 WIB

Saham Sektor Ini Bikin Cuan, OJK Buktikan Datanya

Saham Sektor Ini Bikin Cuan, OJK Buktikan Datanya

Bisnis | Selasa, 05 September 2023 | 17:20 WIB

Terkini

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:10 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:29 WIB

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:20 WIB

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:13 WIB

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB