Hanya Kendaraan Ramah Lingkungan, Alphard Hingga Avanza Dilarang Wara-Wiri di IKN

Achmad Fauzi

Rabu, 27 September 2023 | 10:35 WIB
Hanya Kendaraan Ramah Lingkungan, Alphard Hingga Avanza Dilarang Wara-Wiri di IKN
Kepala Otorita IKN Bambang Susantono (Instagram/@bambangsusantono)

Suara.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bakal melarang kendaraan yang masih berbahan bakar minyak (BBM) di IKN. Nantinya, semua kendaraan yang wara-wiri di IKN berbahan bakar ramah lingkungan, seperti listrik atau hidroden.

"Semuanya kita pakai kendaraan yang ramah lingkungan, apakah itu listrik atau hidrogen dan sebagainya," ujar Kepala OIKN Bambang Susantono di Jakarta, yang dikutip, Rabu (27/9/2023).

Penggunaan kendaraan ramah lingkungan ini, jelas Bambang, karena adanya target IKN menjadi kota nol emisi karbon pada 2030. Rencananya OIKN ingin memasukkan target tersebut dalam komitmen pengurangan emisi lokal atau local determined comitment (LDC).

Bambang melanjutkan, LDC itu akan diluncurkan dalam ajang Konferensi Perubahan Iklim PBB atau COP 28 di Dubai, Uni Emirat Arab pada akhir tahun 2023 ini.

Dalam LDC itu memuat peta jalan dan cetak biru IKN terkait target-target pengurangan emisi dalam melawan perubahan iklim.

"Kami akan menjadi yang pertama di Indonesia, dan salah satu Ibu Kota pertama di dunia yang meluncurkan LDC, karena enggak gampang punya komitmen terkait perubahan iklim," imbuh dia.

Transportasi canggih

Transportasi canggih bakal hadir di Ibu Kota Nusantara (IKN), salah satunya taksi terbang atau urban Air Mobility. Angkutan massal ini bakal diuji coba sebelum HUT RI pada tahun 2024 mendatang.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi mengatakan, tarif yang dikenakan pada taksi terbang ini untuk sekali jalan hampir sama dengan taksi premium di Jakarta.

baca juga

"Saya kalau dari rumah di Jakarta Selatan ke Soetta, saya dari Soetta naiknya Alphardnya Silver Bird itu kena Rp 600.000. Tapi kalau saya naik (taksi terbang), estimasi hitungan dalam jarak up to 100 km, mungkin dari Soetta sampai Tangerang atau Bekasi kali ya lebih jauh lagi kan itu kena sekitar USD 50, berapa rupiah? Rp 750.000 (kurs rupiah) Rp 15.000," ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, yang dikutip, Selasa (26/9/2023).

Ali menjelaskan, taksi terbang ini seperti pesawat nirawak atau drone yang bahan bakarnya dengan baterai. Namun, kecepatan taksi terbang ini bisa mencapai 200 kilometer/jam.

Kemudian, taksi terbang ini memiliki teknologi Intelligent Transport System (ITS), di mana bisa membawa penumpang ke helipad hanya menggunakan satu aplikasi.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan taksi terbang ini bisa mengangkut penumpang ke daerah dekat Pulau Kalimantan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IKN Jadi Kota Pertama yang Punya Komitmen Penurunan Emisi Karbon

IKN Jadi Kota Pertama yang Punya Komitmen Penurunan Emisi Karbon

Bisnis | Selasa, 26 September 2023 | 14:04 WIB

Taksi Terbang Bakal Hadir di IKN, Segini Tarifnya

Taksi Terbang Bakal Hadir di IKN, Segini Tarifnya

Bisnis | Selasa, 26 September 2023 | 11:54 WIB

Proyek Rumah Menteri di Ibu Kota Baru Dikebut, 32 Unit Sudah Berdiri

Proyek Rumah Menteri di Ibu Kota Baru Dikebut, 32 Unit Sudah Berdiri

Bisnis | Senin, 25 September 2023 | 21:33 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×