Bantuan 2 Embung Geomembran di Purwakarta untuk Hadapi Kekeringan

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Sabtu, 07 Oktober 2023 | 16:24 WIB
Bantuan 2 Embung Geomembran di Purwakarta untuk Hadapi Kekeringan
Dok: Kementan

Suara.com - Masih rendahnya curah hujan di tambah pasokan air yang kurang maksimal, embung (penampungan air), termasuk embung geomembrane jadi andalan petani untuk menambah pasokan air. Baru-baru ini, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) memberi bantuan embung untuk Kabupaten Purwakarta.

Bantuan embung diberikan di dua lokasi, yakni Desa Wanasari K dan Desa Taringgul Tonggoh di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta. Ketika daerah ini mengalami kekeringan, embung yang dikelola Kelompok Ini (Poktan) Mekar Sari II dan Karya Bakti I ini bakal bisa menampung air.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil mengatakan, Pemerintah harus melakukan upaya antisipasi perubahan iklim terutama kemarau. Karena memang manfaat infrastruktur air seperti embung, dam parit maupun long storage baru terasa ketika kemarau datang.

"Bangunan air seperti embung dan dam parit akan bermanfaat meskipun debit air kecil, air masih bisa teralirkan ke sawah-sawah petani. Sehingga petani bisa menambah pertanaman dalam setahun, dari satu kali menjadi dua kali," jelas Ali Jamil, Sabtu (7/10/2023).

Ali Jamil menambahkan, insfrastruktur air ini juga sangat berguna dalam pengelolaan air lahan kering maupun tadah hujan. Dirinya berharap masyarakat dan para petani bisa menjaga dan merawat apa yang telah dibangun oleh pemerintah.

"Saya pesan kepada petani dan masyarakat agar menjaga dan memelihara embung dengan baik. Jangan sampai rusak atau terbengkalai karena ini kan manfaatnya selain buat petani juga masyarakat bisa menggunakan air di sini saat kekeringan," tuturnya.

Direktur Irigasi Pertanian Ditjen PSP, Rahmanto mengatakan, pembangunan embung, termasuk embung geomembrane masih diandalkan untuk mengantisipasi musim kering di tahun 2023. Pembangunan itu diharapkan bisa menampung sumber air yang masih ada dan mengairi sawah, sehingga mampu meminimalisir kerugian petani.

"Program pembangunan embung itu merupakan program strategis untuk penampungan air hujan atau sumber sumber air lainnya. Sehingga, ke depan, program embung geomembrane mampu mengantisipasi kekeringan di lahan pertanian kita," kata Rahmanto.

Menurutnya, pembuatan embung sangat diperlukan. Jika musim hujan mengurangi resiko banjir, di musim kemarau saat air dari irigasi tidak mencukupi maka embung bisa dimanfaatkan secara efektif dan efisien untuk mengairi lahan padi atau tanaman pertanian lainnya.

baca juga

"Kami meningkatkan pendapatan petani melalui penerapan pertanian yang lebih baik. Proyek konservasi lahan juga diharapkan menyelamatkan lahan kritis dengan menanamkan tanaman konservasi produktif," pungkas Rahmanto.

Ketua Poktan Mekar Sari II, Hendi mengungkapkan, embung berlokasi di sawah tadah hujan. Embung ini dalam proses penggalian secara manual, karena lokasi sulit dijangkau dengan ekscavator.

"Dimensi embung (trapesium) ini memiliki permukaan panjang 21 m, lebar 20 m. Untuk dasarnya memiliki panjang 19 m, lebar 18 m dan tinggi 2,5 m. Embung ini akan melayani luas lahan 24 Ha mengandalkan limpasan air hujan dan mata air. Saat ini produktivitas disini 5 ton/ha dengan pola tanam 2 kali dalam 1 tahun, diharapkan setelah ada embung bisa meningkat," jelas Hendi.

Begitu juga dengan embung geomembran yang dikelola Poktan Karya Bakti I Desa Taringgul Tonggoh, yang juga melayani lahan seluas 25 Ha. Dimensi embung (trapesium) permukaan memiliki panjang 26 m, lebar 24 m. Sementara dasarnya memiliki panjang 18 m, lebar 16 m dan tinggi 2,3 m.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih adanya embung ditempatkan di sini. Embung ini akan dimanfaatkan, ketika musim tanam kedua dulunya hanya mampu tanami 10 ha, sekarang sudah full tertanami 25 ha," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Agar Tak Berlarut, Dewas KPK Diminta Cepat Usut Foto Skandal Firli dan Eks Mentan Syahrul

Agar Tak Berlarut, Dewas KPK Diminta Cepat Usut Foto Skandal Firli dan Eks Mentan Syahrul

News | Sabtu, 07 Oktober 2023 | 11:19 WIB

Empat Bulan Menanti Pasokan Air Bersih, Warga Kalideres Malah Keluarkan Biaya Ekstra

Empat Bulan Menanti Pasokan Air Bersih, Warga Kalideres Malah Keluarkan Biaya Ekstra

Jakarta | Jum'at, 06 Oktober 2023 | 22:13 WIB

Tak Bisa 'Hilang' Lagi, KPK Cegah Eks Mentan SYL dan Istri ke Luar Negeri

Tak Bisa 'Hilang' Lagi, KPK Cegah Eks Mentan SYL dan Istri ke Luar Negeri

News | Jum'at, 06 Oktober 2023 | 18:12 WIB

Jokowi Geleng-geleng Soal Dugaan Pemerasan Pimpinan KPK di Kasus Kementan

Jokowi Geleng-geleng Soal Dugaan Pemerasan Pimpinan KPK di Kasus Kementan

News | Jum'at, 06 Oktober 2023 | 16:30 WIB

Heboh Foto Firli Bahuri dan SYL di Lapangan Badminton: KPK Wajib Klarifikasi, Dewas Jangan Tunggu Laporan!

Heboh Foto Firli Bahuri dan SYL di Lapangan Badminton: KPK Wajib Klarifikasi, Dewas Jangan Tunggu Laporan!

News | Jum'at, 06 Oktober 2023 | 15:23 WIB

Bantah Kabar Pimpinan KPK Peras Mentan SYL, Ini Kata Firli Bahuri

Bantah Kabar Pimpinan KPK Peras Mentan SYL, Ini Kata Firli Bahuri

Video | Jum'at, 06 Oktober 2023 | 11:00 WIB

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×