Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 6.108,209
LQ45 608,577
Srikehati 300,350
JII 364,879
USD/IDR 18.036

Peternak dan Petani di Lombok Tengah Diberi Pelatihan Pengolahan Pupuk Organik

Iwan Supriyatna

Senin, 20 November 2023 | 08:29 WIB
Peternak dan Petani di Lombok Tengah Diberi Pelatihan Pengolahan Pupuk Organik
Pelatihan pengolahan pupuk organik untuk para peternak dan petani.

Suara.com - Pendukung paslon Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang tergabung dalam Pandawa Ganjar Nusa Tenggara Barat (NTB), menggelar pelatihan pengolahan pupuk organik untuk para peternak dan petani.

Hadinata selaku Koordinator Wilayah Pandawa Ganjar NTB mengatakan para peternak dan petani yang mengikuti pelatihan pengolahan pupuk organik adalah perwakilan dari 4 kecamatan yang berada di Kabupaten Lombok Tengah.

“Kita memberikan pelatihan pengolahan pupuk organik kepada para peternak yang ada di Lombok Tengah, yakni Kecamatan Pujut, Praya Tengah, Praya Barat dan Praya Timur,” ujar Hadinata ditulis Senin (20/11/2023).

Provinsi NTB pun selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki sumber daya untuk mengolah pupuk yang melimpah dari hewan ternak, seperti sapi dan ayam.

Dia menambahkan, pelatihan pengolahan pupuk organik diadakan untuk memberikan edukasi kepada peternak dan petani ihwal pembuatan pupuk organik yang bagus dan murah.

Menurut Hadinata, pemateri yang merupakan pembuat pupuk organik sekaligus salah satu pemilik perusahaan pupuk organik di NTB sengaja dihadirkan untuk menguatkan materi yang diberikan.

“Kegiatan Pandawa Ganjar Nusa Tenggara Barat hari ini adalah memberikan pelatihan atau edukasi terutama kepada masyarakat petani dan peternak,” ucap Hadinata.

Saat ini, NTB tengah memasuki musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Pandawa Ganjar pun mendorong agar peternak dan petani bisa mengoptimalkan intensitas hujan.

Oleh sebab itu, sukarelawan Pandawa Ganjar menggencarkan pelatihan pengolahan pupuk organik kepada para peternak dan petani.

baca juga

“Berhubung hari ini sudah masuk musim penghujan, artinya yang bekerja hari ini adalah petani dan peternak,” kata Hadinata.

Adapun pelatihan pengolahan pupuk organik dipraktikkan langsung oleh Pandawa Ganjar dan pemateri menggunakan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengolah pupuk organik.

Abdul Gofur, salah satu peserta pelatihan mengungkapkan banyak ilmu baru yang didapatkan setelah mengikuti pelatihan dari Pandawa Ganjar.

Dia pun berterima kasih kepada para pendukung paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD itu atas kegiatan yang sangat bermanfaat untuk masyarakat.

“Saya tadi bertanya cara menanam cabai dan bagaimana pengolahan pupuk organik, dicampur biar normal campurannya lalu dijelaskan sama pemateri,” tutur Abdul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

G-Creasi Edukasi Peternak Cara Mengolah Kotoran Sapi Jadi Bernilai Ekonomis

G-Creasi Edukasi Peternak Cara Mengolah Kotoran Sapi Jadi Bernilai Ekonomis

Bisnis | Senin, 20 November 2023 | 08:09 WIB

Terima Keluhan Petani Soal Harga Pangan di Sumut, Ganjar Menekankan Pentingnya Intervensi Pemerintah

Terima Keluhan Petani Soal Harga Pangan di Sumut, Ganjar Menekankan Pentingnya Intervensi Pemerintah

Kotak Suara | Minggu, 12 November 2023 | 18:13 WIB

G-Creasi Latih Peternak Budi Daya dan Pengolahan Indigofera Sebagai Pakan Alternatif

G-Creasi Latih Peternak Budi Daya dan Pengolahan Indigofera Sebagai Pakan Alternatif

Bisnis | Jum'at, 10 November 2023 | 10:40 WIB

Terkini

Siapa Sosok Angga? Pihak Swasta yang Diduga 'Setir' Audit BPK di Muara Enim

Siapa Sosok Angga? Pihak Swasta yang Diduga 'Setir' Audit BPK di Muara Enim

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:28 WIB

Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara

Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:21 WIB

Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran

Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran

News | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:09 WIB

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

×