Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Ekonom: Swasta Bisa Ikut Serta Kembangkan Industri Listrik Ramah Lingkungan

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 26 Desember 2023 | 16:33 WIB
Ekonom: Swasta Bisa Ikut Serta Kembangkan Industri Listrik Ramah Lingkungan
Ilustrasi energi listrik ramah lingkungan. (Shutterstock)

Suara.com - Kebutuhan listrik industri ramah lingkungan diprediksi akan meningkat ke depannya. Hal ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan perkembangan teknologi.

Peneliti Ekonomi Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet mengatakan, pemerintah memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan listrik ramah lingkungan, terutama untuk industri dengan mendorong bauran energi baru terbarukan (EBT).

Apalagi, pemerintah telah menetapkan target bauran EBT sebesar 23% pada tahun 2025.

"Untuk mencapai target tersebut, pemerintah perlu terus mendorong pengembangan EBT, terutama untuk pembangkit listrik skala besar," ujar Yusuf yang dikutip, Selasa (26/12/2023).

Dia melanjutkan, peran swasta juga sangat penting dalam memenuhi listrik industri ramah lingkungan, di mana swasta dapat berperan dalam mengembangkan berbagai sumber EBT seperti pembangkit listrik EBT, dan menyediakan layanan listrik EBT kepada industri.

"Swasta dapat berperan dalam mengembangkan berbagai sumber EBT, seperti energi surya, energi angin, energi air, dan energi panas bumi," kata Yusuf.

Yusuf menuturkan, sumber EBT yang dihasilkan swasta dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik industrinya sendiri atau untuk dijual kepada pihak lain.

"Swasta juga dapat menyediakan layanan listrik EBT kepada industri. Swasta dapat menyediakan layanan listrik EBT tersebut secara langsung atau bekerja sama dengan pemerintah," imbuh dia.

Kendati demikian, Yusuf menilai, diperlukan insentif dan regulasi untuk mendorong swasta masuk ke investasi pengembangan EBT. "Untuk itu, unsentif dan regulasi yang tepat dapat mendorong investasi swasta dalam pengembangan EBT," jelas dia.

Salah satu perusahaan yang berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan produksi listrik di Indonesia adalah PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri Group).

Chandra Asri Group menggenjot bisnis infrastruktur yang terdiri dari energy, air dan jetty dan tank melalui anak usahanya yakni Chandra Daya Investasi. Di sektor energi, Chandra Asri Group melalui Krakatau Chandra Energy (KCE) akan berfokus pada pembangkit listrik gas combined cycle power plant (CCPP) sebesar 120 megawatt (MW). Nantinya, KCE akan berkembang menjadi Perusahaan penyedia energi baru terbarukan (EBT).

Direktur Legal, External Affairs & Circular Economy Chandra Asri Group, Edi Rivai meyakini, kebutuhan listrik industri akan semakin meningkat. Proyeksi ini sejalan dengan pertumbuhan industri petrokimia dan hilirisasi.

"Kami optimistis kebutuhan listrik akan semakin tinggi, termasuk ketersediaan bahan energi yang ramah lingkungan," kata dia.

Keseriusan Chandra Asri Group di bisnis energi terlihat dengan masuknya investasi sebesar USD 194 juta atau sekitar Rp 3,03 triliun (Kurs jisdor Rp15.631 per dolar AS) dari Electric Generating Public Company Limited atau EGCO Group (EGCO) produsen energi independent asal Thailand.

Kolaborasi ini menandai tonggak sejarah penting bagi kedua perusahaan, menggabungkan keahlian Chandra Asri Group di sektor kimia dan infrastruktur dengan kemahiran EGCO di bidang solusi ketenagalistrikan dan energi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonom: Kebijakan Hilirisasi Harus Adil dan Berkelanjutan

Ekonom: Kebijakan Hilirisasi Harus Adil dan Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 26 Desember 2023 | 13:26 WIB

Ekonom: Siapapun Presidennya, Investasi di Luar Jawa Harus Digalakkan

Ekonom: Siapapun Presidennya, Investasi di Luar Jawa Harus Digalakkan

Bisnis | Minggu, 24 Desember 2023 | 09:50 WIB

Cara Bayar Listrik di BRIMO, Mudah dan Praktis

Cara Bayar Listrik di BRIMO, Mudah dan Praktis

Bisnis | Jum'at, 22 Desember 2023 | 13:39 WIB

Terkini

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:12 WIB