Emak-emak Ke Depan Masak Tak Lagi Pakai LPG Diganti Pipa Gas, Ini Rincian Proyeknya

Achmad Fauzi

Selasa, 16 Januari 2024 | 16:11 WIB
Emak-emak Ke Depan Masak Tak Lagi Pakai LPG Diganti Pipa Gas, Ini Rincian Proyeknya
Ilustrasi Memasak dengan Jaringan pipa gas (dok: PGN)

Suara.com - Emak-emak ke depan tidak perlu repot mencari dan menenteng gas LPG 3 kg untuk memasak. Pasalnya, pemerintah akan menggantikan gas LPG dengan pipa transmisi gas bumi.

Hal ini setelah Kementerian ESDM bakal menggenjot pembangunan pipa transmigi gas bumi yang diharapkan bisa nyambung dengan dapur rumah tangga.

Adapun, proyek yang tengah digarap pemerintah diantanya, proyek pipa gas bumi Dumai-Sei Mangkei sepanjang 400 kilometer (km) dan proyek pipa gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) 255 km. Lewat dua protek itu, maka jaringan pipa gas bumi akan tersambung dari Aceh hingga Jawa Timur.

"Selain hemat devisa, kita mempermudah masyarakat untuk bisa mendapatkan energi di rumah. Tidak perlu lagi harus gotong-gotong 'melon' 3 kg, cukup dia buka kerannya. Nyala lah dapurnya," ujar Menteri ESDM dalam konferesnsi pers yang dikutip, Selasa (16/1/2024).

Menteri ESDM Arifin Tasrif menggelar konferensi pers. (Suara.com/Achmad Fauzi)
Menteri ESDM Arifin Tasrif menggelar konferensi pers. (Suara.com/Achmad Fauzi)

Akan tetapi, perlu infrastruktur pendukung seperti penyambung gas alam dengan kawasan pemukiman. Selain itu, kara Arifin, pemerintah juga akan membangun jaringan gas dikota-kota besar maupun kecil.

"Apa pentingnya transmisi ini? Kita mengoptimalkan transmisi interkoneksi antarkota ini agar kota-kota besar yang terlintas maupun kota kecil bisa terlintasi sambungan pipanya. Ini akan kita sambung lagi untuk membangun jaringan gas di kota-kota. Ini tempat hub-hub yang akan dilalui jaringan gas tersebut," jelas dia.

"Jaringan gas ini kita perlukan karena di banyak negara banyak memanfaatkan gas alam untuk sumber-sumber kebutuhan energi rumah tangga. Kemudian juga hotel, tempat rekreasi. Kita juga harus mengupayakan itu," tutur dia.

Dengan cara ini, tambah Arifin, diperkirakan penggunaan gas di dalam negeri meningkat, sehingga tren eskpor gas akan menurun. Akan tetapi, pasokan gas akan disuplai dari sumber-sumber di dalam ngeri.

"Kita akan manfaatkan gas ini untuk mendukung fase transisi energi kita," tutup dia.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tahun Ini Pertalite Bakal Dihapus, Menteri ESDM Kasih Restu

Tahun Ini Pertalite Bakal Dihapus, Menteri ESDM Kasih Restu

Bisnis | Selasa, 16 Januari 2024 | 14:10 WIB

Tambang Ilegal di Konawe Selatan Dicokok Polisi, Perusahaan Ternyata Sudah Berizin

Tambang Ilegal di Konawe Selatan Dicokok Polisi, Perusahaan Ternyata Sudah Berizin

Bisnis | Selasa, 16 Januari 2024 | 11:21 WIB

Wacana BBM Pertalite Mau Dihapus di 2024, Begini Kata Menteri ESDM

Wacana BBM Pertalite Mau Dihapus di 2024, Begini Kata Menteri ESDM

Bisnis | Selasa, 16 Januari 2024 | 08:04 WIB

Terkini

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Sumbar | Selasa, 15 September 2026 | 18:05 WIB

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Jangan Campur Dompet Pribadi dan Bisnis! Ini Cara Atur Keuangan ala BRI

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

Ada OTT KPK di Kantah Bogor, Wamen ATR/BPN Jamin Pelayanan Masyarakat Tak Terganggu

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:59 WIB

Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Masa Pensiun Lebih Tenang, Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 17:57 WIB

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus

Siapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Buka BRI DPLK via BRImo dan Raih Bonus

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 17:53 WIB

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Komdigi Rilis 22 Daftar Platform Digital Berisiko Tinggi bagi Anak, Orangtua Perlu Waspada

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 17:52 WIB

×