Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Sumber Return Reksadana dan Faktor yang Memengaruhinya

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Sabtu, 20 Januari 2024 | 19:16 WIB
Sumber Return Reksadana dan Faktor yang Memengaruhinya
Ilustrasi nasabah reksadana. (Dok: Pexel)

Suara.com - Di era sekarang investasi telah menjadi sebuah kebutuhan yang sangat penting terutama bagi orang-orang yang menginginkan kehidupan mapan di masa depan. Reksadana banyak dijadikan pilihan karena menawarkan return yang menarik dan kemudahan dalam berinvestasi.

Pernahkah Anda berpikir dari mana keuntungan atau return yang dihasilkan dari investasi ini? Mungkin masih banyak orang yang belum paham mengenai hal tersebut. Jika Anda salah satunya maka jangan lewatkan penjelasan berikut untuk mengetahui detail informasinya!

Sumber Return Reksadana

Dikutip dari sikapiuangmu.ojk.go.id, Reksadana merupakan jenis investasi yang dikelola oleh Manajer Investasi. Dengan menghimpun dana investor lalu menginvestasikannya ke dalam surat berharga seperti instrumen pasar uang, Obligasi, dan Saham.

Ketika melakukan investasi, hal utama yang Anda inginkan pasti mendapatkan keuntungan. Lalu dari mana keuntungan tersebut? Keuntungan yang akan Anda peroleh didapatkan dari kenaikan Nilai Aktiva Bersih (NAB). Nilai Aktiva Bersih adalah istilah untuk menyebut harga per unit yang Anda bayarkan saat melakukan investasi.

Pada intinya investor akan memperoleh keuntungan atau return jika menjualnya saat harga NAB sedang naik. Jika menjualnya saat harganya turun maka Anda akan mengalami kerugian. Harga NAB selalu diperbarui setiap hari sehingga nilainya akan terus berubah-ubah.

5 Faktor yang Memengaruhi Return
Ada banyak faktor yang memengaruhi Nilai Aktiva Bersih, maka dari itu sebelum melakukan investasi Anda perlu melakukan beberapa pertimbangan. Berikut beberapa faktor yang bisa memengaruhi return dan harga NAB:

       BI Rate (Tingkat Suku Bunga)

Faktor yang pertama yaitu tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Indonesia atau biasa disebut BI rate. Faktor ini sangat berpengaruh terhadap keuntungan investasi terutama pada basis pasar uang.

Ketika tingkat suku bunga mengalami kenaikan maka akan membawa pengaruh terhadap kinerja investasi. Penurunan pada tingkat suku bunga tidak selalu menimbulkan dampak buruk pada kinerja investasi secara keseluruhan.

Contohnya pada investasi berbasis pendapatan tetap yang akan mengalami peningkatan kinerja saat tingkat suku bunga Bank Indonesia menurun. Hal tersebut terjadi karena Obligasi dan saham cenderung mengalami peningkatan sehingga membawa dampak positif pada kinerja investasi.

       Kondisi Pasar Modal

Selain tingkat suku bunga yang ditetapkan Bank Indonesia, kondisi dan tren di pasar modal juga menjadi faktor utama yang memengaruhi return dan kinerja investasi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan acuan utama untuk memantau kondisi pasar modal di Indonesia.

Perubahan IHSG dapat memengaruhi kinerja investasi dan Nilai Aktiva Bersih. Jika indeks di IHSG menunjukkan angka yang positif, maka kondisi pasar dalam keadaan baik dan harga Nilai Aktiva Bersih akan naik.

Begitu pula sebaliknya, ketika indeks IHSG sedang menurun maka tingkat return investasi juga ikut menurun terutama pada Reksa Dana Saham.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies Baswedan: Film Bukan Biaya, Tapi Investasi

Anies Baswedan: Film Bukan Biaya, Tapi Investasi

Kotak Suara | Sabtu, 20 Januari 2024 | 16:21 WIB

Majukan Industri Film Indonesia, Anies: Negara Harus Alokasikan Anggaran sebagai Investasi

Majukan Industri Film Indonesia, Anies: Negara Harus Alokasikan Anggaran sebagai Investasi

Kotak Suara | Sabtu, 20 Januari 2024 | 15:17 WIB

Proyek Memberdayakan Wanita untuk Mempromosikan Keragaman Gender di Web3

Proyek Memberdayakan Wanita untuk Mempromosikan Keragaman Gender di Web3

Press Release | Kamis, 18 Januari 2024 | 14:05 WIB

Begini Alasan Luhut Tiba-tiba Ingin Naikkan Pajak Motor BBM

Begini Alasan Luhut Tiba-tiba Ingin Naikkan Pajak Motor BBM

Bisnis | Jum'at, 19 Januari 2024 | 09:12 WIB

BYD Ramaikan Pasar Mobil Listrik Indonesia, Berapa Harganya?

BYD Ramaikan Pasar Mobil Listrik Indonesia, Berapa Harganya?

Video | Jum'at, 19 Januari 2024 | 08:00 WIB

DCFX Terus Lakukan Inovasi Permudah Investasi di Komoditi Berjangka

DCFX Terus Lakukan Inovasi Permudah Investasi di Komoditi Berjangka

Bisnis | Rabu, 17 Januari 2024 | 12:06 WIB

Terkini

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 21:19 WIB

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:33 WIB

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 17:01 WIB

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:30 WIB

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:24 WIB

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:45 WIB

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:33 WIB

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:55 WIB

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu

Bisnis | Sabtu, 09 Mei 2026 | 11:47 WIB