Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.575.000
Beli Rp2.447.000
IHSG 5.643,194
LQ45 553,105
Srikehati 276,229
JII 331,154
USD/IDR 17.957

HRUM Perkuat Posisi di Industri Nikel, Resmi Kuasai Saham Smelter di Weda Bay

M Nurhadi

Selasa, 30 Januari 2024 | 16:30 WIB
HRUM Perkuat Posisi di Industri Nikel, Resmi Kuasai Saham Smelter di Weda Bay
Ilustrasi. [Istimewa]

Suara.com - PT Harum Energy Tbk (HRUM) dan anak perusahaannya, PT Harum Nickel Industry (HNI), secara resmi menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan smelter nikel di Weda Bay Industrial Park, Maluku Utara, PT Westrong Metal Industry (WMI).

Hal ini ditandai dengan aksi akusisi 1.214.000 lembar saham WMI yang sebelumnya dimiliki oleh Prime Investment Capital Limited (PICL) dan Walsin Singapore Pte Ltd (WS).

Akuisisi ini mewakili 60,7% dari total modal yang telah ditempatkan dan disetor ke WMI, dengan nilai transaksi mencapai USD 215,21 juta atau sekitar IDR 3,4 triliun (dengan asumsi kurs IDR 15.828).

Dampak dari akuisisi ini adalah peningkatan kepemilikan HNI dalam WMI dari sebelumnya 20% menjadi 80,7%, menjadikan HRUM, melalui HNI, sebagai pemegang mayoritas saham WMI.

Ray A. Gunara, selaku CEO PT Harum Energy Tbk, mengungkapkan bahwa WMI mengoperasikan empat tungku listrik rotary kiln, dilengkapi dengan infrastruktur pendukung dan fasilitas konverter, yang mendukung produksi nikel-matte berkualitas tinggi.

"Kapasitas produksi tahunan yang terpasang sekitar 56.000 ton nikel yang terkandung dalam produk high-grade," kata Ray selama sesi keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Selasa (30/1/2024).

Proyek konstruksi WMI saat ini, kata dia, sedang memasuki tahap akhir, dan diharapkan akan memulai operasi komersial pada kuartal kedua tahun 2024. Akuisisi ini diharapkan dapat mendukung strategi diversifikasi perusahaan.

"Dengan keberadaan WMI yang akan segera beroperasi, perusahaan akan memiliki portofolio produk yang lebih beragam. Harapannya, produk high-grade nickel-matte dari WMI akan memberikan nilai tambah bagi produk nikel perusahaan," ungkapnya.

Setelah transaksi ini selesai, laporan keuangan WMI, termasuk neraca dan laporan laba rugi, akan diinklusi dalam laporan keuangan utama HRUM. 

baca juga

Ia berharap, laporan keuangan perusahaan akan mencerminkan kontribusi kinerja keuangan WMI, baik melalui peningkatan kepemilikan saham perusahaan melalui HNI maupun melalui hasil konsolidasi laporan keuangan WMI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Masih Ribut Nikel vs LFP, Industri Luar Negeri Malah Mulai Lirik Nanoelektrofuel, Apa Itu?

Indonesia Masih Ribut Nikel vs LFP, Industri Luar Negeri Malah Mulai Lirik Nanoelektrofuel, Apa Itu?

Otomotif | Selasa, 30 Januari 2024 | 13:39 WIB

Tak Bisa Didaur Ulang, Luhut Justru Ungkap Rencana Indonesia Gandeng China Kembangakn Baterai LFP

Tak Bisa Didaur Ulang, Luhut Justru Ungkap Rencana Indonesia Gandeng China Kembangakn Baterai LFP

Otomotif | Selasa, 30 Januari 2024 | 12:54 WIB

Menebak Penyebab Harga Nikel Ambruk, Begini Kata Eks Menteri Perdagangan

Menebak Penyebab Harga Nikel Ambruk, Begini Kata Eks Menteri Perdagangan

Bisnis | Selasa, 30 Januari 2024 | 12:40 WIB

Siap Adu Data Dengan Luhut, Tom Lembong Terima Ajakan Cak Imin Cek Tambang Nikel

Siap Adu Data Dengan Luhut, Tom Lembong Terima Ajakan Cak Imin Cek Tambang Nikel

News | Selasa, 30 Januari 2024 | 12:31 WIB

Luhut Sebut RI dan China Juga Kembangkan Baterai LFP, Tom Lembong Gembira

Luhut Sebut RI dan China Juga Kembangkan Baterai LFP, Tom Lembong Gembira

Bisnis | Selasa, 30 Januari 2024 | 10:17 WIB

Beda Baterai LFP dan Nikel untuk Kendaraan Listrik, Mana yang Paling Joss?

Beda Baterai LFP dan Nikel untuk Kendaraan Listrik, Mana yang Paling Joss?

Lifestyle | Senin, 29 Januari 2024 | 16:53 WIB

Terkini

Tetap Berlaku Juli, Peresmian B50 Tunggu Jadwal Prabowo

Tetap Berlaku Juli, Peresmian B50 Tunggu Jadwal Prabowo

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:46 WIB

Mulai Hari Ini, Pedagang Online Wajib Punya NIB untuk Jualan di E-Commerce

Mulai Hari Ini, Pedagang Online Wajib Punya NIB untuk Jualan di E-Commerce

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:39 WIB

Tak Sampai 6.000, BBCA Diramal Hanya Bergarak Hingg level 5.900 Hari Ini

Tak Sampai 6.000, BBCA Diramal Hanya Bergarak Hingg level 5.900 Hari Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:15 WIB

Media Lokal Kunci Percepatan Edukasi Ekonomi Sirkular di Daerah

Media Lokal Kunci Percepatan Edukasi Ekonomi Sirkular di Daerah

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:09 WIB

Mulai Hari Ini, Potongan Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen

Mulai Hari Ini, Potongan Komisi Ojol Resmi Turun Jadi 8 Persen

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:05 WIB

Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050

Cek Harga Dolar AS di Bank Himbara dan Swasta, Ada yang Jual Rp18.050

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:53 WIB

BBCA Undervalued, Saatnya Serok atau Harga Sahamnya Bisa Turun Lagi?

BBCA Undervalued, Saatnya Serok atau Harga Sahamnya Bisa Turun Lagi?

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:51 WIB

Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell

Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:28 WIB

Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:10 WIB

Awal Bulan Juli, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS ke Level Rp17.980

Awal Bulan Juli, Rupiah Tertekan Lawan Dolar AS ke Level Rp17.980

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 09:32 WIB

×