Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Rupiah Terjungkal! Inflasi Negara Adidaya Ini Jadi Biang Kerok

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 15 Februari 2024 | 17:04 WIB
Rupiah Terjungkal! Inflasi Negara Adidaya Ini Jadi Biang Kerok
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pada akhir perdagangan Kamis, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami penurunan karena data inflasi Amerika Serikat (AS) yang melebihi perkiraan. Rupiah ditutup dengan penurunan 19 poin atau 0,12 persen menjadi Rp15.623 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.604 per dolar AS.

"Nilai tukar rupiah masih akan terpengaruh dengan sentimen eksternal di mana peluang penurunan suku bunga AS kembali tertahan setelah data inflasinya per Januari 2024 kembali dirilis di atas ekspektasi pasar," kata analis pasar uang Bank Mandiri Reny Eka Putri pada Kamis (15/2/2024).

Reny menjelaskan bahwa inflasi inti Amerika Serikat (AS) masih tetap tinggi, sehingga indeks dolar AS kembali ke kisaran 104-105. Penguatan indeks tersebut menunjukkan bahwa dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya dan masih memberikan tekanan terhadap rupiah.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa indeks harga konsumen (consumer price index) AS naik sebesar 3,1 persen dari tahun sebelumnya pada bulan Januari, sedikit turun dari angka 3,4 persen di bulan Desember. Meskipun demikian, pertumbuhan tersebut masih di atas perkiraan para ekonom yang sebesar 2,9 persen.

Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan tersebut membuat kemungkinan penurunan suku bunga Federal Reserve pada bulan Maret menjadi hilang. Analis menyatakan bahwa pasar keuangan AS sedang beradaptasi dengan tingkat suku bunga AS yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Sementara terkait pemilihan umum (Pemilu) RI yang diadakan pada 14 Februari 2024, saat ini pelaku pasar menantikan hasil real count, meskipun sudah tampak dominasi salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden RI yang unggul dalam hasil hitung cepat (quick count).

Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei termasuk dari Charta Politika Indonesia dan Lembaga Survei KedaiKOPI pada Rabu (14/2) menyatakan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka unggul.

"Diharapkan jika pemilu dinilai berhasil dengan satu putaran, kepastian politik juga akan lebih jelas dan dapat menjadi sentimen positif bagi pasar," ujar Reny, dikutip dari Antara.

Sementara Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis merosot ke level Rp15.606 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.585 per dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Langsung Perkasa Terhadap Dolar AS Setelah Prabowo-Gibran Menang di Quick Count Pilpres

Rupiah Langsung Perkasa Terhadap Dolar AS Setelah Prabowo-Gibran Menang di Quick Count Pilpres

Bisnis | Kamis, 15 Februari 2024 | 11:23 WIB

Harmoni Politik, Rupiah Menguat: Pemilu Damai Bisa Bikin Ekonomi Menguat

Harmoni Politik, Rupiah Menguat: Pemilu Damai Bisa Bikin Ekonomi Menguat

Bisnis | Kamis, 15 Februari 2024 | 10:57 WIB

Rupiah Masih Perkasa Pagi Ini Terhadap Dolar AS di Tengah Investor Tunggu Hasil Pemilu

Rupiah Masih Perkasa Pagi Ini Terhadap Dolar AS di Tengah Investor Tunggu Hasil Pemilu

Bisnis | Selasa, 13 Februari 2024 | 09:44 WIB

Jelang Pemungutan Suara Pemilu, Mendagri Tekankan Inflasi Harus Tetap Jadi Atensi

Jelang Pemungutan Suara Pemilu, Mendagri Tekankan Inflasi Harus Tetap Jadi Atensi

News | Senin, 12 Februari 2024 | 13:48 WIB

Tak Hanya Pemenang Piala Dunia, Argentina Juga Jadi Negara Juara Inflasi Terbesar

Tak Hanya Pemenang Piala Dunia, Argentina Juga Jadi Negara Juara Inflasi Terbesar

Bisnis | Rabu, 07 Februari 2024 | 16:07 WIB

Penyebab Harga Beras Naik Belakangan Ini, BPS Ungkap Datanya

Penyebab Harga Beras Naik Belakangan Ini, BPS Ungkap Datanya

Bisnis | Kamis, 01 Februari 2024 | 13:42 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB