KEK Tanjung Lesung, Rekomendasi Bagi Warga Asing Beli Properti

Iwan Supriyatna | Suara.com

Sabtu, 17 Februari 2024 | 09:03 WIB
KEK Tanjung Lesung, Rekomendasi Bagi Warga Asing Beli Properti
KEK Tanjung Lesung memiliki proyek sejumlah villa di resort pantai dengan harga jual bervariasi.

Suara.com - Pemerintah sudah mengeluarkan regulasi yang memudahkan warga negara asing membeli rumah atau apartemen hanya bermodalkan paspor. Dinilai pengamat properti, regulasi ini mampu membuat industri properti di Indonesia menggeliat. Adapun harga jual minimal satuan hunian bagi warga asing ditetapkan beragam menurut wilayah, yakni di kisaran Rp 1 miliar hingga Rp 5 miliar per unit.

Namun, sebetulnya ada area-area yang punya kelebihan khusus bagi warga asing untuk memiliki hunian, yaitu area-area kawasan ekonomi khusus (KEK). Di wilayah KEK ini, benefit yang didapatkan warga asing saat membeli properti lebih banyak dibanding diarea-area yang bukan merupakan KEK.

Misalnya, di KEK Tanjung Lesung, Pandeglang-Banten, yang sedang berkembang pesat. Menurut Poernomo Siswoprasetijo Direktur Utama Tanjung Lesung, KEK Tanjung Lesung memiliki proyek sejumlah villa di resort pantai dengan harga jual bervariasi. Mulai dari kisaran Rp 700 juta hingga diatas Rp 5 milyar yang bisa dibeli oleh warga lokal maupun asing.

Di KEK Tanjung Lesung ini, warga asing juga dapat membeli villa hanya dengan bermodalkan paspor, dan mendapatkan KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) yang nantinya dapat di-upgrade menjadi KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap).

Selain itu, warga asing bisa memiliki properti atas nama mereka sendiri – tanpa harus menikah dengan warga lokal, tidak perlu terkena pajak barang mewah, dan tanpa harga minimum seperti yang dipersyaratkan di tempat lain.

“Artinya, kalau beli villa di Tanjung Lesung, gak perlu harus mengeluarkan uang seharga 5 milyar (rupiah) untuk dapat hak milik rumah atas nama sendiri. Beli properti kami yang dibawah 1 miliaran (rupiah) pun sudah bisa,” kata Poernomo Siswoprasetijo, ditulis Sabtu (17/2/2024).

Tersedia dua cluster villa yang tersedia di KEK Tanjung Lesung, yaitu cluster Villa Kalicaa dan Ladabay Village. Di mana di Villa Kalicaa Resort ada 5 tipe dengan luas berbeda-beda, yaitu Villa Courtyard, Villa Beranda, Teras, Fuji dan Bora.

Villa tipe Courtyard ada yang tanah seluas 189 m2 dan 345m2, sementara Villa tipe Beranda ada yang luas 420 m2 hingga 532 m2, Villa tipe Fiji luas 390 m2 dan villa tipe Teras seluas 386 serta villa tipe Bora 398 m2 hingga 535 m2. Sedangkan untuk villa Ladabay Village ada 3 tipe yaitu Viria 1BR (bedroom), Viria 2BR dan Tara 1BR.

Poernomo Siswoprasetijo, menerangkan, villa yang dibeli ini bisa dinikmati sendiri maupun menjadi “juragan homestay” untuk passive income. Di mana pihak Tanjung Lesung –salah satu anak usaha PT Jababeka Tbk – menyediakan layanan penyewaan dan perawatan. Sehingga pemilik villa tidak dipusingkan untuk pemasaran villa maupun perawatan, dan tinggal menunggu uang masuk rekening tiap bulannya.

Saat ini, sudah cukup banyak yang membeli villa-villa di KEK Tanjung Lesung. Menurut Poernomo Siswoprasetijo, awal tahun 2024 merupakan momen yang tepat bagi para pembeli villa di Tanjung Lesung mengantisipasi selesainya Tol Serang Panimbang seksi 2 dan 3. Karena, dengan target rampungnya tol menuju Tanjung Lesung di akhir 2024, maka, diperkirakan pertumbuhan kawasan Tanjung Lesung akan tumbuh secara pesat dan diprediksi harga-harga properti tentunya akan naik.

“Dan juga karena Tanjung Lesung sedang dikembangkan menjadi kota wisata alam terbesar berbasis laut terdekat dengan Jakarta. Hal ini untuk memberikan alternatif bagi warga Jakarta yang sudah jenuh dan ingin berwisata di kawasan pantai yang selama ini alternatifnya biasanya, antara ke Jogja atau Bali cukup jauh. Sehingga, memakan biaya transport dan jarak tempuh yang besar,” kata Poernomo Siswoprasetijo.

Dengan lokasi yang hanya 170 km dari Jakarta dengan udara yang segar, alasan banyak pembeli dari kalangan kelas atas yang sekarang membeli villa di KEK Tanjung Lesung. Karena, selain bisa sebagai tempat escape dengan udara yang sehat dari Jakarta, dapat disewakan, potensi kenaikan harga tanah, dan nantinya dapat dimanfaatkan bila ingin dijadikan hunian saat pensiun.

“Mereka (investor) yang sudah beli mungkin sudah membayangkan betapa nyaman tinggal di area dengan udara yang sehat dan pemandangan indah dari luat dan alam yang asri,” kata Poernomo Siswoprasetijo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemilu Satu Putaran Dianggap Lebih Menguntungkan Bisnis Properti

Pemilu Satu Putaran Dianggap Lebih Menguntungkan Bisnis Properti

Bisnis | Kamis, 15 Februari 2024 | 18:07 WIB

Ramaikan Industri Properti di Bali, One Global Resorts Jalin Kolaborasi Strategis dengan OXO Living

Ramaikan Industri Properti di Bali, One Global Resorts Jalin Kolaborasi Strategis dengan OXO Living

Bisnis | Senin, 05 Februari 2024 | 08:32 WIB

Nasib Tragis Raksasa Properti China, Aset di Luar Negeri Dijual Demi Bayar Utang

Nasib Tragis Raksasa Properti China, Aset di Luar Negeri Dijual Demi Bayar Utang

Bisnis | Senin, 29 Januari 2024 | 16:53 WIB

Terkini

Nekat Melintas Saat Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Ancam Bekukan Izin Perusahaan Logistik Bandel

Nekat Melintas Saat Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Ancam Bekukan Izin Perusahaan Logistik Bandel

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:43 WIB

Emas Antam Harganya Diobral Jelang Lebaran, Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Emas Antam Harganya Diobral Jelang Lebaran, Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:17 WIB

Rumah Rp 270 Jutaan Jadi Buruan, Masyarakat Kini Lebih Realistis Pilih Hunian

Rumah Rp 270 Jutaan Jadi Buruan, Masyarakat Kini Lebih Realistis Pilih Hunian

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:07 WIB

InJourney Airports Catat 3,15 Juta Orang Mudik via Pesawat, Tertinggi Sejak Pra-Pandemi

InJourney Airports Catat 3,15 Juta Orang Mudik via Pesawat, Tertinggi Sejak Pra-Pandemi

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:32 WIB

Kalang Kabut Harga Minyak, Pemerintah Siapkan Skema WFH Satu Hari Pascalebaran

Kalang Kabut Harga Minyak, Pemerintah Siapkan Skema WFH Satu Hari Pascalebaran

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:10 WIB

Puncak Mudik Kapal PELNI Tembus 31 Ribu Penumpang, Naik 12,2 Persen

Puncak Mudik Kapal PELNI Tembus 31 Ribu Penumpang, Naik 12,2 Persen

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:00 WIB

Program MBG Guyur Rp1 Miliar Per SPPG Setiap Bulan

Program MBG Guyur Rp1 Miliar Per SPPG Setiap Bulan

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:27 WIB

Gandeng Ojol, Perusahaan Ini Sebar Ratusan Ribu Susu Steril

Gandeng Ojol, Perusahaan Ini Sebar Ratusan Ribu Susu Steril

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:10 WIB

Perkuat Ekosistem Trading, OKX Resmi Luncurkan Platform ORBIT

Perkuat Ekosistem Trading, OKX Resmi Luncurkan Platform ORBIT

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:56 WIB

SPPG Kini Jadi Jantung Ekonomi Desa

SPPG Kini Jadi Jantung Ekonomi Desa

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 07:50 WIB