Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Laba Perusahaan Anjlok, Produsen Sepatu Nike PHK Massal 1.600 Pekerja

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Minggu, 18 Februari 2024 | 16:55 WIB
Laba Perusahaan Anjlok, Produsen Sepatu Nike PHK Massal 1.600 Pekerja
Raksasa sepatu Nike mengumumkan rencana untuk memberhentikan 1.600 karyawannya, atau sekitar 2% dari total tenaga kerjanya.

Suara.com - Raksasa sepatu Nike mengumumkan rencana untuk memberhentikan 1.600 karyawannya, atau sekitar 2% dari total tenaga kerjanya.

Keputusan ini diambil di tengah situasi penurunan laba yang dialami perusahaan.

"Ini adalah kenyataan pahit yang tidak bisa kami anggap enteng," kata CEO Nike John Donahoe dalam sebuah memo kepada karyawan dikutip Reuters, Minggu (18/2/2024).

"Langkah ini kami ambil untuk memastikan Nike dapat terus berinovasi dan berkembang di masa depan." tambahnya.

PHK akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai pada 17 Februari 2024 dan akan berdampak pada sekitar 800 karyawan. Tahap kedua akan dilakukan pada akhir kuartal IV 2024 dan akan berdampak pada 800 karyawan lainnya.

Nike mengatakan bahwa karyawan yang terkena PHK akan menerima pesangon dan bantuan untuk mencari pekerjaan baru.

Keputusan Nike untuk melakukan PHK ini mengikuti tren serupa di industri ritel. Beberapa perusahaan lain yang telah melakukan PHK dalam beberapa bulan terakhir termasuk Adidas, Under Armour, dan Gap.

Penurunan laba Nike dipicu oleh beberapa faktor, termasuk:

  • Penurunan permintaan global untuk sepatu dan pakaian olahraga.
  • Meningkatnya biaya bahan baku dan logistik.
  • Persaingan yang semakin ketat dari perusahaan lain.

Nike berharap bahwa PHK ini akan membantu perusahaan untuk menghemat biaya dan kembali ke jalur pertumbuhan.

PHK Nike ini merupakan sinyal bahwa industri ritel sedang mengalami masa yang sulit. Penurunan permintaan global dan meningkatnya biaya bahan baku dan logistik telah memaksa banyak perusahaan untuk melakukan PHK.

Hal ini tentu saja akan memberikan dampak yang negatif terhadap perekonomian global. PHK dapat menyebabkan pengangguran meningkat dan daya beli masyarakat menurun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cisco Bakal PHK Ribuan Karyawan, Termasuk di Indonesia?

Cisco Bakal PHK Ribuan Karyawan, Termasuk di Indonesia?

Bisnis | Selasa, 13 Februari 2024 | 18:59 WIB

Spotify Cuan Gede usai PHK Massal

Spotify Cuan Gede usai PHK Massal

Tekno | Senin, 12 Februari 2024 | 19:42 WIB

3500 Karyawan Pasrah Terima Nasib, Ford Helat PHK Besar-besaran

3500 Karyawan Pasrah Terima Nasib, Ford Helat PHK Besar-besaran

Otomotif | Minggu, 11 Februari 2024 | 15:44 WIB

Terkini

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 06:00 WIB

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:05 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:25 WIB