Ada Apa dengan Rupiah, Kok Selalu Keok Lawan Dolar AS

Achmad Fauzi

Kamis, 22 Februari 2024 | 10:16 WIB
Ada Apa dengan Rupiah, Kok Selalu Keok Lawan Dolar AS
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Nilai tukar rupiah masih terlalu lemah melawan dolar AS, di mana masih merosot pada awal perdagangan Kamis (22/2). Pelemahan rupiah ini imbas adanya rilis notulensi Federal Open Market Committee (FOMC) Amerika Serikat (AS) Januari 2024.

Notulensi mengungkapkan bahwa mayoritas anggota tetap bank sentral AS atau The Fed berhati-hati mengenai waktu penurunan suku bunga kebijakan AS atau Fed Funds Rate (FFR).

Kurs rupiah dibuka terjungkal 20 poin atau 0,13 persen menjadi Rp15.655 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.635 per dolar AS.

"Rupiah dibuka melemah seiring dengan meningkatnya ketidakpastian global akibat beragamnya sentimen pasar AS," kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede seperti dikutip dari Antara di Jakarta.

Baca Juga
Siapkan Uang Lebih! Harga BBM Terancam Naik di Bulan Maret

Anggota FOMC setuju bahwa tingkat suku bunga kebijakan telah mencapai puncaknya, namun mereka khawatir mengenai konsekuensi dari penurunan suku bunga yang terlalu cepat.

"Kekhawatiran ini bertepatan dengan data inflasi di level konsumen dan produsen yang jauh lebih tinggi dari perkiraan, serta laporan ketenagakerjaan yang cenderung solid," kata Josua.

Di sisi lain, beberapa anggota FOMC sepakat untuk memperlambat fase Quantitative Tightening (QT) untuk memperlancar transisi kebijakan moneter. Namun, mereka masih belum jelas tentang proses berakhirnya QT.

Sinyal yang kurang dovish dari The Fed mendorong kenaikan imbal hasil (yield) US Treasury (UST). Yield UST tenor 10 tahun naik empat basis poin (bps) menjadi 4,32 persen.

baca juga

Sementara dalam negeri, Bank Indonesia (Bl) mengumumkan pada Rabu (21/2) untuk mempertahankan suku bunga Bl-Rate pada 6 persen, dan menegaskan kembali bahwa BI akan tetap mempertahankan suku bunga tersebut setidaknya hingga paruh kedua tahun 2024. Pernyataan Bl tersebut menjadi sentimen positif bagi pergerakan rupiah.

Volume perdagangan obligasi pemerintah membukukan Rp17,37 triliun pada Rabu (21/2), lebih rendah dibandingkan volume perdagangan Selasa (20/2), sebesar Rp20,12 triliun.

Kepemilikan asing pada obligasi Pemerintah Indonesia turun Rp3,63 triliun menjadi Rp836 triliun, atau sebesar 14,59 persen dari total beredar pada 20 Februari 2024.

Josua memproyeksikan rupiah akan berada di rentang Rp15.600 per dolar AS sampai dengan Rp15.700 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Tunggu Real Count KPU, Rupiah Lagi-lagi Bertekuk Lutut Terhadap Dolar AS Pagi Ini

Masih Tunggu Real Count KPU, Rupiah Lagi-lagi Bertekuk Lutut Terhadap Dolar AS Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 21 Februari 2024 | 10:09 WIB

Rupiah Kembali Merosot Terhadap Dolar AS pada Pagi Ini

Rupiah Kembali Merosot Terhadap Dolar AS pada Pagi Ini

Bisnis | Selasa, 20 Februari 2024 | 10:03 WIB

Rupiah Lagi-lagi Keok Lawan Dolar AS pada Perdagangan Senin Pagi

Rupiah Lagi-lagi Keok Lawan Dolar AS pada Perdagangan Senin Pagi

Bisnis | Senin, 19 Februari 2024 | 10:25 WIB

Terkini

Jelang MotoGP Mandalika, Marc Marquez Cs Pawai di Mataram

Jelang MotoGP Mandalika, Marc Marquez Cs Pawai di Mataram

Foto | Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Membaca Wajah Pra-Reformasi Tanah Air di Buku Hari-Hari Indonesia Gus Dur

Membaca Wajah Pra-Reformasi Tanah Air di Buku Hari-Hari Indonesia Gus Dur

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:00 WIB

5 Sabun Cuci Muka Oat Terbaik untuk Kulit Sensitif yang Mudah Kemerahan

5 Sabun Cuci Muka Oat Terbaik untuk Kulit Sensitif yang Mudah Kemerahan

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:40 WIB

Pasha Ungkap Rahasia UNGU Tetap Kompak Selama 30 Tahun, Kuncinya Dua Hal Ini!

Pasha Ungkap Rahasia UNGU Tetap Kompak Selama 30 Tahun, Kuncinya Dua Hal Ini!

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:35 WIB

5 Zodiak Pria yang Dikenal Paling Perhatian dan Loyal ke Pasangan

5 Zodiak Pria yang Dikenal Paling Perhatian dan Loyal ke Pasangan

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Ramalan 12 Shio Hari Ini 8 Oktober 2026: Selesaikan Urusan agar Terhindar dari Stres

Ramalan 12 Shio Hari Ini 8 Oktober 2026: Selesaikan Urusan agar Terhindar dari Stres

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Semarak Wayang Jogja Night Carnival 2026 di Titik Nol Kilometer

Semarak Wayang Jogja Night Carnival 2026 di Titik Nol Kilometer

Foto | Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Singgung soal Korupsi dan Perampasan Aset, Gus Miftah Colek Sufmi Dasco

Singgung soal Korupsi dan Perampasan Aset, Gus Miftah Colek Sufmi Dasco

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:55 WIB

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:25 WIB

×