Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Alasan Thailand Bisa Panen Beras Melimpah saat Indonesia Krisis

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 29 Februari 2024 | 18:00 WIB
Alasan Thailand Bisa Panen Beras Melimpah saat Indonesia Krisis
Pedagang beras melayani pembeli di pasar Cibubur, Jakarta, Senin (19/2/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pemerintah Indonesia berencana mengimpor dua juta ton beras dari Thailand dalam waktu dekat jika produksi dalam negeri kurang. Bak bumi dan langit, Negeri Gajah Putih itu bisa panen beras melimpah di saat Indonesia justru krisis makanan pokok tersebut. 

Dalam keterangan resminya, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy menyebutkan keputusan impor ini diambil untuk menanggulangi melonjaknya harga beras. Terkait harga beras yang menyentuh Rp18.000 – Rp20.000 tersebut, Sarwo mengatakan penyebabnya adalah ongkos produksi yang tinggi hingga dampak El Nino. Namun, dua hal tersebut tampaknya tak dialami oleh Thailand. 

Melansir Nikkei Asia, Thailand mulai memperbaiki sistem pertanian lantaran pernah terpuruk pada era ’90-an. Kekeringan yang melanda negara itu membuat Thailand terperosok dalam tiga masalah serius yang mempengaruhi ekspor berasnya, yakni penurunan produksi, kekeringan, dan biaya tambahan ekspor yang mahal. Padahal, Thailand sebelumnya pernah menjadi eksportir beras terbesar di dunia. 

Pemerintah kemudian menegaskan rencana untuk menurunkan biaya tambahan yang dikumpulkannya dari eksportir untuk ekspor beras ke Uni Eropa dan Inggris dari 2.500 baht (USD 80,51) per ton menjadi 1.200 hingga 1.500 baht.

Dari segi tenaga kerja petani, Thailand mengusung visi agar petani mendapatkan standar hidup yang lebih baik, masyarakat memiliki ketahanan pangan, dan negara memperoleh penerimaan.

Dengan visi ini Thailand berhasil meningkatkan indeks kemakmuran petani hingga 80 persen pada tahun 2016. Peningkatan ini kemudian diikuti dengan peningkatan ekonomi sektor pertanian sebesar tiga persen per tahun, dan pemanfaatan sumber daya secara tepat untuk peningkatan produksi pertanian. Kebijakan ini utamanya diterapkan pada pertanian beras. 

Dengan penerapan kebijakan yang ketat, Thailand akhirnya bertengger sebagai salah satu negara pengekspor beras terbesar dunia selain Vietnam dan India.

Beras merupakan salah satu komoditas pertanian utama dan unggulan Thailand. Beras juga menjadi salah satu prioritas utama pembangunan pertanian Thailand di samping komoditas lain seperti gula, jagung, sayuran, dan buah yang sudah menjadi produk global. 

Kebijakan pembangunan pertanian kunci Thailand salah satunya terkait dengan peningkatan harga beras atau rice pledging policy. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah Thailand berupaya menjamin agar petani beras mendapatkan harga riil yang relatif tinggi di tingkat panen dan penggilingan padi. Untuk itu pemerintah Thailand menyiapkan mekanisme pembelian langsung beras petani.

Di samping itu, pemerintah Thailand juga melaksanakan kebijakan peningkatan harga ekspor beras. Pemerintah Thailand merasa memiliki daya tawar dan daya saing beras secara dominan di pasar global.

Peningkatan harga ekspor beras tersebut ditransmisikan dan diteruskan ke harga petani dan pedagang. Kebijakan peningkatan harga di atas diiringi dengan program dan kegiatan peningkatan kualitas dan mutu beras, mulai dari tingkat petani/panen sampai ke tingkat eksportir/pasar dunia. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prediksi Cak Nun Beras Mahal Dan Menteri Keuangan Mundur Viral, Bakal Terbukti?

Prediksi Cak Nun Beras Mahal Dan Menteri Keuangan Mundur Viral, Bakal Terbukti?

News | Kamis, 29 Februari 2024 | 15:30 WIB

Partai Buruh Desak Presiden Jokowi Turunkan Harga Beras Dalam 7 Hari, Jika Tidak Ancam Lakukan Ini

Partai Buruh Desak Presiden Jokowi Turunkan Harga Beras Dalam 7 Hari, Jika Tidak Ancam Lakukan Ini

News | Kamis, 29 Februari 2024 | 15:21 WIB

Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir, Dirut Bulog: Stok Beras Cukup dan Harga Mulai Stabil

Minta Masyarakat Tak Perlu Khawatir, Dirut Bulog: Stok Beras Cukup dan Harga Mulai Stabil

News | Kamis, 29 Februari 2024 | 14:36 WIB

Ternyata Segini Kekayaan Dedi Mulyadi, Pantas Nyinyirin Warga yang Ngeluh Harga Beras Naik

Ternyata Segini Kekayaan Dedi Mulyadi, Pantas Nyinyirin Warga yang Ngeluh Harga Beras Naik

Lifestyle | Kamis, 29 Februari 2024 | 14:30 WIB

Menapik Beras Naik, Jokowi Suruh Cek Pasar Cipinang: Saya Selalu Dapat Angka-angkanya

Menapik Beras Naik, Jokowi Suruh Cek Pasar Cipinang: Saya Selalu Dapat Angka-angkanya

News | Kamis, 29 Februari 2024 | 14:18 WIB

Jokowi Salahkan Pupuk Usai Ramai Produksi Pangan RI Anjlok

Jokowi Salahkan Pupuk Usai Ramai Produksi Pangan RI Anjlok

Bisnis | Kamis, 29 Februari 2024 | 11:57 WIB

Terkini

Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK, Ini Panduannya agar Pengajuan Pinjaman Disetujui

Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK, Ini Panduannya agar Pengajuan Pinjaman Disetujui

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 14:01 WIB

BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah

BI Buka Suara Menkeu Purbaya Mau Turun Tangan Stabilkan Rupiah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:52 WIB

Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia

Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:43 WIB

Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global

Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:37 WIB

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

6 Emiten Keluar dari MSCI, OJK Ungkap Valuasi Saham RI di Bawah Asia

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:25 WIB

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Harga Cabai Naik, Kemendag Masukkan Cabai ke Daftar Komoditas Prioritas Pengendalian Inflasi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:14 WIB

Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Jangan Hanya Kejar Pertumbuhan, Industri Kripto Kini Dituntut Transparan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:13 WIB

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Kredibiltas Jadi Bukti, Presiden RI Buat Rupiah Menguat ke Rp6.500 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:12 WIB

Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta

Proyek IKN Sudah Habiskan Rp147 Triliun, Tapi Ibukota Tetap Jakarta

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:09 WIB

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

BTN dan MKP Bangun Sistem Ticketing Digital di Pelabuhan Wisata Bali

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:08 WIB