Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Perusahaan Jepang Akan Diwajibkan Laporkan Data Emisi Gas Rumah Kaca

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 03 Maret 2024 | 14:31 WIB
Perusahaan Jepang Akan Diwajibkan Laporkan Data Emisi Gas Rumah Kaca
Ilustrasi

Suara.com - Badan pengawas keuangan Jepang sedang mempertimbangkan langkah untuk menetapkan kewajiban bagi perusahaan yang terdaftar di bursa efek Tokyo untuk mengungkapkan informasi mengenai emisi gas rumah kaca di seluruh rantai pasokan mereka.

Badan Jasa Keuangan tersebut berencana membentuk sebuah panel pada bulan ini untuk membahas rincian kebijakan tersebut.

Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung upaya global untuk mempercepat dekarbonisasi, sejalan dengan rencana yang diusulkan pada pertemuan Dewan Sistem Keuangan.

Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah untuk terlebih dahulu menargetkan perusahaan-perusahaan besar yang tengah diawasi oleh investor institusi global, daripada menerapkan aturan secara bersamaan pada sekitar 1.600 perusahaan yang terdaftar di Pasar Utama, sesuai dengan rencana pemerintah.

Jepang sedang berusaha untuk membentuk standar pengungkapan berkelanjutan yang mengacu pada standar yang diumumkan pada tahun 2023 oleh Badan Standar Keberlanjutan Internasional (ISSB), sebuah badan global yang menetapkan aturan pelaporan keuangan. Rancangan standar pengungkapan tersebut diharapkan akan dirilis pada akhir bulan Maret.

Sejak dimulainya tahun bisnis hingga tahun 2023, perusahaan-perusahaan di Jepang telah diminta untuk menyertakan informasi dalam laporan keuangan mereka tentang bagaimana mereka mengatasi permasalahan berkelanjutan, selain informasi seperti kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan.

Dikutip dari Kyodo-OANA via Antara, meskipun tanpa permintaan khusus, beberapa perusahaan telah mempublikasikan data tentang emisi gas rumah kaca.

Dalam konteks di mana emisi gas rumah kaca dianggap sebagai penyebab pemanasan global, Uni Eropa telah memperkuat aturan pelaporan keberlanjutan bagi perusahaan, dengan langkah serupa yang diambil di Amerika Serikat.

Pemerintah Jepang telah menetapkan target untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2050 dan berusaha untuk mendorong lebih banyak investasi sektor swasta agar pertumbuhan menjadi ramah lingkungan.

Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh firma riset Teikoku Databank terhadap sekitar 11.300 perusahaan tahun lalu, sebanyak 17,3 persen perusahaan mengatakan bahwa upaya dekarbonisasi akan berdampak negatif, sementara 14,1 persen menyatakan bahwa operasional mereka akan terkena dampak positif. Sementara itu, sebagian besar perusahaan lainnya menyatakan bahwa mereka memperkirakan dampaknya akan kecil atau mereka tidak yakin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

NCT WISH Puncaki Oricon Daily Chart Jepang Lewat Single Debut Wish

NCT WISH Puncaki Oricon Daily Chart Jepang Lewat Single Debut Wish

Your Say | Minggu, 03 Maret 2024 | 12:43 WIB

Harga Sewa Hotel Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di Jepang Tembus Rp333 Juta per Malam

Harga Sewa Hotel Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di Jepang Tembus Rp333 Juta per Malam

Video | Minggu, 03 Maret 2024 | 12:00 WIB

Tak Kalah dari Selvi Ananda, Siti Atikoh Pernah Berpidato dengan Bahasa Jepang di Seminar Internasional

Tak Kalah dari Selvi Ananda, Siti Atikoh Pernah Berpidato dengan Bahasa Jepang di Seminar Internasional

Lifestyle | Sabtu, 02 Maret 2024 | 17:19 WIB

Turis Jepang Ini Kegirangan Saat Bertemu Erick Thohir, Ternyata Ini Sebabnya

Turis Jepang Ini Kegirangan Saat Bertemu Erick Thohir, Ternyata Ini Sebabnya

News | Sabtu, 02 Maret 2024 | 14:25 WIB

Ulasan Buku Kakeibo karya AE Zen: Belajar Mengatur Keuangan ala Jepang

Ulasan Buku Kakeibo karya AE Zen: Belajar Mengatur Keuangan ala Jepang

Your Say | Sabtu, 02 Maret 2024 | 06:44 WIB

Unik, Klub Liga Jepang Ini Tawarkan Jasa Penyewaan Jersey Klub: Gratis!

Unik, Klub Liga Jepang Ini Tawarkan Jasa Penyewaan Jersey Klub: Gratis!

Your Say | Sabtu, 02 Maret 2024 | 05:57 WIB

Terkini

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:42 WIB

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:32 WIB

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19 WIB

RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan

RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:15 WIB

Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu

Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06 WIB

Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel

Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:37 WIB

Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:18 WIB

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:22 WIB

Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April

Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:16 WIB