Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

Gurita Bisnis Bahlil Yang Seperti Hantu, Antara Ada dan Tiada!

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 19 Maret 2024 | 15:39 WIB
Gurita Bisnis Bahlil Yang Seperti Hantu, Antara Ada dan Tiada!
Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) mengungkap sederet fakta terkait gurita bisnis Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan kolega.

Suara.com - Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) mengungkap sederet fakta terkait gurita bisnis Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia yang kini tengah jadi sorotan karena dituding meminta upeti ke sejumlah pengusaha tambang terkait Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Koordinator Jatam, Melky Mahar mengatakan sebelum terjun ke dunia politik, Bahlil merupakan seorang pengusaha dengan bendera perusahaan bernama PT Rifa Capital yang memiliki holding 10 perusahaan di antaranya ialah PT Ganda Nusantara, PT MAP Surveillance dan PT Pandu Selaras.

Ada pula PT Cendrawasih, dan PT Mapsource Mining perusahaan Bahlil yang bergerak di sektor perkebunan, properti, logistik, pertambangan dan konstruksi.

Yang menarik kata Melky, untuk mencari informasi perusahaan-perusahaan diatas sangatlah sulit, tidak ada keterangan dokumen terkiat bisnis yang dijalankan Bahlil itu.

Begitu juga dicek dalam situs Ditjen AHU Kemenkumham RI untuk melihat legalitasnya, namun lagi-lagi kata dia hal tersebut nihil.

"Kami selama 6 bulan mencoba untuk mencari informasi-informasi terkait Rifa Capital tapi kami kesulitan, berbeda dengan perusahaan lainnya yang kalau kita lacak bisa lewat Ditjen AHU Kemenkumham," papar Melky dalam sebuah diskusi virtual pada Senin (18/3/2024).

Dalam sektor pertambangan, Bahlil juga terhubung dengan

Tak hanya itu perusahaan milik Bahlil yang lain seperti PT Meta Mineral Pradana juga sangat minim informasi, padahal perusahaan nikel ini memiliki dua izin tambang dengan luas konsesi masing-masing 470 hektar dan 165,50 hektar di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Pemegang saham perusahaan ini, antara lain PT Rifa Capital sebesar 10% dan PT Bersama Papua Unggul sebesar 90%.

"Kedua perusahaan ini milik Bahlil," ungkap Melky.

Dokumentasi Jatam
Dokumentasi Jatam

Adapun komposisi pengurus PT Meta Mineral Pradana, antara lain Tresse Kainama sebagai Direktur dan Ir Made Suryadana sebagai Komisaris.

Selain itu PT Bersama Papua Unggul yang bergerak di bidang konstruksi, perdagangan, instalasi listrik, telekomunikasi dan mekanikal juga terafiliasi dengan Bahlil.

Pemegang saham perusahaan ini antara lain Bahlil Lahadalia sebesar 450 lembar dan Tresse Kainama 50 lembar. Di perusahaan ini, Tresse Kainama tercatat sebagai Direktur dan Ir Made Suryadana sebagai Komisaris.

Melky pun menjabarkan PT Rifa Capital diberitakan telah mengeksplorasi 39 ribu hektare lahan tambang batubara di Fak-Fak, Papua Barat, dan 11 ribu hektare lahan nikel di Halmahera. Adapun PT Bersama Papua Unggul diberitakan sering memenangkan lelang proyek Pembangunan Jalan Bofuer – Windesi (MYC) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Selain itu Bahlil diketahui pemilik dari PT Dwijati Sukses, perusahaan yang sering terlihat di situs-situs lelang proyek pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Menteri Bahlil Mau Kasih Izin Tambang ke Ormas

Alasan Menteri Bahlil Mau Kasih Izin Tambang ke Ormas

Bisnis | Selasa, 19 Maret 2024 | 08:30 WIB

Bahlil Dikabarkan Bersitegang dengan Luhut Soal Tambang, Ini Kondisi yang Sebenarnya

Bahlil Dikabarkan Bersitegang dengan Luhut Soal Tambang, Ini Kondisi yang Sebenarnya

Bisnis | Selasa, 19 Maret 2024 | 07:47 WIB

JATAM Singgung Korupsi Politik dan Gurita Bisnis Bahlil, KPK Didesak Bergerak

JATAM Singgung Korupsi Politik dan Gurita Bisnis Bahlil, KPK Didesak Bergerak

News | Senin, 18 Maret 2024 | 20:59 WIB

Terkini

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:34 WIB

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:17 WIB

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:05 WIB

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:59 WIB

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:54 WIB

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:50 WIB

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:40 WIB

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:39 WIB

Tak Hanya Ciki dan Elektronik, Masyarakat Bisa Berburu Emas Batangan di PRJ

Tak Hanya Ciki dan Elektronik, Masyarakat Bisa Berburu Emas Batangan di PRJ

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:33 WIB