Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Ratusan Sapi Impor Mati Jelang Idul Fitri Karena Terjangkit Penyakit Langka

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 28 Maret 2024 | 12:12 WIB
Ratusan Sapi Impor Mati Jelang Idul Fitri Karena Terjangkit Penyakit Langka
Seorang dokter hewan menyuntikkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) kepada hewan ternak sapi perah di Cilembu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/6/2022). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Suara.com - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan bahwa pasokan daging sapi mencukupi untuk memenuhi permintaan selama bulan Ramadan dan Lebaran di Indonesia.

Budi Waryanto, Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama, dan Humas Bapanas, memberikan respons terhadap laporan mengenai kematian 100 ekor sapi impor dalam perjalanan dari Australia ke Indonesia.

Menurut Budi, stok daging saat ini aman. Pernyataan tersebut disampaikan setelah ia menghadiri diskusi publik mengenai 'Ketersediaan dan Harga Pangan Jelang dan Pasca Lebaran 2024' pada Rabu (27/3/2024).

Budi menjelaskan bahwa pasokan daging tidak hanya berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tetapi juga dari sektor swasta. Oleh karena itu, Bapanas terus memantau ketersediaan stok daging sapi untuk memastikan kecukupan selama bulan Ramadan dan Lebaran.

Guna memenuhi kebutuhan daging di dalam negeri, pemerintah berencana akan memperoleh pasokan dari peternakan dalam negeri.

Frans Marganda Tambunan, selaku Direktur Utama ID Food, sebelumnya mengungkapkan bahwa sekitar 2.350 ekor sapi hidup dari Australia dijadwalkan akan tiba di Indonesia pada bulan Maret 2024 untuk mengisi kebutuhan lokal.

Dari total sapi impor tersebut, sebagian akan dipotong untuk memenuhi permintaan akan daging segar selama bulan puasa dan Lebaran. Sebab, impor daging sapi beku dari Brasil diperkirakan baru akan tiba setelah masa Lebaran.

Menurut ketentuan Kementerian Pertanian, sapi impor tersebut harus dipelihara selama 3 bulan sebelum diolah menjadi daging yang dapat dijual di pasar.

Namun, ID Food telah meminta izin khusus agar sapi-sapi dengan berat di atas 500 kilogram dapat segera dipotong untuk memenuhi kebutuhan daging dalam negeri.

“2.350 ekor itu kurang lebih ada 25% kalau nggak salah ada yang udah layak potong,” ujar Frans dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Rabu (20/3/2024) lalu.

Baru-baru ini, Juru Bicara Dewan Eksportir Ternak Australia mengonfirmasi bahwa sekitar 100 ekor sapi telah meninggal dalam perjalanan menuju Indonesia.

Informasi tentang insiden ini disampaikan oleh seorang eksportir yang menggunakan kapal Brahman Express kepada pemerintah Australia.

"Dugaan awal adalah bahwa ini adalah kasus botulisme, yang menyerang hewan dari satu peternakan," ujar juru bicara tersebut seperti yang dilaporkan oleh Bloomberg pada Selasa (26/3/2024) lalu.

Botulisme adalah penyakit langka yang disebabkan oleh racun dari bakteri Clostridium botulinum yang menyerang sistem saraf. Penyakit ini bisa menjangkiti semua mamalia, termasuk manusia, dan dapat menyebabkan kelumpuhan otot.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hitung Mundur Idul Fitri 2024, Pemerintah dan Muhammadiyah Sama, Lebaran Berapa Hari Lagi?

Hitung Mundur Idul Fitri 2024, Pemerintah dan Muhammadiyah Sama, Lebaran Berapa Hari Lagi?

Religi | Rabu, 27 Maret 2024 | 20:08 WIB

Jelang Lebaran Satgas Pangan Polri Waspadai Lonjakan Harga Beras dan Cabai di Babel

Jelang Lebaran Satgas Pangan Polri Waspadai Lonjakan Harga Beras dan Cabai di Babel

News | Rabu, 27 Maret 2024 | 18:00 WIB

Meninggal Saat Ramadhan, Pesan Terakhir Stevie Agnecya di Lebaran Tahun Lalu Bikin Mewek: Semoga...

Meninggal Saat Ramadhan, Pesan Terakhir Stevie Agnecya di Lebaran Tahun Lalu Bikin Mewek: Semoga...

Lifestyle | Rabu, 27 Maret 2024 | 18:09 WIB

Menu Lebaran Opor Ayam Kampung Super Lezat dan Gurih

Menu Lebaran Opor Ayam Kampung Super Lezat dan Gurih

Religi | Rabu, 27 Maret 2024 | 16:02 WIB

20 Ucapan Selamat Idul Fitri yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna

20 Ucapan Selamat Idul Fitri yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna

Religi | Rabu, 27 Maret 2024 | 12:42 WIB

6 Keunggulan Tempe, Makanan Tinggi Protein yang Bisa Jadi Alternatif Daging Sapi

6 Keunggulan Tempe, Makanan Tinggi Protein yang Bisa Jadi Alternatif Daging Sapi

Health | Rabu, 27 Maret 2024 | 08:14 WIB

Terkini

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 06:00 WIB