Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.935

Pemerintah Jangan Ambil Langkah Populis di Tengah Panasnya Iran-Israel

Iwan Supriyatna, Kevino Dwi Velrahga

Kamis, 18 April 2024 | 16:13 WIB
Pemerintah Jangan Ambil Langkah Populis di Tengah Panasnya Iran-Israel
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memperlihatkan operasi militer di Jalur Gaza. (IDF/HO via Xinhua)

Suara.com - Kondisi ekonomi dunia yang tidak stabil dampak dari konflik Iran-Israel membuat harga komoditas seperti minyak mentah dan emas meroket naik. Di dalam negeri, rupiah juga terus bergerak naik ke angka Rp16.000-an per dolar AS.

Jika kondisi konflik berlangsung panjang atau bahkan memburuk, tentu akan berdampak mengkhawatirkan bagi masyarakat terutama masyarakat kelas bawah. Maka dari itu, pemerintah haruslah fokus menyiapkan kebijakan untuk mengantisipasi dan menahan diri dalam menerapkan kebijakan yang belum memiliki urgensi.

Ekonom dan Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik J. Rachbini berkata bahwa ketika perang di Timur Tengah terjadi, maka akan sangat berdampak bagi ekonomi masyarakat sehingga pemerintah perlu menerapkan kebijakan fiskal yang tepat.

"Kebijakan fiskal yang baik adalah prudent, berhati-hati dan mampu mengendalikan defisit, jangan jor-joran, proyek besar kendalikan, dan populisme jangan serampangan," ujar Didik, ditulis Kamis (18/4/2024).

Didik berkata bahwa kebijakan populisme ekstrem perlu ditahan dulu. Populisme sendiri merupakan sebuah paham yang menjunjung tinggi hak dan keutamaan rakyat kecil sehingga kebijakan yang populis biasanya berlaku masif dan membutuhkan APBN yang besar.

Selain itu, Didik menilai ketidakpastian yang terjadi juga pasti berpengaruh terhadap presiden terpilih dalam Pilpres 2024.Karena menurut Didik, kondisi tidak pasti seperti ini akan membuat kebijakan ekonomi presiden terpilih berantakan dan malah menambah beban baru bagi masyarakat.

Didik turut menyinggung program makan siang gratis milik presiden terpilih. Menurutnya, kebijakan tersebut sulit dilaksanakan secara menyeluruh kalau kondisi global seperti ini terus berlanjut

"Sasaran pertumbuhan ekonomi yang tinggi, juga angan-angan dalam kampanye, lupakan saja, fokus pada daya tahan masyarakat, daya beli mereka, menahan agar tidak terjadi pengangguran yang besar. Karena itu, kebijakan menjaga inflasi dan harga-harga kebutuhan pokok merupakan kebijakan utama untuk melindungi golongan bawah yang rentan," tuturnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran-Israel Panas, Pemerintah Harus Jaga Daya Beli Masyarakat Supaya Negara Tak Runtuh

Iran-Israel Panas, Pemerintah Harus Jaga Daya Beli Masyarakat Supaya Negara Tak Runtuh

Bisnis | Kamis, 18 April 2024 | 15:31 WIB

Google Pecat Karyawan karena Blak-blakan Anti Israel

Google Pecat Karyawan karena Blak-blakan Anti Israel

Tekno | Kamis, 18 April 2024 | 14:59 WIB

Pemegang Emas Kipas-kipas Cuan, Harganya Makin Berkilau

Pemegang Emas Kipas-kipas Cuan, Harganya Makin Berkilau

Bisnis | Kamis, 18 April 2024 | 11:27 WIB

Terkini

Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda

Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda

Sumsel | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:52 WIB

Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!

Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:30 WIB

Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan

Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:28 WIB

Back-to-Back Juara! Kemenangan Fajar/Fikri di China Open 2026 Jadin Titik Balik Ganda Putra RI

Back-to-Back Juara! Kemenangan Fajar/Fikri di China Open 2026 Jadin Titik Balik Ganda Putra RI

Sport | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:11 WIB

Undang Wapres Hingga Dedi Mulyadi, Festival Merah Putih Kota Bogor Siap Digelar 9 Agustus

Undang Wapres Hingga Dedi Mulyadi, Festival Merah Putih Kota Bogor Siap Digelar 9 Agustus

Jabar | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:06 WIB

Kapitra Ampera Sebut Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Maling Gede

Kapitra Ampera Sebut Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Maling Gede

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:04 WIB

Misi Lahirkan Srikandi Baru, Kejurnas Panahan Junior 2026 Diikuti 906 Atlet dari 29 Provinsi

Misi Lahirkan Srikandi Baru, Kejurnas Panahan Junior 2026 Diikuti 906 Atlet dari 29 Provinsi

Sport | Minggu, 26 Juli 2026 | 22:00 WIB

Penyelundupan Sabu 2 Kg dari Aceh ke Jakarta Gagal di Bandara Pekanbaru

Penyelundupan Sabu 2 Kg dari Aceh ke Jakarta Gagal di Bandara Pekanbaru

Riau | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:41 WIB

Mencekam! Buaya Situ Habibi Sukabumi Terekam Menerkam Anak Sapi di Depan Wisatawan

Mencekam! Buaya Situ Habibi Sukabumi Terekam Menerkam Anak Sapi di Depan Wisatawan

Jabar | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:37 WIB

Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju Perkuat Komitmen Lestarikan Ekosistem Pesisir

Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju Perkuat Komitmen Lestarikan Ekosistem Pesisir

Sumsel | Minggu, 26 Juli 2026 | 21:21 WIB

×