Pemerintah Jangan Ambil Langkah Populis di Tengah Panasnya Iran-Israel

Iwan Supriyatna, Kevino Dwi Velrahga

Kamis, 18 April 2024 | 16:13 WIB
Pemerintah Jangan Ambil Langkah Populis di Tengah Panasnya Iran-Israel
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memperlihatkan operasi militer di Jalur Gaza. (IDF/HO via Xinhua)

Suara.com - Kondisi ekonomi dunia yang tidak stabil dampak dari konflik Iran-Israel membuat harga komoditas seperti minyak mentah dan emas meroket naik. Di dalam negeri, rupiah juga terus bergerak naik ke angka Rp16.000-an per dolar AS.

Jika kondisi konflik berlangsung panjang atau bahkan memburuk, tentu akan berdampak mengkhawatirkan bagi masyarakat terutama masyarakat kelas bawah. Maka dari itu, pemerintah haruslah fokus menyiapkan kebijakan untuk mengantisipasi dan menahan diri dalam menerapkan kebijakan yang belum memiliki urgensi.

Ekonom dan Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik J. Rachbini berkata bahwa ketika perang di Timur Tengah terjadi, maka akan sangat berdampak bagi ekonomi masyarakat sehingga pemerintah perlu menerapkan kebijakan fiskal yang tepat.

"Kebijakan fiskal yang baik adalah prudent, berhati-hati dan mampu mengendalikan defisit, jangan jor-joran, proyek besar kendalikan, dan populisme jangan serampangan," ujar Didik, ditulis Kamis (18/4/2024).

Didik berkata bahwa kebijakan populisme ekstrem perlu ditahan dulu. Populisme sendiri merupakan sebuah paham yang menjunjung tinggi hak dan keutamaan rakyat kecil sehingga kebijakan yang populis biasanya berlaku masif dan membutuhkan APBN yang besar.

Selain itu, Didik menilai ketidakpastian yang terjadi juga pasti berpengaruh terhadap presiden terpilih dalam Pilpres 2024.Karena menurut Didik, kondisi tidak pasti seperti ini akan membuat kebijakan ekonomi presiden terpilih berantakan dan malah menambah beban baru bagi masyarakat.

Didik turut menyinggung program makan siang gratis milik presiden terpilih. Menurutnya, kebijakan tersebut sulit dilaksanakan secara menyeluruh kalau kondisi global seperti ini terus berlanjut

"Sasaran pertumbuhan ekonomi yang tinggi, juga angan-angan dalam kampanye, lupakan saja, fokus pada daya tahan masyarakat, daya beli mereka, menahan agar tidak terjadi pengangguran yang besar. Karena itu, kebijakan menjaga inflasi dan harga-harga kebutuhan pokok merupakan kebijakan utama untuk melindungi golongan bawah yang rentan," tuturnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran-Israel Panas, Pemerintah Harus Jaga Daya Beli Masyarakat Supaya Negara Tak Runtuh

Iran-Israel Panas, Pemerintah Harus Jaga Daya Beli Masyarakat Supaya Negara Tak Runtuh

Bisnis | Kamis, 18 April 2024 | 15:31 WIB

Google Pecat Karyawan karena Blak-blakan Anti Israel

Google Pecat Karyawan karena Blak-blakan Anti Israel

Tekno | Kamis, 18 April 2024 | 14:59 WIB

Pemegang Emas Kipas-kipas Cuan, Harganya Makin Berkilau

Pemegang Emas Kipas-kipas Cuan, Harganya Makin Berkilau

Bisnis | Kamis, 18 April 2024 | 11:27 WIB

Terkini

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:47 WIB

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 18:39 WIB

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

Shampoo Bayam Mustika Ratu Apakah Non SLS? Cek Kandungan dan Manfaatnya

Shampoo Bayam Mustika Ratu Apakah Non SLS? Cek Kandungan dan Manfaatnya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

KPK Tak Berhenti, Jaringan Bisnis Djarum Bakal Diusut Termasuk BCA?

KPK Tak Berhenti, Jaringan Bisnis Djarum Bakal Diusut Termasuk BCA?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 18:35 WIB

Review Novel Resign, Ketika Angkat Kaki dari Kantor Jadi Bahan Taruhan

Review Novel Resign, Ketika Angkat Kaki dari Kantor Jadi Bahan Taruhan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:30 WIB

Makin Panas Pemakzulan Gibran, Pendukung Bilang Gusti Allah Mboten Sare Netizen Balas Menohok

Makin Panas Pemakzulan Gibran, Pendukung Bilang Gusti Allah Mboten Sare Netizen Balas Menohok

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:29 WIB

Obat Diabetes Golongan SGLT2 Inhibitor Bisa Turunkan Berat Badan, Begini Cara Kerjanya

Obat Diabetes Golongan SGLT2 Inhibitor Bisa Turunkan Berat Badan, Begini Cara Kerjanya

Health | Rabu, 04 November 2026 | 18:26 WIB

×