Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

Ternyata Bukan Iran-Israel, Bankir Bilang Rupiah Loyo Imbas Hal Ini

Achmad Fauzi

Selasa, 23 April 2024 | 08:42 WIB
Ternyata Bukan Iran-Israel, Bankir Bilang Rupiah Loyo Imbas Hal Ini
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan 90 persen barang yang dijual di e-commerce Indonesia merupakan produk impor. [Antara]

Suara.com - Nilai tukar rupiah meloyo terhadap dolar AS dalam dua pekan ini hingga menyentuh level Rp 16.350 per dolar AS. Banyak faktor yang membuat laju rupiah tak berdaya, seperti dibilang para analis salah satunya konflik antara Iran dengan Israel.

Namun demikian, bankir melihat pelemahan rupiah ini bukan imbas dari memanasnya konflik di Timur Tengah. Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA), Jahja Setiaatmadja menyebut, anjloknya kurs rupiah justru imbas dari faktor musiman, misalnya meningkatnya kebutuhan sektor riil.

Dia menjelaskan, para pengusaha jor-joran membeli bahan baku untuk memenuhi kebutuhan di ramadan dan Idul Fitri.

"Sehingga, kebutuhan impor juga meningkat," ujar Jahja saat konferens persi kinerja BCA Kuartal I-2024 secara virtual, yang dikutip Selasa (23/4/2024).

Petugas menunjukan uang dollar AS di Money Changer, Jakarta, Rabu (17/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas menunjukan uang dollar AS di Money Changer, Jakarta, Rabu (17/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Kemudian, sambung dia, banyak investor luar negeri yang ramai-ramai menarik dananya yang berada di saham dan obligasi. Selanjutnya, Jahja mengatakan, ada jadwal pembagian dividen di kuartal I tahun 2024 yang memang dibayarkan ke investor asing.

"Nah ini ada masalah supply dan demand," bilang dia.

Jahja juga melihat, belum ada respon seperti intevensi dari Bank Indonesia atas pelemahan rupiah ini. Akan tetapi, hal ini dianggapnya wajar, karena memang faktor pelemahannya imbas dari banyak kebutuhan dolar AS.

Kendati demikian, Jahja tetap berharap BI bisa menstabilkan rupiah hingga di bawah Rp 16.000, jika memang kebutuhan akan dolar AS mulai menurun.

"Memang kalau lagi ada kebutuhan riil yang meningkat tidak boleh diintervensi. Saya pikir itu akan seperti membuang garam ke laut," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dolar AS Naik, Sri Mulyani Sebut Masih Ada Untungnya

Dolar AS Naik, Sri Mulyani Sebut Masih Ada Untungnya

Bisnis | Senin, 22 April 2024 | 15:38 WIB

BI Pernah Terbitkan Uang Koin Rupiah Emas, Simak Berbagai Serinya

BI Pernah Terbitkan Uang Koin Rupiah Emas, Simak Berbagai Serinya

Bisnis | Senin, 22 April 2024 | 15:04 WIB

Rupiah Mereda Menguat Dikit Atas Dolar Jelang Pengumuman Sengketa Pilpres

Rupiah Mereda Menguat Dikit Atas Dolar Jelang Pengumuman Sengketa Pilpres

Bisnis | Senin, 22 April 2024 | 09:50 WIB

Terkini

Perdamaian AS - Iran Tekan Harga Minyak Dunia, Risiko Krisis Energi Mulai Mereda

Perdamaian AS - Iran Tekan Harga Minyak Dunia, Risiko Krisis Energi Mulai Mereda

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:08 WIB

Siap-siap! Ada Raksasa BUMN Asuransi yang Baru Akan Dibentuk

Siap-siap! Ada Raksasa BUMN Asuransi yang Baru Akan Dibentuk

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 10:08 WIB

Aturan Kemasan Polos Rokok Dinilai Bisa Bikin Pendapatan Pedagang Makin Seret

Aturan Kemasan Polos Rokok Dinilai Bisa Bikin Pendapatan Pedagang Makin Seret

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:58 WIB

Inflasi Pangan Berpotensi Mereda, Harga Cabai hingga Beras Kompak Turun

Inflasi Pangan Berpotensi Mereda, Harga Cabai hingga Beras Kompak Turun

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:46 WIB

IHSG Dibuka Merah ke Level 6.191, Cek Saham yang Wajib Dipantau

IHSG Dibuka Merah ke Level 6.191, Cek Saham yang Wajib Dipantau

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:36 WIB

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 09:35 WIB

Lingkar Dalam Prabowo Bikin Investor Waswas, Rupiah dan IHSG Kena Tekanan

Lingkar Dalam Prabowo Bikin Investor Waswas, Rupiah dan IHSG Kena Tekanan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:29 WIB

Biaya Medis Jebol Rp200 Juta, Ini Pentingnya Proteksi Sejak Dini

Biaya Medis Jebol Rp200 Juta, Ini Pentingnya Proteksi Sejak Dini

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:19 WIB

Investor Asing Antre Beli Saham EMAS, 50 Persen Jatah IPO Hong Kong Langsung Ludes

Investor Asing Antre Beli Saham EMAS, 50 Persen Jatah IPO Hong Kong Langsung Ludes

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:09 WIB

Tak Hanya Listrik, Limbah Panas Bumi Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Tak Hanya Listrik, Limbah Panas Bumi Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:59 WIB