Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Harga Bawang Merah Meroket, Kementan Bisa Apa?

Iwan Supriyatna, Kevino Dwi Velrahga

Jum'at, 26 April 2024 | 09:23 WIB
Harga Bawang Merah Meroket, Kementan Bisa Apa?
Ilustrasi bawang merah (pixabay/Suanpa)

Suara.com - Berdasarkan panel harga Badan Pangan Nasional, harga bawang merah masih terpantau tinggi di kisaran Rp53.220 per kg pasca lebaran. Mengatasi hal tersebut, Kementerian Pertanian RI (Kementan) menerapkan berbagai langkah strategis guna mengendalikan harga di pasaran kembali ke normal.

Kementan melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura, menerangkan bahwa langkah-langkah strategis yang telah dilakukan pemerintah ialah mengoptimalkan pasokan dari champion, percepatan tanam dengan memberi bantuan benih di lokasi terdampak banjir, serta menyelenggarakan Gelar Bawang Merah Murah untuk masyarakat.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Andi Muhammad Idil Fitri, mengungkapkan bahwa permintaan bawang merah jelang dan pasca lebaran tahun ini cenderung lebih tinggi. Namun, hal tersebut berbanding terbalik dengan situasi pasar induk dan retail yang masih belum stabil.

“Para pedagang banyak yang mudik. Tenaga kerja rogol, pengirim, distributor, bandar hingga pengecer belum sepenuhnya beraktivitas normal, sehingga pasokan belum bisa maksimal. Sementara permintaan di bulan Syawal masih cukup tinggi. Kondisi ini secara psikologi pasar langsung memicu kenaikan harga,” ucap Idil ditulis Jumat (26/4/2024).

Lebih lanjut, Idil menjelaskan bahwa masyarakat cenderung memilih bawang merah jenis Bima Brebes untuk pasar Jabodetabek. Akan tetapi, pada Februari-Maret lalu, lebih dari 7.500 hektare lahan bawang merah di sepanjang Pantura Jawa seperti Brebes, Kendal, Demak, Pati, Grobogan, hingga Probolinggo terdampak banjir sehingga pasokan terganggu.

Sekitar 2.500 hektare di antaranya mengalami puso atau mati sebelum masuk umur panen akibat banjir.

"Kondisi tersebut membuat pasokan bawang merah jenis Bima Brebes dari sentra utama Jawa menjadi terganggu. Dalam 10 hari ke depan, kita prediksi harga sudah berangsur normal, seiring dengan makin banyaknya panen di beberapa daerah sentra utama seperti Solok, Enrekang, Bima, Bandung, dan Garut. Untuk Brebes Raya, diperkirakan Juni sudah mulai panen kembali," terangnya.

Jikalau dari perspektif petani, Idil menyatakan petani ingin harga dan produksi selalu stabil namun tetap menguntungkan, baik bagi petani maupun konsumen. Petani merasa tidak nyaman jika harga terlalu tinggi.

"Saat harga bagus, tentu momentum ini yang diharapkan petani. Kami ingat bahwa petani bawang merah ini berbulan-bulan kemarin mengalami harga rendah, bahkan di bawah BEP,” tuturnya.

baca juga

Selain itu, menurut Idil, kondisi stabil akan memotivasi petani untuk terus menanam bawang merah. Lebih lanjut, tak hanya melakukan langkah untuk menstabilkan harga, Ditjen Hortikultura juga melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan produksi bawang merah di dalam negeri agar dapat memenuhi kebutuhan nasional.

Langkah-langkahnya dengan memfasilitasi bantuan saprodi, penumbuhan sentra baru, dan sinergi pemasaran dengan champion. Gudang penyimpanan bawang merah juga difasilitasi dengan pendingin agar pasokan dapat tahan lama.

"Ditjen Horti terus mendorong peningkatan produksi dalam negeri, meskipun secara kumulatif tahunan produksi nasional kita sudah cukup bahkan surplus,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seminggu Lagi Mendag Zulhas Janji Harga Bawang Merah Turun

Seminggu Lagi Mendag Zulhas Janji Harga Bawang Merah Turun

Bisnis | Jum'at, 26 April 2024 | 07:52 WIB

Mendag Zulhas Tolak Impor, Meski Harga Bawang Melejit

Mendag Zulhas Tolak Impor, Meski Harga Bawang Melejit

Bisnis | Kamis, 25 April 2024 | 14:34 WIB

Gara-gara 2 Faktor Ini, Harga Bawang Merah Melonjak Tinggi

Gara-gara 2 Faktor Ini, Harga Bawang Merah Melonjak Tinggi

Bisnis | Kamis, 25 April 2024 | 14:05 WIB

Terkini

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:10 WIB

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:09 WIB

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Pedagang Asing Jualan di E-Commerce RI Sekarang Semakin Sulit

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:55 WIB

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Industri Alas Kaki Masih Butuh SDM, Difabel Punya Peluang Besar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:44 WIB

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Usai Dirayu Investor China

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:40 WIB

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:14 WIB

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:01 WIB

7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?

7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:00 WIB

Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa

Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:58 WIB