Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

McDonald's Kewalahan Imbas Aksi Boikot, Penjualannya di Negara Muslim Hancur

Iwan Supriyatna | Kevino Dwi Velrahga | Suara.com

Kamis, 02 Mei 2024 | 12:18 WIB
McDonald's Kewalahan Imbas Aksi Boikot, Penjualannya di Negara Muslim Hancur
Restoran makanan cepat saji McDonald's (Instagram/mcdonalds)

Suara.com - McDonald’s mengaku boikot sangat membebani penjualan mereka dalam beberapa waktu terakhir. Walau mendapatkan peningkatan laba pada kuartal I 2024, sulit untuk mereka membuat penjualan kembali normal jikalau Israel masih melakukan agresi ke Palestina.

Hal ini disampaikan Chief Executive McDonald's, Chris Kempczinski. Ia berujar bahwa boikot yang diberlakukan di Timur Tengah dan negara muslim lainnya telah menurunkan penjualan di kelompok negara tersebut hingga 0,2%.

"Kami memperkirakan tidak akan ada perbaikan yang berarti dalam dampaknya sampai perang selesai," ucapnya dikutip AFP.

Penjualan McDonald’s anjlok pasca waralabanya di Israel Oktober tahun lalu mengumumkan telah memberi ribuan makanan gratis kepada tentara Israel. Langkah tersebut memicu amarah dan tindakan boikot terhadap brand waralaba itu di Timur Tengah.

Tak berhenti di sana, boikot turut terjadi di negara-negara muslim seperti Malaysia dan Indonesia dan juga di wilayah eropa, khususnya Prancis, yang populasi muslimnya tinggi.

Pihak McDonald’s menerangkan bahwa mayoritas restoran mereka di Timur Tengah beroperasi di bawah kesepakatan waralaba yang tidak mendapatkan investasi apa pun dari perusahaan induknya.

Hal ini dapat dilihat dari perbedaan sikap yang dilakukan oleh cabang McDonald’s lain di Kuwait dan Qatar yang berjanji untuk memberikan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Kedua cabang tersebut dikelola terpisah dari cabang di Israel.

"Sebagian besar restoran McDonald's di Timur Tengah dioperasikan berdasarkan perjanjian waralaba di mana induk perusahaan tidak menginvestasikan modalnya," tulis McDonald's dalam laporan sekuritasnya.

Selain karena boikot, penjualan McDonald’s turut terpengaruh karena adanya inflasi. Kempczinski menyebut inflasi membuat konsumen lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.

"Konsumen semakin melakukan diskriminasi terhadap setiap dolar yang mereka belanjakan karena mereka menghadapi kenaikan harga dalam belanja sehari-hari, yang memberikan tekanan pada industri," jelasnya.

Pernyataan senada turut disampaikan Chief Financial Officer, McDonald's Ian Borden. Ia mengatakan penjualan di Amerika Serikat negara lainnya tidak akan begitu kuat jikalau masih terjadi inflasi yang tinggi.

"Keterjangkauan jelas merupakan area dimana ekspektasi konsumen meningkat. Jelas (konsumen) terkena dampak inflasi terhadap seluruh barang dan jasa mereka," tutur Borden.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imbas Boikot Produk Pendukung Israel, KFC Malaysia Tutup Sementara Lebih dari 100 Gerai

Imbas Boikot Produk Pendukung Israel, KFC Malaysia Tutup Sementara Lebih dari 100 Gerai

Lifestyle | Rabu, 01 Mei 2024 | 19:54 WIB

Boikot MNC Trending, Buntut Larangan Nobar Timnas Indonesia di Piala Asia U-23 2024

Boikot MNC Trending, Buntut Larangan Nobar Timnas Indonesia di Piala Asia U-23 2024

Your Say | Senin, 29 April 2024 | 10:58 WIB

Ustaz Felix Siauw Jelaskan Alasan Boikot Produk Pro Israel, Warganet Langsung Sindir Zita Anjani: Tag si Calon DPRD

Ustaz Felix Siauw Jelaskan Alasan Boikot Produk Pro Israel, Warganet Langsung Sindir Zita Anjani: Tag si Calon DPRD

Lifestyle | Sabtu, 27 April 2024 | 21:26 WIB

Terkini

Emas Jadi Primadona Saat Dunia Bergejolak, Minat Investasi Melonjak

Emas Jadi Primadona Saat Dunia Bergejolak, Minat Investasi Melonjak

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 13:02 WIB

Perusahaan Ritel China Gencar Ekspansi Buka Toko Fisik di RI

Perusahaan Ritel China Gencar Ekspansi Buka Toko Fisik di RI

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 12:55 WIB

Perhatian Emak-emak! Beli Beras SPHP Dijatah Hanya 5 Buah

Perhatian Emak-emak! Beli Beras SPHP Dijatah Hanya 5 Buah

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 12:34 WIB

Heboh PPN Jalan Tol dan Tarik Pajak Orang Kaya, Purbaya: Itu Masih Rezim Lama

Heboh PPN Jalan Tol dan Tarik Pajak Orang Kaya, Purbaya: Itu Masih Rezim Lama

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 12:09 WIB

Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan jadi Nyata

Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan jadi Nyata

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 12:03 WIB

Concept Store Kopi Premium Dikenalkan ke Surabaya

Concept Store Kopi Premium Dikenalkan ke Surabaya

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 11:52 WIB

Gerai Smart Home dengan Konsep Experiential Retail Space Resmi Dikenalkan

Gerai Smart Home dengan Konsep Experiential Retail Space Resmi Dikenalkan

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 11:37 WIB

Survei BI: Penyaluran Kredit Bank Lesu di Kuartal I-2026

Survei BI: Penyaluran Kredit Bank Lesu di Kuartal I-2026

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 10:54 WIB

UMKM Jadi Ujung Tombak Ekonomi Hijau ASEAN, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat

UMKM Jadi Ujung Tombak Ekonomi Hijau ASEAN, Kolaborasi Lintas Sektor Diperkuat

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 10:46 WIB

Dana Rp 3,01 T Kabur Dalam Sehari, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA hingga BMRI

Dana Rp 3,01 T Kabur Dalam Sehari, Asing Ramai-Ramai Jual BBCA hingga BMRI

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 10:37 WIB