Masuk Indeks MSCI dan Akuisisi Kilang Minyak dan Pabrik Kimia di Singapura, Bagaimana Prospek Saham TPIA?

Iwan Supriyatna Suara.Com
Senin, 20 Mei 2024 | 15:41 WIB
Masuk Indeks MSCI dan Akuisisi Kilang Minyak dan Pabrik Kimia di Singapura, Bagaimana Prospek Saham TPIA?
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk secara resmi telah mengubah nama Perseroan menjadi PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) dengan kode saham TPIA.

Suara.com - Salah satu emiten milik Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), jadi pendatang baru di jajaran Indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) dalam review per Mei 2024.

MSCI merupakan indeks saham dan obligasi dari lembaga riset Morgan Stanley. Indeks ini banyak digunakan sebagai salah satu acuan investor, termasuk manajer investasi dunia sebagai dasar pemilihan aset.

Emiten kimia dan infrastruktur tersebut masuk ke dalam MSCI Global Standard Index, di mana Analis pasar modal, Reza Priyambada, mengatakan, dengan masuknya saham TPIA ke dalam indeks MSCI, para investor diharapkan dapat melihat peningkatan nilai saham TPIA di masa mendatang.

Apalagi, kata Reza, TPIA turut melakukan upaya diversifikasi usaha ke sektor kimia dan infrastruktur pada tahun awal tahun ini dan sekarang melakukan ekspansi bisnis hingga ke luar negeri.

"Untuk TPIA setelah target 8.050-8150 berhasil di lampaui maka target berikutnya di 9.650-9.700 sepanjang dapat bertahan di atas level 9.100-9.200," ujar Reza saat dihubungi wartawan.

Baru-baru ini TPIA dan Glencore plc akan mengakuisisi aset Shell Energy and Chemicals Park Singapore (SECP). Akuisisi SECP ini dilakukan dengan membeli seluruh kepemilikan Shell Singapore Pte. Ltd melalui penandatanganan perjanjian jual beli.

Reza menilai, langkah ini merupakan strategi diversifikasi dan ekspansi yang signifikan bagi TPIA.

"TPIA yang selama ini bergerak di bidang petrokimia, kini melakukan diversifikasi dan ekspansi dengan mengakuisisi kilang minyak. Harapannya, ini bisa memberikan nilai tambah bagi perusahaan," ujar Reza.

Namun, Ia juga menekankan pentingnya evaluasi lebih lanjut terkait produksi dan penyaluran minyak dari kilang tersebut.

Baca Juga: WSKT dan WIKA! Perusahaan Kontruksi BUMN yang Gali Utang Sedalam Jurang

"Yang perlu diperhatikan adalah seberapa besar produksi yang dihasilkan dan seberapa banyak minyak yang dapat disalurkan kepada pelanggan. Akuisisi ini harus memberikan feedback atau payback yang nyata agar tidak hanya menambah beban operasional," tambahnya.

Reza juga mengingatkan, meskipun akuisisi ini terlihat positif, perusahaan harus mempertimbangkan dampak jangka panjangnya.

Namun, Reza optimis diversifikasi ini cocok dengan momentum saat ini.

"Dengan TPIA yang fokus pada industri kimia, akuisisi kilang minyak merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapabilitas perusahaan," katanya.

"Aksi korporasi ini seharusnya berdampak positif pada pergerakan harga saham TPIA. Dengan strategi diversifikasi yang solid, ada potensi peningkatan return bagi para pemegang saham," sambung Reza.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI