Program Jemput Gabah Bulog Terus Standby, Jaga Stabilitas Harga

Selasa, 21 Mei 2024 | 08:43 WIB
Program Jemput Gabah Bulog Terus Standby, Jaga Stabilitas Harga
Beras yang menjadi makanan pokok bangsa kita. Bulog membuat cadangan beras bagi Masyarakat. Sebagai ilustrasi [Freepik]

Suara.com - Program Jemput Gabah yang disediakan Badan Usaha Logistik atau Bulog minim diminati oleh petani. Pasalnya mereka sudah mempunyai hubungan yang baik dan terikat dengan para penggilingan kecil yang ada di daerahnya masing-masing.

Dikutip dari kantor berita Antara, Bayu Krisnamurthi, Direktur Utama Perum Bulog mengatakan bahwa pihaknya tetap akan mengadakan dan melanjutkan program Jemput Gabah meskipun minim diminati petani.

Dipaparkannya bahwa selama ini yang terjadi adalah petani menjual gabah ke penggilingan kecil atau pun pengepul dengan kadar air sekitar 25-30 persen.

Selanjutnya para penggilingan kecil atau pengepul yang akan menjual ke Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog.

“Untuk jemput gabah beras yang dilakukan Bulog ternyata tidak banyak yang memanfaatkan fasilitas jemput gabah beras. Namun apakah program Jemput Gabah beras akan dihilangkan? Tidak. Tetap ada, kami standby saja. Tetap ada,” tandas Bayu Krisnamurthi saat meninjau langsung Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog di Karawang, Jawa Barat, Senin (20/5/2024).

“Mereka berhitung apakah masuk, atau dapat untung nggak? Ternyata masih bisa. Jadi, dengan relaksasi harganya masih bisa masuk. Mereka tidak memilih program tadi, tidak menggunakan jemput gabah beras,” lanjutnya.

Bayu Krisnamurthi menekankan bahwa program Jemput Gabah merupakan sinyal kepada pasar bahwa Bulog siap untuk masuk hingga ke tingkat petani guna menjaga stabilitas harga.

“Kalau memang dibutuhkan (jemput gabah) kami bisa. Jadi, tujuannya kalau tidak bisa memasarkan padi menggunakan pendekatan konvensional, bisa melakukan pendekatan yang dilakukan Bulog,” urainya.

Perum Bulog mencatat sudah melakukan penyerapan sebanyak 1.050.000 ton gabah kering panen di tingkat petani atau 535.000 ton setara beras untuk pengadaan beras dalam negeri hingga 19 Mei 2024.

Baca Juga: 10 Ton Beras Harga Terjangkau Dipasarkan per Hari, Atasi Kebutuhan Warga Sorong Papua

“Total pengadaan Bulog per 19 Mei 2024 itu sudah mencapai 535 ribu ton setara beras atau kurang lebih 1.050.000 ton setara gabah,” kata Bayu Krisnamurthi.

Beras tadi diserap untuk penguatan cadangan beras pemerintah (CBP). Jumlah 535.000 ton adalah gabungan antara beras yang ditugaskan oleh pemerintah atau public service obligation (PSO) hingga beras komersial.

Musim panen raya pada musim tanam pertama atau MT1 akan berakhir dalam dua minggu ke depan. 

Bulog memprediksi hingga akhir Mei 2024 menargetkan dapat menyerap beras petani sebanyak 600 ribu ton setara beras.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI