- Proses peleburan Perum Bulog dengan Bapanas sedang berjalan melalui kelompok kerja di Kementerian PAN-RB.
- Direktur Utama Bulog berharap seluruh pembahasan mengenai badan otonom baru tersebut rampung pada akhir tahun ini.
- Bulog berpotensi mencatat keuntungan Rp2,4-2,5 triliun jika margin penugasan sebesar 7 persen disetujui pemerintah.
Suara.com - Rencana peleburan Perum Bulog dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) masih berproses di pemerintah. Bulog menyebut pembahasan tersebut berjalan melalui kelompok kerja dan belum bisa dijelaskan secara rinci.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pemerintah masih membahas pembentukan kelembagaan Bulog ke depan. Rizal menyebut proses itu berjalan sesuai arahan Presiden.
“Jadi terkait rencana ke depan Bulog menjadi badan otonom itu, sesuai dengan keinginan Bapak Presiden maupun hasil rapat-rapat Pokja pembentukan Bulog menjadi lembaga, itu sedang berjalan,” kata Rizal kepada wartawan, dikutip Minggu (25/1/2026).
Rizal menyatakan proses tersebut masih berlangsung di Kementerian PAN-RB. Rizal mengatakan Bulog belum bisa menyampaikan detail teknis karena pembahasan masih berjalan.
“Sedang on progress di Kementerian PAN-RB,” ujar Rizal.
Rizal mengatakan tim pokja masih menggodok bentuk kelembagaan yang akan diputuskan pemerintah. Rizal menyebut Bulog menunggu hasil final dari proses tersebut.
“Kami belum bisa jawab secara detail karena ini sedang proses berjalan oleh tim Pokja-nya,” ucap Rizal.
Rizal menargetkan pembahasan tersebut bisa selesai pada tahun ini. Rizal menyebut Bulog berharap proses itu segera terwujud.
“Insyaallah, mudah-mudahan dalam tahun ini bisa selesai dan bisa terwujud,” kata Rizal.
Dalam sesi yang sama, wartawan menanyakan soal pengaturan sembilan komoditas yang sebelumnya berada di bawah Bapanas. Wartawan juga menanyakan potensi pembentukan regulasi baru pasca peleburan.
Baca Juga: Margin Fee Bulog Naik Jadi 7 Persen, Rizal: Bisa Tambah Semangat dan Kinerja Perusahaan
Rizal tidak menjelaskan detail soal komoditas dan regulasi. Rizal menyebut pembahasan masih berada di tim pokja.
Rizal juga menyerahkan pertanyaan terkait kondisi keuangan Bulog kepada jajaran direksi. Rizal meminta Direktur Keuangan Bulog menjelaskan soal tutup buku.
Direktur Keuangan Bulog, Hendra Susanto menyebut Bulog menyampaikan angka kerugian sementara saat rapat dengan DPR. Direktur Keuangan menyebut angka itu terkait margin penugasan yang kecil.
“Kita kan enggak bisa tutup-tutupin kalau di RDP,” kata Hendra.
Hendra menyebut Bulog bisa membukukan keuntungan jika margin 7 persen disetujui pemerintah. Bulog memperkirakan keuntungan berada di kisaran Rp2,4 triliun hingga Rp2,5 triliun.
“Kalau nanti disetujui oleh pemerintah Bulog diberikan margin 7 persen maka Bulog akan membukukan keuntungan sebesar 2,4 sampai 2,5 triliun Rupiah,” pungkasnya.