Ecolab Miliki Peta Jalan Tata Kelola Air Bersih dan Sehat

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 30 Mei 2024 | 08:31 WIB
Ecolab Miliki Peta Jalan Tata Kelola Air Bersih dan Sehat
Ilustrasi air bersih. [Envato Elements]

Suara.com - Ecolab memiliki peta jalan terkait tata kelola air bersih dan sehat yang sejalan dengan tema besar World Water Forum Ke-10 di Bali yakni air untuk kesejahteraan bersama.

“Indonesia memiliki target keberlangsungan yang sudah dicanangkan dan ini merupakan momen penting juga dalam sektor pengelolaan air termasuk kami di Ecolab,” kata Presiden Direktur Ecolab Evan Jayawiyanto di sela World Water Forum Ke-10 di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Rabu.

Menurut dia, Ecolab tidak hanya bekerja sama dengan pelanggan, tapi dari internal perusahaan juga mencanangkan tata kelola air yang sehat dan bersih.

Peta jalan itu yakni mengurangi dampak yang ditimbulkan dari penggunaan air sebesar 40 persen per unit produksi di semua unit bisnis Ecolab yang dihitung sejak 2018 hingga rencananya pada 2030.

Kemudian, mengembalikan lebih dari 50 persen dari total volume penarikan air di lokasi yang berisiko tinggi.

Selan itu, mendukung operasi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan untuk air bersih dan dunia yang sehat.

“Sebagai pendukung utama tata kelola air, Ecolab menawarkan alat, solusi, teknologi dan keahlian untuk membantu pelanggan mengadopsi praktik pengolahan air cerdas. Jadi Ecolab sudah berencana tidak hanya eksternal tapi juga di internal kami ada untuk mendukung program air bersih,” imbuhnya.

Evan mengungkapkan tantangan dalam implementasi peta jalan itu yakni perlu edukasi yang lebih optimal untuk mendukung program air bersih, baik dari sisi internal dan sisi eksternal kepada para pelanggannya.

Kesadaran mengenai perencanaan juga menjadi tantangan tersendiri karena perlu diselaraskan antara kebutuhan air dan pembangunan.

Selain itu, regulasi yang lebih ketat juga diperlukan agar menekan pencemaran air sehingga tidak memberikan hambatan terhadap upaya mendaur ulang limbah cair menjadi air bersih.

Yang terpenting juga, kata dia, peningkatan investasi di sektor infrastruktur air bersih di antaranya untuk penyulingan air dan pemurnian air.

“Kalau Indonesia akan terus melanjutkan pembangunan, itu butuh air bersih. Kalau pembangunan bagus, air bersih juga harus cukup. Itu butuh perencanaan dan yang khusus lagi adalah regulasi lebih ketat soal pencemaran air,” imbuh Evan.

Sebelumnya, Ecolab telah melaksanakan studi bertajuk Ecolab Watermark Study di Indonesia, dimana salah satu temuan studi ini secara umum, adalah, masyarakat Indonesia menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap semua isu lingkungan dan menunjukkan kepedulian terbesar terhadap keberlanjutan air.

“Tidak mengherankan bahwa konsumen dalam kelompok ini juga paling mungkin untuk mengubah perilaku pembelian mereka karena penggunaan air dalam manufaktur,” demikian dilansir dari laporan studi tersebut.

Lebih lanjut, studi ini pun mengungkapkan bahwa upaya untuk menjaga agar air tetap bersih/aman dan mengurangi konsumsi air merupakan prioritas utama di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Keberlanjutan Infrastruktur Sektor Air, PT PII Berperan Aktif di WWF 2024

Dukung Keberlanjutan Infrastruktur Sektor Air, PT PII Berperan Aktif di WWF 2024

Bisnis | Senin, 27 Mei 2024 | 10:49 WIB

1.500 Pengunjung Padati DTW Jatiluwih,  Cuan Datang Saat World Water Forum 2024

1.500 Pengunjung Padati DTW Jatiluwih, Cuan Datang Saat World Water Forum 2024

Bisnis | Sabtu, 25 Mei 2024 | 17:08 WIB

Kelola Air dan Energi Baru: PJT I, CISPDR, dan PT Indra Karya Gelar Kolaborasi Tripartit

Kelola Air dan Energi Baru: PJT I, CISPDR, dan PT Indra Karya Gelar Kolaborasi Tripartit

Bisnis | Jum'at, 24 Mei 2024 | 17:37 WIB

Terkini

Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April

Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:27 WIB

WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit

WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:20 WIB

Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini

Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:18 WIB

Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global

Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:16 WIB

Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah

Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:55 WIB

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:48 WIB

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:38 WIB

ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok

ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:37 WIB

Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT

Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:31 WIB

Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM

Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:28 WIB