Pemerintah Diminta Maksimalkan Alternatif Lebih Rendah Risiko bagi Perokok Dewasa

Iwan Supriyatna

Rabu, 19 Juni 2024 | 11:12 WIB
Pemerintah Diminta Maksimalkan Alternatif Lebih Rendah Risiko bagi Perokok Dewasa
Ilustrasi merokok (Freepik.com/wirestock)

Suara.com - Pemerintah diharapkan turut berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat, terutama perokok dewasa, untuk beralih ke produk tembakau alternatif, seperti rokok elektronik (vape) dan produk tembakau yang dipanaskan, guna menurunkan prevalensi merokok.

Poin tersebut menjadi salah satu pembahasan sejumlah para praktisi kesehatan global dalam kongres Collegium International Neuro-Psychopharmacologicum (CINP) 2024, yang berfokus pada kemajuan penelitian terkini di Jepang belum lama ini.

Praktisi kesehatan di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, dr. Jeffrey Ariesta Putra, Sp.B, menyampaikan pemerintah dapat menerapkan komunikasi persuasif dan edukasi positif sekaligus memberikan solusi bagi perokok dewasa untuk beralih dari kebiasaan merokok.

Salah satunya dengan mengomunikasikan dan mengedukasi pemanfaatan produk tembakau alternatif karena telah terbukti secara ilmiah memiliki profil risiko yang lebih rendah dibandingkan terus merokok. Pasalnya, produk tembakau alternatif menghasilkan zat toksik atau zat berbahaya yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan rokok.

“Adanya inovasi lebih rendah risiko dalam industri tembakau juga perlu dipertimbangkan pemerintah jika benar-benar ingin menekan angka prevalensi merokok,” kata dr. Jeffrey yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut seperti dikutip, Rabu (19/6/2024).

Saat ini, ia meneruskan, masih banyak misinformasi atau hoax di publik yang menyebutkan produk tembakau alternatif sama berbahaya dengan rokok yang dibakar.

“Padahal untuk mendiagnosis penyakit harus dilihat dari kombinasi gaya hidup dan level stres seseorang, namun yang disalahkan selalu tembakau," ujar dr. Jeffrey.

Sebagai seorang dokter, lanjutnya, meminta pasien untuk mengurangi konsumsi bahkan berhenti merokok secara langsung tidaklah mudah. Bahkan lebih besar tingkat kegagalannya. Atas dasar itu, perokok dewasa perlu ditawarkan berbagai solusi, salah satunya dengan beralih ke produk lebih rendah risiko seperti produk tembakau alternatif jika mengalami kesulitan berhenti merokok. Di situasi ini, perlu adanya keterlibatan dari pemerintah agar jumlah perokok di Indonesia bisa mengalami tren penurunan seperti di beberapa negara lain.

“Artinya memang sudah seharusnya kita aware dengan produk tembakau alternatif. Kita bisa berkolaborasi dengan pemerintah membuat strategi untuk menemukan cara yang tepat mengatasi permasalahan rokok. Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, begitu juga dengan dokter,” ucap dr. Jeffrey.

baca juga

Dalam forum yang sama, Pakar Nikotin dan Kesehatan Publik Swedia, Dr. Karl Fagerström, menambahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (US FDA) telah melaporkan bukti ilmiah yang tersedia, termasuk studi epidemiologi jangka panjang pada pengguna produk tembakau alternatif.

Laporan tersebut menunjukkan dibandingkan dengan terus merokok, beralih ke produk tembakau alternatif memiliki risiko yang lebih rendah terhadap kanker mulut, penyakit jantung, kanker paru-paru, stroke, emfisema, dan bronkitis.

“Swedia memiliki tingkat kematian jauh lebih rendah akibat kanker paru-paru, kanker lain, dan penyakit kardiovaskular yang biasanya dikaitkan dengan penggunaan rokok, dibandingkan dengan negara-negara anggota Uni Eropa lainnya,” ujarnya.

Dengan temuan tersebut, Pemerintah Swedia sangat mendukung penggunaan produk tembakau alternatif. Berkat pemanfaatan produk tembakau alternatif, prevalensi merokok di Swedia saat ini hanya 5,6 persen.

“Prevalensi merokok dapat dikurangi dengan produk tembakau alternatif. Jadi produk tembakau alternatif tidak seharusnya diatur lebih ketat dari rokok," ungkap Karl.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asosiasi Konsumen: Produk Tembakau Alternatif Tak Pernah Ditujukan bagi Anak-anak

Asosiasi Konsumen: Produk Tembakau Alternatif Tak Pernah Ditujukan bagi Anak-anak

Bisnis | Senin, 10 Juni 2024 | 14:48 WIB

Asosiasi Tegaskan Komitmen Lindungi Anak-anak dari Produk Tembakau Alternatif

Asosiasi Tegaskan Komitmen Lindungi Anak-anak dari Produk Tembakau Alternatif

Bisnis | Senin, 27 Mei 2024 | 11:02 WIB

Misinformasi Sebabkan Perokok Dewasa Enggan Beralih ke Produk Tembakau Alternatif

Misinformasi Sebabkan Perokok Dewasa Enggan Beralih ke Produk Tembakau Alternatif

Bisnis | Senin, 20 Mei 2024 | 11:03 WIB

Terkini

2 Korban Kapal Virgo Transport 8 Aldo dan Bagus Ditemukan Meninggal, Keluarga Siapkan Pemakaman

2 Korban Kapal Virgo Transport 8 Aldo dan Bagus Ditemukan Meninggal, Keluarga Siapkan Pemakaman

Surakarta | Rabu, 23 September 2026 | 14:18 WIB

Sengkarut Syarat Ijazah Diuji Lagi di MK, Bisakah Gibran Didiskualifikasi?

Sengkarut Syarat Ijazah Diuji Lagi di MK, Bisakah Gibran Didiskualifikasi?

News | Rabu, 23 September 2026 | 14:18 WIB

BMKG Wanti-wanti Warga Riau, Habis Karhutla 'Terbitlah' Cuaca Ekstrem

BMKG Wanti-wanti Warga Riau, Habis Karhutla 'Terbitlah' Cuaca Ekstrem

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 14:17 WIB

Cara Membersihkan Hair Dryer dengan Mudah, Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

Cara Membersihkan Hair Dryer dengan Mudah, Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 14:15 WIB

Kerja Keras Tak Lagi Cukup: Gen Z Mulai Melihat Kemiskinan secara Sistemik?

Kerja Keras Tak Lagi Cukup: Gen Z Mulai Melihat Kemiskinan secara Sistemik?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 14:10 WIB

Vakum 8 Tahun, Lee Chang Dong Garap Film Baru Berjudul Possible Love

Vakum 8 Tahun, Lee Chang Dong Garap Film Baru Berjudul Possible Love

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 14:08 WIB

Tren Mobil Keluarga Bergeser, Kia Carens Tawarkan Fleksibilitas dan Desain Modern

Tren Mobil Keluarga Bergeser, Kia Carens Tawarkan Fleksibilitas dan Desain Modern

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 14:05 WIB

Meski Harta Ludes Terbakar, Warga Kebayoran Lama Memilih Bertahan demi Menjemput Rezeki

Meski Harta Ludes Terbakar, Warga Kebayoran Lama Memilih Bertahan demi Menjemput Rezeki

News | Rabu, 23 September 2026 | 14:00 WIB

Review Crew Girl: Kisah Perjuangan Atlet Remaja Mempertahankan Impian!

Review Crew Girl: Kisah Perjuangan Atlet Remaja Mempertahankan Impian!

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 14:00 WIB

Bukan Tak Tahu Diri, Ini Alasan Lulusan Kabupaten Berhak Ajukan Gaji Tinggi

Bukan Tak Tahu Diri, Ini Alasan Lulusan Kabupaten Berhak Ajukan Gaji Tinggi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:59 WIB

×