Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

HET Beras Naik, Apa Dampaknya ke Emiten NASI?

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 19 Juni 2024 | 13:40 WIB
HET Beras Naik, Apa Dampaknya ke Emiten NASI?
Ilustrasi. PT Wahana Inti Makmur Tbk (WIM) memiliki faktor pembeda dibandingkan pemain beras lainnya, lantaran fokus menggarap beras khusus dan beras sehat.

Suara.com - PT Wahana Inti Makmur Tbk (WIM) memiliki faktor pembeda dibandingkan pemain beras lainnya, lantaran fokus menggarap beras khusus dan beras sehat.

Dengan begini, bisnis emiten berkode saham NASI itu tak terimbas oleh harga eceran tertinggi (HET) beras yang ditetapkan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Pascapandemi Covid-19, permintaan beras khusus meningkat, seiring pulihnya sektor hotel restoran dan kafe (horeka) dan naiknya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan. Itu sebabnya, perseroan meyakini penjualan bisa tumbuh 10% menjadi Rp 87 miliar pada 2024, dibandingkan tahun lalu Rp 79 miliar, sedangkan laba bersih naik 618% menjadi Rp 2,6 miliar dari Rp 362 juta.

Harga beras khusus lebih tinggi dibandingkan beras medium, bahkan premium. Sebab, bahan baku dan pengolahannya berbeda dibandingkan beras medium. Selain menjual beras khusus, WIM juga menjual beras medium.

Beras WIM dipasok ke general trade, modern trade, distributor, hingga sektor hotel, restoran dan kafe (horeka). Tahun 2023, mayoritas penjualan WIM disumbangkan pelanggan sektor horeka sebesar Rp 31,4 miliar, modern trade Rp 16,4 miliar, distributor Rp 17,6 miliar, general trade pihak ketiga Rp 9,5 miliar dan berelasi Rp 4,1 miliar.

Direktur Utama WIM Piero Mustafa menuturkan, meski ada ancaman resesi global dan gejolak politik pada 2024, sektor industri makanan nasional masih akan tumbuh. Sebab, makanan, terutama beras yang diproduksi dan dijual perseroan, adalah kebutuhan pokok mayoritas masyarakat Indonesia.

Kenaikan permintaan, kata dia, juga akan terjadi di segmen beras khusus yang digeluti perseroan. Ini dipicu oleh pertambahan jumlah penduduk dan berkembangya sektor horeka, khususnya restoran.

“Kemampuan perseroan menyediakan beras khusus akan menjadi faktor pembeda dibanding perusahaan-perusahaan beras lainnya,” kata Piero dalam keterangan resmi, Rabu (19/6/2024).

Dia menambahkan, permintaan beras sehat juga akan meningkat, selaras dengan peningkatan kesadaran masyarakat akan kesehatan. “Oleh karena itu, meski tidak mudah, perseroan meyakini bisa mencapai target pada akhir 2024 seperti yang telah dicanangkan,” tegas Piero.

Piero menerangkan, ada sejumlah kendala dan tantangan yang dihadapi perseroan tahun pada 2024, terutama kendala siklis yang terjadi setiap tahun, yakni gejolak pasokan. Ini membuat harga beras fluktuatif, bahkan bisa naik tinggi.

Kemudian, kata dia, muncul tantangan dari peningkatan biaya operasional, khususnya biaya pengiriman serta kecukupan kuantitas dan kualitas SDM perserpan.

Perseroan, kata dia, menangani gejolak pasokan dengan cara memonitor secara rutin dan ketat panen di berbagai sentra produksi padi dan pasokan beras di pasaran. Perseroan akan mengatur secara dini persediaan bahan baku beras untuk mengantisipasi kekurangan pasokan. Perseroan berkomunikasi kepada seluruh pelanggan berkaitan dengan perubahan harga yang terjadi.

“Sementara itu, perseroan menangani peningkatan biaya pengiriman dengan mengatur rute dan jadwal pengiriman sefisien mungkin,” tegas dia.

Sebelumnya, Bapanas menetapkan Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium dan premium guna menjaga harga wajar di tingkat konsumen.

Melalui aturan itu, harga beras medium, dan beras premium diatur berdasarkan wilayah. Sebagai contoh, dalam aturan itu, HET beras medium di Jawa, Lampung, dan Sumaera Selatan mencapai Rp 12.500 per kilogram (kg), sedangkan beras premium Rp 14.900 per kg. Di Wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung, HET beras medium Rp 13.100 per kg dan HET beras premium Rp 15.400 per kg.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten Teknologi FUTR Catat Kenaikan Laba 193% di 2023

Emiten Teknologi FUTR Catat Kenaikan Laba 193% di 2023

Bisnis | Jum'at, 14 Juni 2024 | 16:34 WIB

Emiten Asuransi Ini Bidik Premi Bruto Rp 2 Triliun Tahun Ini

Emiten Asuransi Ini Bidik Premi Bruto Rp 2 Triliun Tahun Ini

Bisnis | Rabu, 12 Juni 2024 | 14:47 WIB

Upaya Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras, Ini Daftar HET Lengkap Perbadan

Upaya Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras, Ini Daftar HET Lengkap Perbadan

Bisnis | Jum'at, 07 Juni 2024 | 21:35 WIB

Terkini

BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru

BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:35 WIB

Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya

Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:27 WIB

Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar

Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:18 WIB

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun

Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:09 WIB

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:01 WIB

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50 WIB

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Ikon Kota yang Terawat Bisa Menggerakkan Ekonomi, AVIA Ungkap Alasannya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Pemerintah Bidik Hilirisasi Industri demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen di 2029

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:46 WIB