Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Misteri di Balik Rencana Private Placement GoTo

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 25 Juli 2024 | 09:46 WIB
Misteri di Balik Rencana Private Placement GoTo
GOTO telah meminta persetujuan untuk melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Suara.com - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menunjukkan ambisinya untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan.

Terbaru, GOTO telah meminta persetujuan untuk melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Rencana penerbitan saham baru ini diperkirakan mencapai 120,14 miliar saham.

Koesoemohadiani Corporate Secretary GOTO dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Kamis (25/7/2024)) menyampaikan bahwa GOTO berencana untuk menerbitkan saham baru maksimal 120.140.966.283 saham seri A setara dengan 10% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh

Lebih lanjut Koesoemohadiani memaparkan Penerbitan Saham Baru ini akan meningkatkan jumlah saham yang dikeluarkan Perseroan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan.

Pelaksanaan aksi korporasi ini juga akan memberikan dana tambahan bagi Perseroan untuk mendukung pengembangan kegiatan usaha Perseroan dan anak perusahaan dan memperkuat struktur permodalan Perseroan. Manfaat tersebut secara tidak langsung akan meningkatkan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

Apabila private placement ini dilaksanakan, persentase kepemilikan saham dari pemegang saham Perseroan saat ini akanmengalami penurunan (dilusi) sebesar maksimum 9,09% serta tidak akan mengakibatkan perubahan rasio hak suara Saham Seri B terhadap Saham Seri A.

Secara umum, rencana aksi korporasi ini akan memberikan dampak secara langsung terhadap struktur permodalan dan likuiditas saham Perseroan dan total ekuitas dan total kas dan setara kas Perseroan akan meningkat dengan diperolehnya dana dari aksi korporasi ini.

Adapun harga pelaksanaan saham tambahan adalah paling sedikit 90% dari rata-rata harga penutupan saham Perseroan selama kurun waktu 25 Hari Bursa berturut turut sebelum tanggal permohonan pencatatan saham tambahan hasil private placement.

Untuk melancarkan aksi korporasi ini maka GOTO akan meminta perseujuan dalam RUPSLB yang akan digelar pada tanggal 30 Agustus 2024.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Bekerja untuk Uang, Biarkan Uang yang Bekerja untukmu, Ayo Investasi Bersama BRI!

Jangan Bekerja untuk Uang, Biarkan Uang yang Bekerja untukmu, Ayo Investasi Bersama BRI!

Bri | Rabu, 24 Juli 2024 | 15:41 WIB

Sinergi BRI Group: Sasar 75 Ribu Karyawan Jadi Investor Saham, Apa Strateginya?

Sinergi BRI Group: Sasar 75 Ribu Karyawan Jadi Investor Saham, Apa Strateginya?

Bisnis | Selasa, 23 Juli 2024 | 16:32 WIB

Warren Buffett Kembali Jual Saham BYD, Kepemilikan Turun di Bawah 5%

Warren Buffett Kembali Jual Saham BYD, Kepemilikan Turun di Bawah 5%

Bisnis | Selasa, 23 Juli 2024 | 14:25 WIB

Terkini

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:48 WIB

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:34 WIB

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:17 WIB

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 19:05 WIB

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:59 WIB

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:54 WIB

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:50 WIB

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:40 WIB

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:39 WIB