Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Bonus Demografi Indonesia Bisa Jadi Beban Pada 2035

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 15 Agustus 2024 | 12:20 WIB
Bonus Demografi Indonesia Bisa Jadi Beban Pada 2035
Ekonom Senior sekaligus Founder Core Indonesia, Hendri Saparini (Foto Fadil)

Suara.com - Indonesia tengah memasuki masa emas dengan jumlah penduduk usia produktif yang semakin besar. Bonus demografi ini adalah peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.

Namun, potensi ini hanya akan terwujud jika generasi muda berperan aktif. Ekonom Senior sekaligus Founder Core Indonesia, Hendri Saparini mengatakan masa emas Indonesia untuk memanfaatkan bonus demografi akan hilang jika anak muda tidak bergerak dari sekarang.

"Hari ini 53% penduduk Indonesia itu adalah kelompok milenial dan Gen Z. Ini adalah usia produktif yang akan terus bertambah jumlahnya sampai puncak bonus demografi pada 2035, setelah itu adalah era penuaan artinya jumlah penduduk yang tidak produktif akan lebih banyak dibandingan yang produktif," kata Hendri dalam acara Ruang Gagasan Kemerdekaan Indonesia bertajuk 'Anak Muda Bisa Berkontribusi Apa? yang diselenggarakan Core Indonesia dan Suara.com di Jakarta pada Rabu malam (14/8/2024).

Menurutnya Anak Muda Indonesia memiliki energi, inovasi, dan kreativitas yang melimpah, mereka dapat menjadi motor penggerak perubahan dan ekonomi. Tantangan kini kata Hendri adalah bagaimana merangsang partisipasi aktif pemuda dalam berbagai sektor, mulai dari dunia usaha, teknologi, hingga pemerintahan.

"Artinya ini menjadi fakta yang semestinya menggugah anak muda untuk mempertimbangkan masa depan mereka, sekarang saja susah untuk mencari pekerjaan, bagaimana nanti setelah 2035 beban saya jauh lebih besar dari saat ini," kata Hendri.

Jika masalah ini tidak diatasi lanjut Hendri bonus demografi yang dinantikan Indonesia bisa menjadi pisau bermata dua karena tidak dikelola dengan baik dan akhirnya jumlah penduduk usia produktif yang besar justru dapat menjadi beban.

"Sekarang tinggal 11 tahun lagi untuk mencapai 2035, jika tidak diatasi dari sekarang akan membuat persoalan sosial dari tingkat pengangguran yang tinggi, kualitas pendidikan yang rendah, dan kurangnya keterampilan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bocoran Skuad Timnas Indonesia vs Arab Saudi: Tak Ada Nama Elkan Baggott!

Bocoran Skuad Timnas Indonesia vs Arab Saudi: Tak Ada Nama Elkan Baggott!

Bola | Kamis, 15 Agustus 2024 | 12:17 WIB

Pengamat Ini Bongkar Timnas Indonesia Bakal Kelimpungan Kalau Maarten Paes Tak Jadi Kiper lawan Arab Saudi karena Ini

Pengamat Ini Bongkar Timnas Indonesia Bakal Kelimpungan Kalau Maarten Paes Tak Jadi Kiper lawan Arab Saudi karena Ini

Bola | Kamis, 15 Agustus 2024 | 11:58 WIB

Arab Saudi vs Timnas Indonesia: Roberto Mancini Panggil 2 Bocah Bandel Rekan Cristiano Ronaldo

Arab Saudi vs Timnas Indonesia: Roberto Mancini Panggil 2 Bocah Bandel Rekan Cristiano Ronaldo

Bola | Kamis, 15 Agustus 2024 | 11:55 WIB

Terkini

Dirut Baru Berambisi Bawa BEI Masuk Daftar 10 Bursa Terbesar Dunia

Dirut Baru Berambisi Bawa BEI Masuk Daftar 10 Bursa Terbesar Dunia

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 14:44 WIB

Bikin Pusing Pengusaha, Mengapa Gas Industri Belakangan Ini Harganya Tinggi?

Bikin Pusing Pengusaha, Mengapa Gas Industri Belakangan Ini Harganya Tinggi?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 14:28 WIB

Dana Asing Rp449,83 M Minggat dari Pasar Saham di Sesi I, BBCA Banyak Dilepas

Dana Asing Rp449,83 M Minggat dari Pasar Saham di Sesi I, BBCA Banyak Dilepas

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 14:20 WIB

Telkom Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Kapabilitas Pengambil Keputusan untuk Dorong Pertumbuhan

Telkom Perkuat Kepatuhan Regulasi dan Kapabilitas Pengambil Keputusan untuk Dorong Pertumbuhan

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China

Ini Alasan Purbaya Ngotot Cari Utang lewat Panda Bond China

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:44 WIB

Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini Jadi Komisaris Pertamina Retail?

Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini Jadi Komisaris Pertamina Retail?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:33 WIB

Purbaya Endus Pegawai DJP Kongkalikong dengan Pengusaha soal Restitusi Pajak

Purbaya Endus Pegawai DJP Kongkalikong dengan Pengusaha soal Restitusi Pajak

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:22 WIB

Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU

Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:19 WIB

Temukan Indikasi Bau Solar pada Minyakita, Dirut Bulog Instruksikan Penarikan Produk PT KMR

Temukan Indikasi Bau Solar pada Minyakita, Dirut Bulog Instruksikan Penarikan Produk PT KMR

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:15 WIB

IHSG Merana Anjlok Hampir 1%, Saham Perbankan Jadi Pemberat

IHSG Merana Anjlok Hampir 1%, Saham Perbankan Jadi Pemberat

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 13:10 WIB

×