Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bonus Demografi Indonesia Bisa Jadi Beban Pada 2035

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 15 Agustus 2024 | 12:20 WIB
Bonus Demografi Indonesia Bisa Jadi Beban Pada 2035
Ekonom Senior sekaligus Founder Core Indonesia, Hendri Saparini (Foto Fadil)

Suara.com - Indonesia tengah memasuki masa emas dengan jumlah penduduk usia produktif yang semakin besar. Bonus demografi ini adalah peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional.

Namun, potensi ini hanya akan terwujud jika generasi muda berperan aktif. Ekonom Senior sekaligus Founder Core Indonesia, Hendri Saparini mengatakan masa emas Indonesia untuk memanfaatkan bonus demografi akan hilang jika anak muda tidak bergerak dari sekarang.

"Hari ini 53% penduduk Indonesia itu adalah kelompok milenial dan Gen Z. Ini adalah usia produktif yang akan terus bertambah jumlahnya sampai puncak bonus demografi pada 2035, setelah itu adalah era penuaan artinya jumlah penduduk yang tidak produktif akan lebih banyak dibandingan yang produktif," kata Hendri dalam acara Ruang Gagasan Kemerdekaan Indonesia bertajuk 'Anak Muda Bisa Berkontribusi Apa? yang diselenggarakan Core Indonesia dan Suara.com di Jakarta pada Rabu malam (14/8/2024).

Menurutnya Anak Muda Indonesia memiliki energi, inovasi, dan kreativitas yang melimpah, mereka dapat menjadi motor penggerak perubahan dan ekonomi. Tantangan kini kata Hendri adalah bagaimana merangsang partisipasi aktif pemuda dalam berbagai sektor, mulai dari dunia usaha, teknologi, hingga pemerintahan.

"Artinya ini menjadi fakta yang semestinya menggugah anak muda untuk mempertimbangkan masa depan mereka, sekarang saja susah untuk mencari pekerjaan, bagaimana nanti setelah 2035 beban saya jauh lebih besar dari saat ini," kata Hendri.

Jika masalah ini tidak diatasi lanjut Hendri bonus demografi yang dinantikan Indonesia bisa menjadi pisau bermata dua karena tidak dikelola dengan baik dan akhirnya jumlah penduduk usia produktif yang besar justru dapat menjadi beban.

"Sekarang tinggal 11 tahun lagi untuk mencapai 2035, jika tidak diatasi dari sekarang akan membuat persoalan sosial dari tingkat pengangguran yang tinggi, kualitas pendidikan yang rendah, dan kurangnya keterampilan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bocoran Skuad Timnas Indonesia vs Arab Saudi: Tak Ada Nama Elkan Baggott!

Bocoran Skuad Timnas Indonesia vs Arab Saudi: Tak Ada Nama Elkan Baggott!

Bola | Kamis, 15 Agustus 2024 | 12:17 WIB

Pengamat Ini Bongkar Timnas Indonesia Bakal Kelimpungan Kalau Maarten Paes Tak Jadi Kiper lawan Arab Saudi karena Ini

Pengamat Ini Bongkar Timnas Indonesia Bakal Kelimpungan Kalau Maarten Paes Tak Jadi Kiper lawan Arab Saudi karena Ini

Bola | Kamis, 15 Agustus 2024 | 11:58 WIB

Arab Saudi vs Timnas Indonesia: Roberto Mancini Panggil 2 Bocah Bandel Rekan Cristiano Ronaldo

Arab Saudi vs Timnas Indonesia: Roberto Mancini Panggil 2 Bocah Bandel Rekan Cristiano Ronaldo

Bola | Kamis, 15 Agustus 2024 | 11:55 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×