Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Intip Upaya Kilang Pertamina Internasional Unit Balikpapan Berantas Stunting dan Kemiskinan

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 28 Agustus 2024 | 20:25 WIB
Intip Upaya Kilang Pertamina Internasional Unit Balikpapan Berantas Stunting dan Kemiskinan
KPI Unit Balikpapan terus meningkatkan kapabilitas anggota Wasiat Sejahtera.

Suara.com - Pos Pelayanan Terpadu alias Posyandu ternyata tak sekadar berfungsi sebagai penjaga garda terdepan kesehatan ibu dan anak. Di tangan Perwira KPI Unit Balikpapan, Posyandu dapat berperan sekaligus untuk memberantas kemiskinan dengan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan keluarga lewat Warga Siaga Sehat (Wasiat), salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) binaan perusahaan.

Popularitas Posyandu sebagai bagian dari gerakan perubahan di masyarakat tidak meredup meskipun pemerintahan terus berganti. Posyandu pertama kali diperkenalkan di Desa Bendungan, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada 21 Agustus 1971. Pendirian Posyandu merupakan inisiatif Ibu Tien Soeharto, istri Presiden Soeharto, yang pada saat itu menjabat sebagai Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Indonesia.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan, Dodi Yapsenang, menuturkan pelaksanaan program Wasiat berdasarkan pada hasil pemetaan sosial yang dilakukan perusahaan pada 2021 yang menemukan masih terdapat kasus bayi dan balita kurang gizi hingga stunting.

Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat masih rendah. Perekonomian masyarakat termasuk kelompok rentan dan tinggal di pemukiman padat penduduk dan cukup kumuh.

Program Wasiat dijalankan di beberapa lokasi. Wasiat Dewi Shinta beralamat di Desa Girimukti, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Wasiat Sejahtera 51 di Kelurahan Baru Ilir serta Wasiat Ria Manuntung 13 di Kelurahan Baru Tengah, Kota Balikpapan.  

“Program Wasiat secara rutin mengadakan kegiatan yang mendukung peningkatan kesehatan komprehensif mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengukuran berat dan tinggi badan anak, hingga edukasi kesehatan. Kegiatan yang dijalankan tak hanya fokus pada bayi, balita, maupun lansia. Program ini juga memiliki kegiatan yang menyasar remaja dan lansia,” tutur dia, ditulis Rabu (28/8/2024).

Program Wasiat antara lain menjadi bentuk implementasi oleh PT KPI Unit Balikpapan dalam penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada Poin 3 menjamin kehidupan sehat dan poin 4 edukasi kesehatan yang berkualitas dan poin 8 pertumbuhan ekonomi. 

Kelompok Wasiat Sejahtera beberapa kali menggelar sekolah balita dan bakti sosial untuk menanggulangi stunting di Kelurahan Baru Ilir.

“Program pemberian makan untuk anak kurang gizi-stunting merupakan kolaborasi CSR KPI Unit Balikpapan dan PWP Tingkat Wilayah Unit Balikpapan. Kami berharap program ini dapat terintegrasi dengan kegiatan lain seperti sekolah bayi yang masih selaras dengan pemantauan tumbuh kembang anak yang saat ini dijalankan oleh Posyandu RT 51 sebagai Mitra Binaan PT KPI Unit Balikpapan.” kata Dodi.

Kepala Puskesmas Baru Ilir Erika Sembiring berharap dengan adanya program pemberian makanan tinggi protein pada 8 orang bayi dan balita yang mengalami kurang gizi-stunting akan ada kemajuan pada anak- anak tersebut.

“Program ini perlu dimulai dengan edukasi kepada orang tua bayi balita. Kita harapkan dengan bantuan PWP, semoga anak yang mendapatkan bantuan bisa sehat, pintar dan memiliki masa depan yang baik,” ujar dia.

KPI Unit Balikpapan terus meningkatkan kapabilitas anggota Wasiat Sejahtera dengan berbagai kegiatan pemberdayaan seperti pelatihan budidaya sayur dan ikan dengan media akuaponik, penanaman di lorong hijau, serta pelatihan diversifikasi produk olahan.

Pendampingan juga didukung dengan pelatihan manajemen keuangan dan administrasi kelompok. Perusahaan juga memberikan modal usaha dalam bentuk pembangunan infrastruktur tampungan air hujan, pembangunan tempat penyemaian dan lorong hijau serta pengadaan alat produksi UMKM.

Praktisi dari BDS Snack, Sri Astuti Wijaya, menjadi narasumber dalam pelatihan pembuatan makanan olahan untuk kelompok Wasiat Sejahtera. Ia mengajarkan pembuatan kripik pisang rasa jahe dan stick singkong. Kripik pisang berbahan dasar alami dari jahe yang dapat menguatkan sistem daya tahan tubuh. 

Sebelumnya, kelompok Wasiat Sejahtera berhasil membudidayakan jahe sebagai salah satu tanaman toga yang dikembangkan di kawasan pemukiman padat penduduk.

"Jika ingin sukses dan mau maju, kita harus berkomitmen, berkomitmen bahwa produk yang kita miliki mempunyai khasiat dan manfaat baik untuk kesehatan," kata Astuti. 

Anggota kelompok Wasiat Sejahtera yang berasal dari 10 keluarga miskin mendapatkan peningkatan pendapatan sebesar Rp450 ribu per orang setiap bulanya. Hasil pendapatan anggota Wasiat mampu untuk membeli air bersih bagi keluarga mereka.

Tambahan pendapatan dari kelompok didapatkan dari hasil panen sayuran dari lorong hijau, panen ikan lele dan nila, dan hasil penjualan produksi produk olahan UMKM. 

Kelompok Wasiat Sejahtera juga mampu mengurangi pengeluran biaya belanja bahan pemberian makanan setiap kegiatan rutin Posyandu sebanyak Rp3 juta per tahun. Efisiensi pengeluaran biaya belanja tersebut berasal dari hasil panen hasil panen kelompok yang diolah menjadi bahan pembuatan makanan untuk bayi dan balita.

“Pada implementasinya Kelompok Wasiat Sejahtera sangat terbuka untuk menularkan ilmu yang telah didapatkan kepada warga sekitar ataupun kelompok lain. Pada kemarau panjang lalu, disaat air PDAM juga sangat susah didapatkan kelompok mau untuk berbagi penggunaan air tampungan hujan kepada 3 KK sebanyak 15 orang di sekitar. Kelompok juga mampu memperluas ilmu pengetahuan dengan memberikan pelatihan pengolahan jamu sehat dan stik bayam keju kepada kelompok UMKM Srikandi Kota Balikpapan.” Papar Dodi.

Hasil sayuran segar, ikan lele, ikan nila, jamu, dan makanan olahan yang telah dikemas dengan baik dipasarkan kepada warga sekitar dan Pasar Pandan Sari. Kripik pisang Manja (manis jahe) dan kripik singkong Tekoku dijual masing-masing Rp15 ribu per bungkus.

Jamu Wasiat jahe merah dan kunyit asam dijual masing-masing Rp10 ribu per kemasan, dan lele berbumbu (Lembu) yang siap untuk digoreng dijual Rp35 ribu per bungkus. Dalam setahun mendatang, KPI Unit Balikpapan akan memperkuat kemandirian dan memperluas jaringan pemasaran.

“Produk UMKM Wasiat berhasil dipasarkan di warga, warung sekitar, Pasar Pandan Sari, dan salah satu toko UD Mawar Indah. Karyawan PT KPI juga cukup sering membeli hasil panen ikan lele tiap kali panen dan produk UMKM juga selalu menjadi pilihan kudapan jika ada acara di perusahaan,” jelas Dodi. 

PT KPI juga menyediakan media sosial milik perusahaan untuk menjadi wadah pemasaran produk olahan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Erick Thohir Andalkan Yayasan BUMN Buat Perangi Stunting

Erick Thohir Andalkan Yayasan BUMN Buat Perangi Stunting

Bisnis | Rabu, 28 Agustus 2024 | 16:30 WIB

Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek Dorong Penanganan Stunting Melalui Kegiatan Posyandu Remaja

Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek Dorong Penanganan Stunting Melalui Kegiatan Posyandu Remaja

Bisnis | Selasa, 27 Agustus 2024 | 15:38 WIB

Lewat Survei Status Gizi Indonesia, Ini 4 Masalah yang Ditemukan Kemenkes

Lewat Survei Status Gizi Indonesia, Ini 4 Masalah yang Ditemukan Kemenkes

News | Selasa, 20 Agustus 2024 | 11:52 WIB

Terkini

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 06:00 WIB

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:05 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:25 WIB

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:55 WIB

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:16 WIB

Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna

Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:10 WIB

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:48 WIB