Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.373

Alasan Pemerintah Gunakan Susu dari Ikan dalam Program Makan Bergizi Gratis

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 11 September 2024 | 16:56 WIB
Alasan Pemerintah Gunakan Susu dari Ikan dalam Program Makan Bergizi Gratis
Menkop dan UKM, Teten Masduki menyampaikan paparan terkait Project S TikTok usai acara National Cooperative Summit 2023 di Yogyakarta, Sabtu (22/07/2023). [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

Suara.com - Pemerintah berencana menggunakan susu hasil olahan ikan untuk program makan bergizi gratis. Program ini merupakan andalan dari Presiden Terpilih Prabowo Subianto.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut, rencana ini bisa menjadi industri baru, karena akan banyak dibangun pabrik baru yang mengolah ikan menjadi susu.

"Karena di setiap tempat pelelangan ikan (TPI) bisa kita bangunkan pabrik pengolahan hidrolisat protein ikannya, lalu diolah jadi susu dan itu teknologinya teknologi lokal. Jadi ini tingkat komponen dalam negeri (TKDN)-nya tinggi," ujar Teten ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (11/9/2024).

Teten menuturkan, sebenarnya rencana untuk menciptakan pelaku UMKM baru. Ini juga merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo agar bisa melibatkan para UMKM.

"Nah salah satunya yang potensial adalah susu. Karena susu ini kan bisa, apalagi kalau makan bergigi ini untuk anak-anak sekolah. Saya kira itu dengan ekstrak protein yang diolah jadi susu ini kan lebih mudah dicerna," jelas dia.

Menurut dia, Indonesia kaya dengan ikan, sehingga potensi itu bisa dimanfaatkan untuk diolah menjadi susu. Apalagi, susu di dalam negeri hampir 80 persen impor.

"Dan hampir nggak mungkin kita bisa swasembada susu. Karena keterbatasan lahan, produktivitas sapi, juga susu sapi itu di kita cuma 15 liter per hari," jelas Teten.

"Kebetulan saya tahu karena ini kan semuanya hampir koperasi. Pemerah susu itu sebagian besarnya adalah koperasi," sambung dia.

Pemerintah baru era Prabowo Subianto kabarnya mulai serius terkait potensi penggunaan susu ikan sebagai alternatif pengganti susu sapi dalam program "Makan Bergizi dan Susu Gratis".

Pasalnya, dengan target 82,9 juta penerima manfaat, yang meliputi anak-anak sekolah hingga ibu hamil, program ini menghadapi tantangan serius dalam ketersediaan susu sapi di dalam negeri.

Merujuk pada data Kementerian Pertanian, kebutuhan susu nasional saat ini mencapai 4,3 juta ton per tahun, sementara produksi susu dalam negeri hanya mampu memenuhi 22,7 persen dari total kebutuhan tersebut. Sisanya, sekitar 77,3 persen, masih harus dipenuhi melalui impor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jurus Keponakan Prabowo Dongkrak Penerimaan Negara Tahun Depan

Jurus Keponakan Prabowo Dongkrak Penerimaan Negara Tahun Depan

Bisnis | Rabu, 11 September 2024 | 16:08 WIB

Jelang Pelantikan, Prabowo Dapat Laporan Khusus APBN dari Sri Mulyani, Apa Isinya?

Jelang Pelantikan, Prabowo Dapat Laporan Khusus APBN dari Sri Mulyani, Apa Isinya?

Bisnis | Rabu, 11 September 2024 | 15:15 WIB

Keponakan Prabowo Ingin Cukai Minuman Manis Dipatok Minimal 2,5%

Keponakan Prabowo Ingin Cukai Minuman Manis Dipatok Minimal 2,5%

Bisnis | Rabu, 11 September 2024 | 09:03 WIB

Terkini

Pasokan Terancam, Harga Minyak Dunia Naik Tajam di Awal Mei 2026

Pasokan Terancam, Harga Minyak Dunia Naik Tajam di Awal Mei 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 11:02 WIB

Harga Pangan 1 Mei 2026  Cabai Rawit Merah Tembus Rp84.000/Kg, Bawang Merah dan Beras Ikut Meroket

Harga Pangan 1 Mei 2026 Cabai Rawit Merah Tembus Rp84.000/Kg, Bawang Merah dan Beras Ikut Meroket

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:39 WIB

CIMB Niaga Cetak Laba Rp2,3 Triliun di Kuartal I 2026

CIMB Niaga Cetak Laba Rp2,3 Triliun di Kuartal I 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:03 WIB

Bank Indonesia Luncurkan PIDI dan QRIS Antarnegara RI-China, Dorong Ekonomi Digital 2026

Bank Indonesia Luncurkan PIDI dan QRIS Antarnegara RI-China, Dorong Ekonomi Digital 2026

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 09:28 WIB

Update Harga Emas 1 Mei 2026 di Tengah Ketidakpastian Global

Update Harga Emas 1 Mei 2026 di Tengah Ketidakpastian Global

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 09:08 WIB

Riset Oxford: Produk Tembakau Alternatif Lebih Ampuh Bantu Perokok 'Hijrah'

Riset Oxford: Produk Tembakau Alternatif Lebih Ampuh Bantu Perokok 'Hijrah'

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 08:36 WIB

Cashlez (CASH) Siap Rights Issue Rp237 Miliar untuk Kurangi Beban Kerugian

Cashlez (CASH) Siap Rights Issue Rp237 Miliar untuk Kurangi Beban Kerugian

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 07:52 WIB

Kisah Owner Jejamuran, Buka Usaha di Usia 62 Tahun hingga Dua Kali Dipanggil ke Istana

Kisah Owner Jejamuran, Buka Usaha di Usia 62 Tahun hingga Dua Kali Dipanggil ke Istana

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 07:44 WIB

IHSG Merosot Sepekan, Nilai Kapitalisasi Pasar Menyusut 2,78 Persen

IHSG Merosot Sepekan, Nilai Kapitalisasi Pasar Menyusut 2,78 Persen

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 07:22 WIB

Harga BBM Pertamina Hari Ini 1 Mei 2026: Harga Pertamax Belum Berubah

Harga BBM Pertamina Hari Ini 1 Mei 2026: Harga Pertamax Belum Berubah

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 06:12 WIB