- Bank Indonesia meluncurkan PIDI: Digdaya x Hackathon pada 30 April 2026 untuk mencetak talenta digital menghadapi disrupsi kecerdasan buatan.
- Bank Indonesia meresmikan QRIS Antarnegara dengan China guna meningkatkan efisiensi transaksi lintas batas melalui penggunaan mata uang lokal.
- Pertumbuhan transaksi digital nasional mencapai 37,69 persen pada triwulan I 2026, didorong oleh melonjaknya penggunaan QRIS oleh para merchant.
Suara.com - Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI): Digdaya x Hackathon guna mempercepat ekonomi keuangan digital nasional menuju visi Indonesia 2045.
Gubernur BI, Perry Warjiyo juga meresmikan implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-China. Hal ini, sebuah inovasi sistem pembayaran lintas batas yang memperkuat kerja sama ekonomi antara kedua negara.
"Inisiatif ini dirancang untuk mencetak talenta digital inovatif yang mampu menghadapi disrupsi kecerdasan buatan (AI) serta mendukung transformasi ekonomi Indonesia," katanya di Gedung BEI, Kamis, (30/4/2026).
Perry menegaskan bahwa peluncuran PIDI merupakan momentum penting untuk belajar dan memanfaatkan kecerdasan buatan bagi kepentingan yang bermanfaat.
"Indonesia tidak hanya melahirkan inovasi, tetapi juga mampu mengeksekusinya secara global. QRIS Antarnegara merupakan contoh riil implementasi inovasi domestik yang dikembangkan dan diperluas pemanfaatannya hingga lintas negara," bebernya.
Kerja sama antara Bank Indonesia dan People's Bank of China (PBoC) ini juga bertujuan mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi lintas batas (Local Currency Transaction/LCT).

Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan risiko volatilitas nilai tukar serta membuat arus perdagangan dan investasi antara Indonesia dan China menjadi lebih efisien dan inklusif.
Seiring pesatnya inovasi tersebut, volume transaksi pembayaran digital pada triwulan I 2026 mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 37,69 persen secara tahunan (yoy) atau mencapai 14,82 miliar transaksi.
Secara khusus, transaksi QRIS melonjak tinggi hingga 116,43 persen (yoy) dengan jumlah akseptasi mencapai 44 juta merchant, yang mayoritas merupakan sektor UMKM, serta melayani 61,7 juta pengguna.
Kinerja QRIS Antarnegara juga menunjukkan tren positif, di mana volume transaksi wisatawan asing di Indonesia (inbound) tercatat lebih tinggi dibandingkan transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri (outbound).
Pada triwulan I 2026, volume transaksi inbound melonjak hingga 222 persen (yoy) dengan nilai nominal mencapai Rp713,59 miliar.
Melalui program PIDI: Digdaya x Hackathon, Bank Indonesia berupaya membekali para inovator muda dengan kompetensi teknis dan kewirausahaan agar mampu menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Sinergi antara otoritas, dunia usaha, dan talenta muda bangsa ini diharapkan memperkuat struktur ekosistem ekonomi digital nasional yang aman, serta meningkatkan volume transaksi pembayaran digital demi mendukung kemandirian ekonomi UMKM dan daya saing global Indonesia.