Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

Nggak Asal-asalan, Pupuk Indonesia Pakai Data Kelompok Tani Salurkan Pupuk

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 13 September 2024 | 16:24 WIB
Nggak Asal-asalan, Pupuk Indonesia Pakai Data Kelompok Tani Salurkan Pupuk
PT Pupuk Indonesia (Persero) mengimbau kepada seluruh petani agar mewaspadai peredaran pupuk tiruan menjelang musim tanam.

Suara.com - PT Pupuk Indonesia (Persero) menyebut penyaluran pupuk tidak asal-asalan kepada seluruh petani. Perseroan menggunakan data kelompok petani agar penyaluran pupuk bisa tepat sasaran.

"Jadi tidak semua sembarangan, harus ada pertanggungjawabannya kan sehingga jelas datanya," ujar Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Tri Wahyudi Saleh yang dikutip Jumat (13/9/2024).

Selain tepat sasaran, bilang Tri, Pupuk Indonesia juga mengajarkan petani soal penggunaan pupuk yang tepat. Sehingga, hasil pertanian para petani bisa lebih optimal.

"Karena kami membina edukasi pada petani. Jangan sembarangan memupuk, ya. Kita ada prosesnya farming. Kapan memupuknya, kebutuhannya seperti apa. Karena kami siapin mobil uji tanah. Jadi nggak sembarangan kita," ucap dia.

Dalam kesempatan ini, Tri menuturkan, perusahaan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta bekerja sama dalam meningkatkan produktivitas urban farming di Jakarta.

Hal ini ditandai dalam program penyaluran pupuk dan benih tanaman pangan kepada kelompok Tani Muda Berdaya Jakarta Selatan di Kelurahan Cipedak, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

"Kami memberikan bantuan CSR sebanyak enam ton Urea dan enam ton NPK untuk 31 kelompok tani di Jakarta," ujar Tri.

Tri menilai urban farming memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia. Oleh karena itu, Pupuk Indonesia juga memberikan bantuan mobil uji tanah untuk meningkatkan produktivitas urban farming di Jakarta.

"Alhamdulillah tanah di sini cukup bagus, pH-nya normal antara enam hingga tujuh. Yang menjadi persoalan di sini adalah defisit nitrogen, N-nya kurang sehingga kami bisa memberikan pupuk urea, tapi unsur phospat dan kaliumnya di sini cukup bagus. Kami edukasi juga jangan sembarangan memupuk dan kami siapkan mobil uji tanah," ucap Tri.

Tri tak menutup kemungkinan Pupuk Indonesia memperluas dukungan urban farming di banyak perkotaan Indonesia dengan menggandeng seluruh kantor Kejaksaan Tinggi lain. Tri menilai dukungan Kejaksaan Tinggi sangat penting dalam menjaga transparansi dan juga pendampingan dari sisi hukum terhadap program tersebut.

"Kita tidak akan berhenti di sini. Pemerintah daerah lain yang punya lahan kosong juga kita bisa manfaatkan untuk urban farming," lanjut Tri.

Tri menyampaikan Pupuk Indonesia juga telah menyalurkan 4,7 juta ton pupuk bersubsi secara nasional untuk mendukung proses musim tanam. Tri mengatakan hal ini bentuk komitmen Pupuk Indonesia dalam menjalankan penugasan pemerintahan untuk kebutuhan pupuk.

"Kami juga punya program Makmur arahan Pak Menteri BUMN Erick Thohir yang sudah hampir 500 ribu hektare dan ditargetkan mencapai 1 juta hektare pada tahun depan," pungkas Tri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pencapaian Rendemen Harian Tertinggi PG Krebet Baru Menuju 10% Akan Sejahterakan Petani

Pencapaian Rendemen Harian Tertinggi PG Krebet Baru Menuju 10% Akan Sejahterakan Petani

Bisnis | Selasa, 10 September 2024 | 17:21 WIB

BUMN Pupuk RI Pamer Bantu Timor Leste Luncurkan Beras Nasional Perdana

BUMN Pupuk RI Pamer Bantu Timor Leste Luncurkan Beras Nasional Perdana

Bisnis | Senin, 09 September 2024 | 16:50 WIB

Berdayakan Petani, Bank Mandiri Hadirkan Fasilitas Pengolahan Beras di Bali

Berdayakan Petani, Bank Mandiri Hadirkan Fasilitas Pengolahan Beras di Bali

Bisnis | Minggu, 01 September 2024 | 08:06 WIB

Terkini

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN 2026 Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN 2026 Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:57 WIB

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Gak Cuma Murah, Minyak Rusia Ternyata 'Jodoh' Buat Kilang Pertamina

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

OJK dan BEI Bongkar Data Pemilik Saham RI, Berharap Genjot Transparansi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:40 WIB

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Produksi Cat Nasional Tembus 1,5 Juta Ton, Pemerintah Soroti Pentingnya Keamanan Produk

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:31 WIB