Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Seminar Internasional PVC: Menuju Ekonomi Sirkular untuk Lingkungan yang Lebih Hijau

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 16 September 2024 | 05:57 WIB
Seminar Internasional PVC: Menuju Ekonomi Sirkular untuk Lingkungan yang Lebih Hijau
Seminar Internasional dengan tema "From Linear to Circular – Enhancing Resources in The PVC Value Chain".

Suara.com - Seiring dengan meningkatnya kesadaran global tentang kelestarian lingkungan, industri semakin ditantang untuk memikirkan kembali praktik tradisional dan mengadopsi strategi inovatif untuk mengurangi sampah dan meningkatkan efisiensi sumber daya.

Anggota asosiasi ASEAN Vinyl Council (AVC) Indonesia, yang terdiri dari Produsen PVC Resin, yaitu PT Asahimas Chemical, PT Standard Toyo Polymer, PT Sulfindo Adi Usaha, dan PT TPC Indo Plastic and Chemicals, menyelenggarakan Seminar Internasional dengan tema "From Linear to Circular – Enhancing Resources in The PVC Value Chain".

Seminar ini dihadiri oleh Direktur Pengurangan Sampah Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Vinda Damayanti, dan 100 peserta yang terdiri dari pejabat pemerintah, asosiasi, industri, peneliti, akademisi dari negara-negara ASEAN, dan praktisi daur ulang untuk membahas isu penting seputar rantai nilai PVC dalam konteks ekonomi sirkular.

Tujuan utama seminar ini adalah untuk memperkenalkan dan mengeksplorasi rantai nilai PVC dengan mengedapankan peran dan interaksi di dalamnya, serta menumbuhkan pemahaman yang lebih tentang bagaimana elemen-elemen ini berkontribusi pada keberlanjutan dan sirkularitas.

Pendekatan kolaboratif ini berupaya membangun jaringan individu dan organisasi yang lebih kohesif yang berkomitmen untuk memajukan praktik ekonomi sirkular. Selain itu, seminar juga bertujuan untuk mendorong kegiatan daur ulang di Indonesia dan mendukung program pemerintah yang berfokus pada pengelolaan sampah dan keberlanjutan.

Topik yang dibahas meliputi peraturan mengenai ekonomi sirkular, peran PVC dalam keberlanjutan, hubungan dan kolaborasi antar entitas, pengembangan database daur ulang PVC di Indonesia, kontribusi industri terhadap keberlanjutan, dan kemajuan teknologi daur ulang PVC. Melalui diskusi tersebut, diharapkan dapat mengembangkan wawasan, mengubah persepsi, dan meningkatkan kesadaran di antara para pemangku kepentingan.

"Tujuan seminar ini adalah untuk mempromosikan program pemerintah terkait "Polusi Plastik" (UNEA), Peta Jalan Pengurangan Sampah di Indonesia, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dalam hal pilar keberlanjutan ekonomi dan lingkungan, khususnya di industri Polyvinyl Chloride (PVC)," kata Eddy Sutanto, Ketua Umum AVC dan Presiden Direktur PT Asahimas Chemical, ditulis Senin (16/9/2024).

Menurutnya, pendapat umum tentang PVC yang berlaku secara linier, mulai dari ekstraksi hingga produksi, konsumsi, dan pengolahan akhir. Namun, dengan bertransisi ke ekonomi sirkular, kita dapat meminimalkan sampah, mengurangi jejak karbon, dan menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Eddy Sutanto menambahkan bahwa industri PVC resin perlu selaras dengan misi Asosiasi AVC untuk mengambil peran aktif dalam mengadvokasi nilai produk PVC melalui penyebaran informasi teknis dan edukasi kepada Masyarakat dan para pemangku kepentingan.

Seminar internasional ini menampilkan nara sumber, yaitu Christine Halim dari Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), Mochamad Chalid dari Center for Sustainability and Waste Management Universitas Indonesia (CSWM UI), Manit Nititanakul dari Chulalongkorn University Thailand, Amir Razmjou Chaharmahali dari Edith Cowan University (ECU) Australia, Melissa Skidmore dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO) Australia, Hadiyan Fariz Azhar dari PT Kita Bumi Global (Kibumi), Teh Chin Yaw dari Sun Ace Kakoh, Agung Nugroho dari PT Asahimas Chemical, Egi Erlangga dari PT Standard Toyo Polymer, Sarjuni Rahmat dari PT Wahana Duta Jaya Rucika, dan Rifqi Hijiri Saputro dari PT Lautan Luas Tbk.

Saat membuka acara seminar, Ibu Vinda Damayanti menyampaikan bahwa ekonomi sirkular adalah elemen kunci untuk mengatasi masalah sampah padat kota secara global. Terdapat 2 tantangan utama, yaitu jumlah sampah dan komposisi sampah kota. Kedua tantangan ini juga berkorelasi dengan laporan United Nations Environment Program yang menyatakan bahwa sampah plastik memiliki hubungan yang erat dengan tiga krisis planet, termasuk perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi.

Ia menambahkan bahwa Seminar ini akan menjadi momentum yang tepat untuk membangun bisnis sirkular plastik pasca-konsumsi PVC melalui tindakan kolaboratif di antara seluruh rantai nilai PVC dari hulu ke hilir, mulai dari produksi hingga pengolahan akhir. Seminar ini dapat memberikan hasil yang inovatif dan menghasilkan manfaat bagi lingkungan dan bisnis kita mulai dari sekarang dan di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Koperasi Pemulung Ini Hasilkan Pendapatan Rp20 Miliar Per Tahun

Koperasi Pemulung Ini Hasilkan Pendapatan Rp20 Miliar Per Tahun

Bisnis | Kamis, 15 Agustus 2024 | 07:04 WIB

Ekonomi Sirkular Diyakini Ampuh Kurangi Sampah Plastik

Ekonomi Sirkular Diyakini Ampuh Kurangi Sampah Plastik

Bisnis | Rabu, 24 April 2024 | 08:33 WIB

Jalankan Bisnis Pertambangan Berkelanjutan, Grup Ini Komitmen Terapkan Ekonomi Sirkular

Jalankan Bisnis Pertambangan Berkelanjutan, Grup Ini Komitmen Terapkan Ekonomi Sirkular

Press Release | Sabtu, 06 April 2024 | 18:55 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB