Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.730.000
IHSG 6.997,214
LQ45 708,256
Srikehati 341,255
JII 476,806
USD/IDR 17.010

Mau Reklamasi Seluas 3.300 Lapangan Bola, Singapura Butuh Impor Pasir Besar-besaran Buat Pelabuhan

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 19 September 2024 | 15:36 WIB
Mau Reklamasi Seluas 3.300 Lapangan Bola, Singapura Butuh Impor Pasir Besar-besaran Buat Pelabuhan
Ekspor pasir laut Indonesia ke Singapura (Antara)

Suara.com - Singapura tengah mempersiapkan proyek ambisius dengan rencana pembangunan pelabuhan baru yang sangat luas. Proyek ini akan melibatkan reklamasi lahan pesisir yang diperkirakan akan setara dengan luas 3.300 lapangan sepak bola.

Untuk mewujudkan proyek besar ini, Singapura berencana mengimpor pasir dalam jumlah besar. Pasir tersebut akan digunakan sebagai bahan utama dalam proses reklamasi lahan untuk perluasan pelabuhan yang diberi nama Tuas itu.

Dengan terbatasnya lahan, reklamasi telah menjadi strategi utama Singapura untuk memenuhi kebutuhan ruang bagi pembangunan infrastruktur. Proyek ini diproyeksikan akan menelan biaya miliaran dolar dan akan menjadi salah satu proyek pelabuhan terbesar di dunia.

Menyitat laman resmi Maritime and Port Authority of Singapore atau MPA Singapore, Kamis (19/9/2024) Pelabuhan Tuas akan menempati lahan seluas sekitar 1.337 ha (sekitar 3.300 lapangan sepak bola). Akan ada 66 tempat berlabuh sepanjang 26 km yang mampu menampung kapal kontainer terbesar.

Pengembangan Pelabuhan Tuas dilaksanakan dalam empat tahap. MPA memulai pekerjaan reklamasi untuk Pelabuhan Tuas Tahap 1 pada Februari 2015 dan menyelesaikannya pada November 2021. Pekerjaan reklamasi melibatkan total 34 juta jam kerja, dengan dukungan lebih dari 450 perusahaan.

"Pekerjaan perbaikan tanah untuk 414 hektar lahan, termasuk 294 hektar seluas 412 lapangan sepak bola lahan reklamasi baru," sebut laman itu.

Pekerjaan reklamasi Pelabuhan Tuas Tahap 2 dimulai pada Maret 2018. MPA telah menyelesaikan semua fabrikasi caisson pada April 2022. 227 caisson setinggi 10 lantai telah digunakan untuk membentuk tanggul sepanjang 9,1 km untuk Tahap 2. MPA juga telah memulai perencanaan untuk Pelabuhan Tuas Fase 3.

Operasi pelabuhan di Pelabuhan Tuas Tahap 1 akan memiliki 21 tempat berlabuh air dalam yang dapat menangani 20 juta TEUs setiap tahunnya ketika beroperasi penuh pada tahun 2027.

Dua tempat berlabuh pertama di Pelabuhan Tuas Fase 1 mulai beroperasi pada Desember 2021 sesuai jadwal, dan tiga tempat berlabuh lagi akan mulai beroperasi pada Desember 2022.

Operator pelabuhan peti kemas PSA, berencana untuk memindahkan semua operasinya di Terminal Tanjong Pagar, Keppel, dan Brani ke Pelabuhan Tuas pada tahun 2027. Operasi di Terminal Pasir Panjang akan dikonsolidasikan di Pelabuhan Tuas pada tahun 2040-an.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Susi Pudjiastuti Kritik Jokowi Soal Sedimen VS Pasir Laut, Memang Apa Bedanya?

Susi Pudjiastuti Kritik Jokowi Soal Sedimen VS Pasir Laut, Memang Apa Bedanya?

News | Kamis, 19 September 2024 | 15:07 WIB

Susi Pudjiastuti 'Sentil' Kebijakan Jokowi Soal Ekspor Sedimen: Pakailah Buat Atasi Abrasi, Bukan Diekspor!

Susi Pudjiastuti 'Sentil' Kebijakan Jokowi Soal Ekspor Sedimen: Pakailah Buat Atasi Abrasi, Bukan Diekspor!

News | Kamis, 19 September 2024 | 13:56 WIB

Terungkap Alasan Susi Pudjiastuti Selalu Nangis Tiap Komentari Kebijakan Ekspor Pasir: Semoga yang Mulia Paham

Terungkap Alasan Susi Pudjiastuti Selalu Nangis Tiap Komentari Kebijakan Ekspor Pasir: Semoga yang Mulia Paham

Entertainment | Rabu, 18 September 2024 | 21:40 WIB

Terkini

Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Jadi 0 Persen, Purbaya Bisa 'Rugi' Rp 500 Miliar

Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Jadi 0 Persen, Purbaya Bisa 'Rugi' Rp 500 Miliar

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 17:42 WIB

Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun: Gini-gini Uangnya Banyak!

Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Sampai Akhir Tahun: Gini-gini Uangnya Banyak!

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 17:18 WIB

Defisit APBN Tembus Rp240,1 Triliun, Meroket Dibandingkan Awal Tahun 2026

Defisit APBN Tembus Rp240,1 Triliun, Meroket Dibandingkan Awal Tahun 2026

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 17:09 WIB

IHSG Longsor ke Level 6.989, Ini Alasannya

IHSG Longsor ke Level 6.989, Ini Alasannya

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 17:05 WIB

Menhub Klaim Kenaikan Fuel Surcharge 38% Tak Diputuskan Sepihak

Menhub Klaim Kenaikan Fuel Surcharge 38% Tak Diputuskan Sepihak

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 17:00 WIB

Harga BBRI Tertekan Aksi Jual, Target Harga Sahamnya Masih Menarik?

Harga BBRI Tertekan Aksi Jual, Target Harga Sahamnya Masih Menarik?

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 16:58 WIB

Harga Tiket Pesawat Naik Imbas Avtur Meroket, Maksimal 13 Persen

Harga Tiket Pesawat Naik Imbas Avtur Meroket, Maksimal 13 Persen

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 16:41 WIB

Aset Krom Bank (BBSI) Tembus Rp12,21 Triliun, Tumbuh Hampir Dua Kali Lipat

Aset Krom Bank (BBSI) Tembus Rp12,21 Triliun, Tumbuh Hampir Dua Kali Lipat

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 16:21 WIB

Laba PTBA Anjlok 42,5 Persen

Laba PTBA Anjlok 42,5 Persen

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 16:08 WIB

Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi

Rupiah Loyo ke Rp17.035, Defisit Anggaran hingga Isu Perang AS-Iran Jadi Biang Keladi

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 15:57 WIB