Mau Reklamasi Seluas 3.300 Lapangan Bola, Singapura Butuh Impor Pasir Besar-besaran Buat Pelabuhan

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 19 September 2024 | 15:36 WIB
Mau Reklamasi Seluas 3.300 Lapangan Bola, Singapura Butuh Impor Pasir Besar-besaran Buat Pelabuhan
Ekspor pasir laut Indonesia ke Singapura (Antara)

Suara.com - Singapura tengah mempersiapkan proyek ambisius dengan rencana pembangunan pelabuhan baru yang sangat luas. Proyek ini akan melibatkan reklamasi lahan pesisir yang diperkirakan akan setara dengan luas 3.300 lapangan sepak bola.

Untuk mewujudkan proyek besar ini, Singapura berencana mengimpor pasir dalam jumlah besar. Pasir tersebut akan digunakan sebagai bahan utama dalam proses reklamasi lahan untuk perluasan pelabuhan yang diberi nama Tuas itu.

Dengan terbatasnya lahan, reklamasi telah menjadi strategi utama Singapura untuk memenuhi kebutuhan ruang bagi pembangunan infrastruktur. Proyek ini diproyeksikan akan menelan biaya miliaran dolar dan akan menjadi salah satu proyek pelabuhan terbesar di dunia.

Menyitat laman resmi Maritime and Port Authority of Singapore atau MPA Singapore, Kamis (19/9/2024) Pelabuhan Tuas akan menempati lahan seluas sekitar 1.337 ha (sekitar 3.300 lapangan sepak bola). Akan ada 66 tempat berlabuh sepanjang 26 km yang mampu menampung kapal kontainer terbesar.

Pengembangan Pelabuhan Tuas dilaksanakan dalam empat tahap. MPA memulai pekerjaan reklamasi untuk Pelabuhan Tuas Tahap 1 pada Februari 2015 dan menyelesaikannya pada November 2021. Pekerjaan reklamasi melibatkan total 34 juta jam kerja, dengan dukungan lebih dari 450 perusahaan.

"Pekerjaan perbaikan tanah untuk 414 hektar lahan, termasuk 294 hektar seluas 412 lapangan sepak bola lahan reklamasi baru," sebut laman itu.

Pekerjaan reklamasi Pelabuhan Tuas Tahap 2 dimulai pada Maret 2018. MPA telah menyelesaikan semua fabrikasi caisson pada April 2022. 227 caisson setinggi 10 lantai telah digunakan untuk membentuk tanggul sepanjang 9,1 km untuk Tahap 2. MPA juga telah memulai perencanaan untuk Pelabuhan Tuas Fase 3.

Operasi pelabuhan di Pelabuhan Tuas Tahap 1 akan memiliki 21 tempat berlabuh air dalam yang dapat menangani 20 juta TEUs setiap tahunnya ketika beroperasi penuh pada tahun 2027.

Dua tempat berlabuh pertama di Pelabuhan Tuas Fase 1 mulai beroperasi pada Desember 2021 sesuai jadwal, dan tiga tempat berlabuh lagi akan mulai beroperasi pada Desember 2022.

baca juga

Operator pelabuhan peti kemas PSA, berencana untuk memindahkan semua operasinya di Terminal Tanjong Pagar, Keppel, dan Brani ke Pelabuhan Tuas pada tahun 2027. Operasi di Terminal Pasir Panjang akan dikonsolidasikan di Pelabuhan Tuas pada tahun 2040-an.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Susi Pudjiastuti Kritik Jokowi Soal Sedimen VS Pasir Laut, Memang Apa Bedanya?

Susi Pudjiastuti Kritik Jokowi Soal Sedimen VS Pasir Laut, Memang Apa Bedanya?

News | Kamis, 19 September 2024 | 15:07 WIB

Susi Pudjiastuti 'Sentil' Kebijakan Jokowi Soal Ekspor Sedimen: Pakailah Buat Atasi Abrasi, Bukan Diekspor!

Susi Pudjiastuti 'Sentil' Kebijakan Jokowi Soal Ekspor Sedimen: Pakailah Buat Atasi Abrasi, Bukan Diekspor!

News | Kamis, 19 September 2024 | 13:56 WIB

Terungkap Alasan Susi Pudjiastuti Selalu Nangis Tiap Komentari Kebijakan Ekspor Pasir: Semoga yang Mulia Paham

Terungkap Alasan Susi Pudjiastuti Selalu Nangis Tiap Komentari Kebijakan Ekspor Pasir: Semoga yang Mulia Paham

Entertainment | Rabu, 18 September 2024 | 21:40 WIB

Terkini

Draf RUU Reforma Agraria Disorot, AGRA Pertanyakan Koperasi Merah Putih Bisa Jadi Subjek

Draf RUU Reforma Agraria Disorot, AGRA Pertanyakan Koperasi Merah Putih Bisa Jadi Subjek

News | Kamis, 17 September 2026 | 07:25 WIB

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 07:07 WIB

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

News | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

×