Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tanjung Gerem Transpalansi Terumbu Karang

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 25 September 2024 | 18:55 WIB
Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tanjung Gerem Transpalansi Terumbu Karang
PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tanjung Gerem berfokus pada pelestarian terumbu karang di Desa Sukarame.

Suara.com - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal (FT) Tanjung Gerem meluncurkan salah satu program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yaitu Pulau Terapung Ponton HDPE (High Density Polyethylene) dan Rumah Atraktor Cumi di Desa Sukarame, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Peresmian program ini dihadiri oleh Kepala Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Serang (PSPL) Santoso Budi Widiarto, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten yang diwakili oleh Arif, Camat Carita Yadi Pribadi, Kepala Desa Sukarame Endang Tresna Jaya, Kapolsek Carita Turip, Ketua Konservasi Alam Bawah Laut Sukarame Arip, serta Kelompok Nelayan dan Pengusaha Boat.

Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut (KABL) Sukarame sebagai binaan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tanjung Gerem berfokus pada pelestarian terumbu karang di Desa Sukarame yang memiliki potensi wisata laut sebagai sumber penghasilan utama warganya.

Namun, seiring berkembang pesat menjadi destinasi wisata muncul ancaman terhadap ekosistem bawah laut yang mendorong pelaksanaan program konservasi ini.

Oleh karena itu, pada tahun ini Pertamina Tanjung Gerem memberikan kontribusi nyata melalui pengadaan Pulau Terapung Ponton HDPE dan Rumah Atraktor Cumi sebagai bagian dari Program Konservasi Alam Bawah Laut.

Rumah Atraktor Cumi akan menjadi titik bertemunya berbagai spesies ikan dan organisme laut lainnya, sekaligus memberikan kesempatan bagi para penyelam dan pengunjung untuk dapat menikmati keindahan bawah laut yang luar biasa.

Program ini juga memiliki kegiatan utama yaitu transplantasi terumbu karang dengan sistem tancap. Sistem tancap merupakan metode rehabilitasi ekosistem terumbu karang, dimana melibatkan penanaman fragmen karang pada substrat yang telah disiapkan. Kegiatan tersebut dilakukan guna meningkatkan kelangsungan hidup serta memulihkan pertumbuhan karang yang telah mengalami kerusakan.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Barat PT Patra Niaga, Eko Kristiawan menyampaikan bahwa Pulau Terapung ini tidak hanya menjadi inovasi ramah lingkungan, tetapi juga simbol komitmen Pertamina untuk melindungi ekosistem laut yang makin terancam oleh aktivitas manusia. Hal ini pun juga sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

“Kami berharap, melalui inisiatif ini, tidak hanya akan terjadi peningkatan kualitas habitat bagi berbagai spesies laut, namun juga tercipta keseimbangan ekosistem perairan yang lebih baik. Upaya ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) pada poin ke-14, yaitu ‘Kehidupan Bawah Air’. Dengan berjalannya program ini, kami turut berkontribusi pada pencapaian target global dalam menjaga keanekaragaman hayati laut dan mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir,” ucap Eko ditulis Rabu (25/9/2024).

Eko Kristiawan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atau stakeholders yang telah terlibat, baik di tingkat pemerintah desa, kecamatan, kabupaten, para LSM hingga Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten atas dukungannya kepada program-program yang telah dilaksanakan.

“Kami sangat menyadari bahwa pelestarian lingkungan, khususnya pada ekosistem laut, adalah tanggung jawab bersama dan memerlukan komitmen serta kerja sama yang berkelanjutan. Kami percaya, setiap aksi kecil yang kita ambil hari ini dapat membawa pengaruh besar di masa yang akan datang. Maka dari itu, kami bertekad untuk terus melibatkan masyarakat beserta semua pemangku kepentingan dalam program konservasi kami. Dengan kegiatan ini, bersama-sama kita dapat mewujudkan dampak positif bagi kehidupan laut serta memastikan bahwa generasi selanjutnya juga bisa menikmati kekayaan dan keindahan alam yang kita cintai,” tutup Eko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sambut MotoGP Mandalika, Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Stok BBM 5 Kali Lipat Konsumsi Normal

Sambut MotoGP Mandalika, Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Stok BBM 5 Kali Lipat Konsumsi Normal

Bisnis | Minggu, 22 September 2024 | 15:40 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Komitmen Implementasikan ESG untuk Mencapai SDG's

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Komitmen Implementasikan ESG untuk Mencapai SDG's

Bisnis | Jum'at, 20 September 2024 | 19:14 WIB

Pertamina Patra Niaga Gandeng SGI dan Bell Textron Inc Tingkatkan Penggunaan SAF untuk Dekarbonisasi Helikopter

Pertamina Patra Niaga Gandeng SGI dan Bell Textron Inc Tingkatkan Penggunaan SAF untuk Dekarbonisasi Helikopter

Bisnis | Jum'at, 20 September 2024 | 06:00 WIB

Terkini

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 06:00 WIB

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:05 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:25 WIB

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:55 WIB

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:16 WIB