Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

Tren Kenaikan Harga Bitcoin, Mampukah Capai US$100.000 Sebelum Tahun 2025?

M Nurhadi

Jum'at, 27 September 2024 | 16:06 WIB
Tren Kenaikan Harga Bitcoin, Mampukah Capai US$100.000 Sebelum Tahun 2025?
Warga berswafoto dengan latar logo Bitcoin di Terowongan Kendal, Jakarta, Selasa (24/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Bitcoin (BTC) menunjukkan tanda-tanda kebangkitan harga yang signifikan setelah munculnya sinyal bullish pada indikator teknis Moving Average Convergence Divergence (MACD) di grafik 5-harian. Para analis kini memperkirakan bahwa Bitcoin berpotensi menembus angka psikologis US$100.000 jika tren ini berlanjut.

Dalam 230 hari terakhir, baru kali ini MACD menunjukkan bullish crossover, yang biasanya menjadi pertanda awal tren kenaikan harga. Sebagai catatan, dalam dua kejadian sebelumnya, setelah MACD mencatatkan bullish crossover, harga Bitcoin meningkat masing-masing sebesar 79% dan 74%. Jika pola ini kembali terulang, maka prediksi Bitcoin menuju US$100.000 semakin berpeluang.

MACD sendiri merupakan indikator teknis yang digunakan untuk mengukur momentum dalam pasar. Bullish crossover terjadi ketika garis MACD (biasanya berwarna biru) melintasi garis sinyal (umumnya berwarna jingga) dari bawah ke atas, mengindikasikan perubahan tren dari bearish ke bullish.

Menurut analis kripto ternama, Bitcoin Archive, Bitcoin dapat mencapai angka US$100.000 jika skenario bullish crossover ini kembali terjadi. Dia menyebut, "Bitcoin MACD akan segera mengalami bullish crossover pada grafik 5-harian untuk pertama kalinya dalam 230 hari. Dalam dua kesempatan terakhir, Bitcoin naik 79% dan 74%. Bitcoin akan melonjak di atas US$100.000 jika pola ini terulang,” seperti dikutip dari Bitcoin Magazine.

Selain sinyal bullish dari MACD, Bitcoin juga telah menunjukkan breakout dari pola symmetrical triangle pattern. Pola ini biasanya terbentuk saat harga bergerak dalam kisaran yang semakin menyempit, dan breakout mengindikasikan pergerakan besar menuju tren baru.

Dikutip via Blockchain Media, breakout dari pola symmetrical triangle sering kali menjadi indikasi awal adanya pergerakan harga yang signifikan.

Meskipun demikian, salah satu analis terkemuka, Cryptocurrency Inside, menyebutkan bahwa saat ini Bitcoin menghadapi resistensi kuat di level tertinggi sebelumnya, yakni rata-rata pergerakan 200 hari (MA-200). "Bitcoin baru saja keluar dari symmetrical triangle pattern, tetapi sekarang menghadapi resistensi di level tertinggi sebelumnya, dengan MA-200 pada timeframe harian yang menghalangi kenaikan lebih lanjut,” jelasnya.

Indikator MA-200 sering digunakan untuk menilai tren jangka panjang suatu aset. Ketika harga berada di atas MA-200, pasar dianggap bullish, sebaliknya jika berada di bawahnya, pasar cenderung bearish. Saat ini, Bitcoin berada di kisaran US$63.981 yang menjadi titik resistensi utama. Apabila berhasil melewati level ini, tren bullish Bitcoin akan semakin kuat.

Faktor Eksternal dan Siklus Bullish Pasca Halving

baca juga

Tak hanya indikator teknis, faktor eksternal juga mendukung prospek kenaikan harga Bitcoin. Adopsi institusi besar terhadap Bitcoin menjadi salah satu faktor pendorong. Perusahaan seperti MicroStrategy, misalnya, secara rutin membeli Bitcoin sebagai bagian dari strategi perusahaannya. Ini mengindikasikan bahwa kepercayaan institusi terhadap Bitcoin semakin meningkat, yang berpotensi memperkuat momentum kenaikan harga. Menurut CoinDesk, aksi pembelian institusi besar seperti MicroStrategy menjadi salah satu faktor utama yang memicu lonjakan harga Bitcoin beberapa bulan terakhir.

Selain itu, analis Crypto Rover menyoroti bahwa siklus bullish pasca halving biasanya memberikan dorongan signifikan pada harga Bitcoin. Halving, yang terjadi setiap empat tahun sekali, berpotensi memicu kelangkaan suplai dan meningkatkan permintaan, sehingga mendorong harga lebih tinggi. “Pasar bullish Bitcoin secara historis mulai pada bulan Uptober!” ungkap Crypto Rover, merujuk pada data historis yang menunjukkan bahwa bulan Oktober kerap kali menjadi awal dari tren kenaikan.

Data historis memperlihatkan bahwa tren bullish Bitcoin biasanya terjadi sekitar 150 hingga 170 hari setelah halving. Dengan halving terakhir yang terjadi pada tahun 2024, prediksi Bitcoin menuju kenaikan yang lebih kuat dalam beberapa bulan ke depan semakin beralasan.

Prospek Bitcoin Menuju US$100.000: Optimisme dan Tantangan

Sejumlah analis optimis bahwa Bitcoin dapat mencapai level US$100.000, didukung oleh sinyal bullish crossover dari MACD dan breakout dari pola symmetrical triangle. Sejarah mencatat bahwa bullish crossover sering kali diikuti oleh lonjakan harga yang signifikan, sebagaimana pernah terjadi pada 2020 dan 2021.

Namun, perjalanan menuju angka tersebut tidaklah tanpa hambatan. Selain resistensi yang dihadapi di level MA-200, potensi koreksi harga dan tekanan jual juga menjadi tantangan yang harus diantisipasi oleh para investor. Meski demikian, dengan dukungan faktor fundamental dan adopsi institusional yang terus meningkat, optimisme tetap tinggi bahwa Bitcoin bisa mencapai target US$100.000 dalam waktu dekat.

Untuk memperkuat prediksi ini, data dari Glassnode menunjukkan bahwa jumlah Bitcoin yang dipegang oleh investor jangka panjang terus meningkat, menandakan keyakinan bahwa harga akan terus naik. Hal ini menambah bukti bahwa tren bullish saat ini memiliki dasar yang kuat, baik dari sisi teknis maupun fundamental.

Bitcoin kini berada dalam fase yang sangat krusial, di mana momentum teknis dan fundamental berpotensi mendorong harga ke level yang lebih tinggi. Jika tren ini berlanjut dan mampu mengatasi resistensi di MA-200, bukan hal yang mustahil bagi Bitcoin untuk mencetak rekor harga baru dalam beberapa bulan mendatang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Kripto Indonesia Diharapkan Dapat Lebih Terbuka dan Transparan

Industri Kripto Indonesia Diharapkan Dapat Lebih Terbuka dan Transparan

Bisnis | Kamis, 26 September 2024 | 18:15 WIB

Biaya Trading Aset Kripto di Pluang 0 Persen, Ini Tujuannya

Biaya Trading Aset Kripto di Pluang 0 Persen, Ini Tujuannya

Bisnis | Kamis, 26 September 2024 | 11:27 WIB

Indodax Publikasikan Dana Cadangan Aset Kripto Pasca Peretasan

Indodax Publikasikan Dana Cadangan Aset Kripto Pasca Peretasan

Bisnis | Rabu, 25 September 2024 | 18:26 WIB

Terkini

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:42 WIB

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit

Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik Meski Ada Defisit

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:34 WIB

Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja

Pemkab Bogor Bebaskan Denda PBB-P2 Selama 8 Hari, Cukup Bayar Pokoknya Saja

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO

Bareskrim Tetapkan Enam Tersangka Kasus Dugaan Pemalsuan Akta PT Alam Raya Abadi, Satu Masuk DPO

Jakarta | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan

Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Gunung Akan Ditertibkan

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:27 WIB

Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?

Kabut Asap Karhutla: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Menghirupnya?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:26 WIB

×