Peri Mentari PHE Jambi Merang Manfaatkan Limbah Cair Domestik untuk Cegah Kebakaran dan Atasi Kekurangan Air

Iwan Supriyatna

Senin, 30 September 2024 | 11:53 WIB
Peri Mentari PHE Jambi Merang Manfaatkan Limbah Cair Domestik untuk Cegah Kebakaran dan Atasi Kekurangan Air
Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang terus mendorong inovasi sosial bersama masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan peningkatan ekonomi.

Suara.com - Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang terus mendorong inovasi sosial bersama masyarakat dalam pengelolaan lingkungan dan peningkatan ekonomi. Di Desa Mendis, Ring 1 wilayah kerja PHE Jambi Merang, dilakukan berbagai progam pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi limbah rumah tangga, kekeringan, serta potensi kebakaran hutan dan lahan.

Program unggulan pemberdayaan masyrakat Peri Mentari (Pertanian Terintegrasi Mendis Lestari) dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Mendis. Sebuah lahan seluas 500 m² digunakan sebagai pusat kegiatan yang mencakup green house, kandang ternak, serta pengolahan limbah rumah tangga dan kompos.

Menurut Abdul Yusup, Senuor Laboratory PH Jambi Merang, keterbatasan air di Desa Mendis saat musim kemarau menimbulkan tantangan tersendiri. Solusinya adalah pengolahan limbah domestik.

"Limbah tersebut diolah dengan sistem Simbah Dorita (Sistem Pengolahan Limbah Domestik Media Pall Ring dan Tankos), yang memanfaatkan Tandan Kosong Sawit dan Pall Ring dari proses produksi," ujarnya ditulis Senin (30/9/2024).

Sistem ini mengolah limbah tanpa bau, menghasilkan air yang aman untuk irigasi dan kaya akan nutrisi tanaman.

"Pengolahan limbah menghasilkan 650.000 liter air per bulan, yang membantu menyirami tanaman tanpa harus mengandalkan sumur selama musim kemarau," katanya.

PHE Jambi Merang juga membentuk kelompok tanggap api Ketan Adem di Desa Mendis, yang terdiri atas 30 anggota. Selain pelatihan kebakaran, kelompok ini juga berternak kambing, dengan air seni kambing diolah menjadi pupuk organik yang digunakan untuk pertanian.

Pertanian di Desa Mendis menghasilkan berbagai tanaman seperti cabai, kangkung, dan kacang panjang, dengan penghasilan per siklus panen mencapai Rp 1,35 juta hingga Rp 2,1 juta. Program ini menghemat biaya pupuk dan air hingga 90%.

Di samping itu, limbah organik rumah tangga dimanfaatkan oleh kelompok Arto Makmur untuk pakan ikan, dengan konsep keramba apung di Sungai Lalan.

baca juga

"Budidaya maggot menjadi solusi atas mahalnya pakan ikan serta pengelolaan limbah organik yang berlebih," katanya.

Kepala Desa Mendis Sugianto mengapresiasi keberhasilan program ini dalam menjaga ketahanan desa terhadap kekeringan dan kebakaran hutan. Program yang sejalan dengan kebutuhan desa ini juga turut mendukung ketahanan pangan dan roda ekonomi masyarakat.

PHE Jambi Merang melalui program ini berkontribusi pada pencapaian beberapa tujuan SDGs, khususnya dalam bidang ketahanan pangan, air bersih, pekerjaan layak, serta ekosistem darat, dengan penerapan prinsip ESG dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PHE Catatkan Produksi Migas 1,05 Juta BOEPD di Sepanjang Semester 1-2024

PHE Catatkan Produksi Migas 1,05 Juta BOEPD di Sepanjang Semester 1-2024

Bisnis | Rabu, 14 Agustus 2024 | 18:06 WIB

LPKR Komitmen Tingkatkan Pengelolaan Limbah Sebagai Bagian Penerapan Prinsip ESG

LPKR Komitmen Tingkatkan Pengelolaan Limbah Sebagai Bagian Penerapan Prinsip ESG

Bisnis | Rabu, 03 Juli 2024 | 11:14 WIB

Pertamina Hulu Energi Selesaikan Survei Seismik 3D Offshore Bone & South East Seram

Pertamina Hulu Energi Selesaikan Survei Seismik 3D Offshore Bone & South East Seram

Bisnis | Minggu, 30 Juni 2024 | 17:09 WIB

Terkini

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:21 WIB

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Arti Hidung Gatal Tiba-Tiba, Pertanda Ada yang Membicarakan?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Ulasan Let Me Be Your Knight: Mengurai Burnout dan Sisi Rapuh Idol K-Pop

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

OJK: Pasar Modal RI Hadapi Ujian Terbesar Tahun Ini, Semoga Kita Naik Kelas

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

Inggris Waspada Pangan, Wamentan Tegaskan Stok Beras RI Aman hingga 10 Bulan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Sinyal Keras MUI Lampung: Siap Ketuk Palu Fatwa Haram Rokok Elektrik Jika Terbukti Membahayakan

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 17:49 WIB

×