Kembangkan Inovasi Teknologi Berkelanjutan, Pupuk Kaltim Raih Penghargaan RINTEK 2024

Iwan Supriyatna

Rabu, 09 Oktober 2024 | 07:37 WIB
Kembangkan Inovasi Teknologi Berkelanjutan, Pupuk Kaltim Raih Penghargaan RINTEK 2024
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) raih Penghargaan Rintisan Teknologi Industri (RINTEK) 2024 dari Kementerian Perindustrian RI.

Suara.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) raih Penghargaan Rintisan Teknologi Industri (RINTEK) 2024 dari Kementerian Perindustrian RI, melihat konsistensi Perusahaan dalam mendukung proses peningkatan kemampuan teknologi industri nasional secara berkelanjutan.

Penghargaan diterima Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman, dari Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta belum lama ini.

Diungkapkan Qomaruzzaman, penghargaan ini menunjukkan komitmen dan konsistensi Pupuk Kaltim dalam mendukung program Pemerintah, utamanya proses peningkatan kemampuan teknologi industri nasional secara berkelanjutan, khususnya dalam mendorong kemandirian serta daya saing industri melalui kegiatan penelitian, pengembangan dan perekayasaan teknologi industri yang bernilai tinggi.

“Pupuk Kaltim pun terus melakukan upaya terbaik dalam aktivitas bisnis Perusahaan melalui pengembangan teknologi industri berkelanjutan, sebagai wujud dukungan terhadap program Making Indonesia 4.0,” ujar Qomaruzzaman, ditulis Rabu (9/10/2024).

Dijelaskannya, secara spesifik penghargaan ini diberikan atas dua keberhasilan Pupuk Kaltim menciptakan inovasi berkelanjutan dalam mengoptimalkan potensi perusahaan di bidang teknologi sektor pertanian.

Pertama, gagasan Advance Integrated Production Planning System untuk optimalisasi laba Perusahaan, yang dilengkapi teknologi Artificial Intelligence (AI). Inovasi ini tidak hanya membantu Pupuk Kaltim merencanakan produksi secara optimal, tetapi juga menjadi alat strategis dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Pengembangan inovasi ini melihat perencanaan produksi industri pupuk memiliki kompleksitas sangat tinggi, melibatkan berbagai variabel seperti ketersediaan bahan baku, kapasitas pabrik, permintaan pasar, hingga faktor eksternal seperti cuaca dan kondisi ekonomi global.

Dengan jumlah variabel yang demikian besar, pendekatan konvensional dalam perencanaan produksi seringkali kurang efisien dan tidak mampu memberikan prediksi yang akurat.

"Melalui penggunaan kecerdasan buatan Pupuk Kaltim kini memiliki kemampuan untuk menganalisis data dengan kecepatan dan ketelitian yang jauh lebih tinggi. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk tidak hanya merencanakan produksi dengan lebih baik, tetapi juga prediksi yang lebih akurat terhadap permintaan pasar," terang Qomaruzzaman.

baca juga

Selanjutnya Pupuk Kaltim juga mengembangkan inovasi untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi, melalui produk NPK kombinasi Pupuk Hayati Pelangi JOS.

Dari penerapan inovasi ini, kapasitas produksi padi mampu mencapai 8,74 Ton/Ha, sehingga turut mendorong kesejahteraan petani dan optimalisasi produktivitas pangan sebagai salah satu sasaran Perusahaan dalam memacu pertumbuhan pertanian nasional.

Inovasi ini tidak hanya hasil riset dan pengembangan mendalam, tetapi juga menggunakan teknologi canggih dalam proses produksinya.

Bahkan Pupuk Kaltim melakukan serangkaian uji coba lapangan di berbagai wilayah Indonesia dengan berbagai kondisi tanah dan iklim, untuk memastikan produk ini memberikan hasil konsisten dan optimal.

Melalui penggabungan pupuk NPK berkualitas tinggi dan mikroorganisme hayati yang bermanfaat, produk ini tidak hanya memberikan solusi komprehensif terhadap hasil panen, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan petani.

Dimana dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia berlebihan dan memperbaiki kualitas tanah, produk ini mendukung pertanian berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan.

"Terlebih penggunaan mikroorganisme dalam pupuk hayati, juga berkontribusi pada peningkatan keanekaragaman hayati dalam tanah untuk menjaga ekosistem pertanian yang lebih sehat," tandas Qomaruzzaman.

Lebih lanjut, pengembangan inovasi teknologi juga menjadi salah satu upaya Pupuk Kaltim meningkatkan efisiensi, sekaligus daya saing Perusahaan di kancah nasional maupun global.

Utamanya mendorong efektivitas pabrik dan perangkat pendukung lainnya yang diciptakan secara mandiri. Seluruh inovasi yang digagas Pupuk Kaltim sejauh ini terbukti mampu menekan biaya operasional, sekaligus menyelamatkan perusahaan dari berbagai potensi risiko kerugian.

Gagasan ini pun akan terus dikembangkan Pupuk Kaltim secara berkesinambungan, sehingga penerapan teknologi industri dalam mendukung kinerja perusahaan makin memberikan dampak signifikan dalam setiap proses yang berjalan.

Sebab inovasi telah menjadi bagian dari budaya kerja Perusahaan, yang setiap tahun terus tumbuh dan berkembang dengan beragam inisiatif yang menarik.

“Nilai efisiensi Perusahaan mampu tercapai dari setiap inovasi yang digagas. Mulai efektivitas proses produksi, peningkatan performa perangkat pabrik, hingga jasa pelayanan dan perbaikan dengan nilai penghematan mencapai Miliaran Rupiah,” ungkap Qomaruzzaman.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan penghargaan ini sebagai apresiasi bagi pelaku industri yang konsisten menciptakan dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas produk dalam memenuhi kebutuhan konsumen.

Langkah ini pun bagian dari upaya Kemenperin mendorong industri nasional melakukan penciptaan teknologi baru, agar lebih kompetitif hingga kancah internasional.

“Kami berharap dengan terus mendorong inovasi dan teknologi, Indonesia dapat terus meningkatkan daya saingnya di kancah global,” kata Agus Gumiwang.

Menurut dia, sektor manufaktur terus menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Bahkan pada triwulan II 2024, pertumbuhan PDB Indonesia mencapai 5,05 persen atau lebih tinggi dibandingkan negara anggota G20 seperti Tiongkok, Rusia dan Brasil.

Performa yang prima tersebut juga dipacu akselerasi penerapan peta jalan Making Indonesia 4.0, sebagai strategi kunci Indonesia untuk menjadi 10 negara ekonomi terbesar di dunia pada 2030.

"Oleh karena itu, pentingnya transformasi industri 4.0 dicanangkan pada program Making Indonesia 4.0 sejak 2018, sebagai kunci utama menjadikan Indonesia salah satu dari 10 ekonomi terbesar dunia," tambah Menteri Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Role Model Sektor Petrokimia, Pupuk Kaltim Raih The Best State Owned Enterprise TOP BUMN Awards 2024

Jadi Role Model Sektor Petrokimia, Pupuk Kaltim Raih The Best State Owned Enterprise TOP BUMN Awards 2024

Bisnis | Jum'at, 04 Oktober 2024 | 18:17 WIB

UPZ Pupuk Kaltim Komitmen Salurkan Zakat Tepat Sasaran

UPZ Pupuk Kaltim Komitmen Salurkan Zakat Tepat Sasaran

Bisnis | Kamis, 26 September 2024 | 14:08 WIB

Perkuat Posisi di Kancah Global, Pupuk Kaltim Borong Penghargaan Terbaik IQPC Manila 2024

Perkuat Posisi di Kancah Global, Pupuk Kaltim Borong Penghargaan Terbaik IQPC Manila 2024

Bisnis | Selasa, 24 September 2024 | 17:57 WIB

Terkini

Dari Koperasi Petani hingga Klinik, Ke Mana Arah Kopdes Merah Putih?

Dari Koperasi Petani hingga Klinik, Ke Mana Arah Kopdes Merah Putih?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 12:50 WIB

Persija Kalah Lawan Dewa United, Putra Shin Tae-yong: Hasil yang Diinginkan Wasit

Persija Kalah Lawan Dewa United, Putra Shin Tae-yong: Hasil yang Diinginkan Wasit

Bola | Senin, 02 November 2026 | 12:49 WIB

Bolehkah Polisi 'Carter' KRL untuk Operasi Penggerebekan? KCI dan Pengamat Transportasi Buka Suara

Bolehkah Polisi 'Carter' KRL untuk Operasi Penggerebekan? KCI dan Pengamat Transportasi Buka Suara

News | Senin, 02 November 2026 | 12:49 WIB

4 Eyeliner Pinkflash yang Aman BPOM dan Tahan Lama, Mudah Bikin Winged Eyeliner

4 Eyeliner Pinkflash yang Aman BPOM dan Tahan Lama, Mudah Bikin Winged Eyeliner

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 12:42 WIB

Neraca Dagang RI Surplus 3,36 Miliar Dolar AS per September 2026, Ditopang Sektor Nonmigas

Neraca Dagang RI Surplus 3,36 Miliar Dolar AS per September 2026, Ditopang Sektor Nonmigas

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 12:41 WIB

Retak di Bawah Kubah Senayan: Ijazah Gibran Menguji Koalisi Prabowo

Retak di Bawah Kubah Senayan: Ijazah Gibran Menguji Koalisi Prabowo

News | Senin, 02 November 2026 | 12:41 WIB

Unggul Lebih Dulu tapi Kalah, Shin Tae-yong Murka dengan Kesalahan Pemain Persija

Unggul Lebih Dulu tapi Kalah, Shin Tae-yong Murka dengan Kesalahan Pemain Persija

Bola | Senin, 02 November 2026 | 12:39 WIB

Penggerebekan Ponpes Sukoharjo Dinilai Berlebihan, DPR: Ada Indikasi Pelanggaran HAM

Penggerebekan Ponpes Sukoharjo Dinilai Berlebihan, DPR: Ada Indikasi Pelanggaran HAM

News | Senin, 02 November 2026 | 12:38 WIB

De Red Bertekad Kalahkan PSM dalam League Cup

De Red Bertekad Kalahkan PSM dalam League Cup

Sulsel | Senin, 02 November 2026 | 12:37 WIB

Cara Pakai Viva Milk Cleanser Cucumber dan Face Tonic untuk Kulit Berminyak

Cara Pakai Viva Milk Cleanser Cucumber dan Face Tonic untuk Kulit Berminyak

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 12:32 WIB

×