Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Lebih Efisien, NCS Bakal Terus Lakukan Digitalisasi dalam Operasional Bisnis

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 30 Oktober 2024 | 10:06 WIB
Lebih Efisien, NCS Bakal Terus Lakukan Digitalisasi dalam Operasional Bisnis
Ilustrasi Operasional Bisnis Perusahaan jasa ekspedisi PT Nusantara Card Semesta (NCS).

Suara.com - PT Nusantara Card Semesta (NCS), perusahaan jasa ekspedisi, terus melakukan digitalisasi dalam operasional bisnis. Melalui digitalisasi, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat respons terhadap perubahan pasar, serta mengoptimalkan pengalaman pelanggan.

"Dengan kata lain, efisiensi yang lebih besar, aktivitas operasional yang lebih gesit, pengambilan keputusan yang lebih baik, hingga peningkatan pendapatan, akan diperoleh perusahaan jika mengadopsi teknologi digital," ujar Direktur Utama NCS, Reni Sitawati Siregar di Jakarta yang dikutip, Rabu (30/10/2024).

Digitalisasi sebagai sebuah transformasi proses bisnis dari yang sebelumnya menggunakan sistem konvensional atau manual menjadi terkomputerisasi atau bahkan terinternetisasi (cloud integration), telah memaksa semua pelaku bisnis, terutama korporasi.

Untuk lebih adaptif dalam mengikuti tren perkembangan teknologi agar tak tertinggal, baik dari kompetitor bisnisnya maupun era teknologi itu sendiri.

NCS telah melakukan transformasi digital sejak tahun 2017, yakni ketika memperkenalkan aplikasi MyNCS ke publik. Aplikasi MyNCS memungkinan pelanggan untuk melakukan cek ongkir, mengetahui lokasi cabang NCS terdekat serta melakukan input pengiriman barang atau makanan sesuai waktu yang dinginkan.

"Aplikasi MyNCS sudah digunakan oleh lebih dari 25ribu user, dan selama September kemarin, nominal transaksinya sudah mencapai lebih dari Rp 19juta. Disamping itu, MyNCS juga didukung oleh UI/UX yang modern sehingga user friendly, selain itu pelanggan juga bisa dengan mudah melihat lokasi cabang/counter terdekat karena telah terkoneksi dengan maps," imbuh Reni.

Reni menambahkan, kedepannya masih ada potensi pengembangan digital yang ingin direalisasikan NCS yakni system sortir robotic, guna menjamin efisiensi dan efektivitas pada saat sortir barang.

"Untuk menunjang itu, kami telah di-support oleh tim IT yang mengerjakan secara inhouse seluruh proses digitalisasi yang telah kami inisiasi sendiri, mulai dari front end hingga back end-nya," beber Reni.

NCS juga terus berkomitmen untuk mendorong digitalisasi dan transformasi teknologi dalam semua aktivitas masyarakat, salah satunya melalui event Pesantren Melek Digital.

Pesantren sebagai lembaga pendidikan agama, sosial dan budaya memiliki peran yang sangat strategis di era sekarang ini. Namun, tidak semua pesantren memiliki akses dan kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara optimal.

Sadar akan hal ini, Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) dengan beberapa mitra, NCS salah satunya, menjalankan program 'Pesantren Melek Digital" sebagai bentuk kontribusi nyata dalam memajukan peran Pesantren di Indonesia.

“NCS bersama KOMISI berkeliling ke 12 Pesantren di Pulau Jawa, dari September hingga pertengahan Oktober untuk melakukan edukasi serta sharing knowledge tentang bagaimana pentingnya transformasi digital, sekaligus mendorong pesantren agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan berkontribusi lebih, khususnya dalam pengembangan ekonomi masyarakat”, jelas Reni.

Hal ini juga sejalan dengan Program Kemandirian Pesantren, salah satu program prioritas Kementrian Agama yang telah digulirkan sejak 2021 lalu. Tujuannya adalah mewujudkan Pesantren yang memiliki sumber daya ekonomi yang kuat dan berkelanjutan sehingga dapat menjalankan fungsi Pendidikan, Dakwah, dan Pemberdayaan Masyarakat dengan optimal.

"Kedepannya, NCS juga membuka kesempatan yang sangat luas untuk berkolaborasi bersama Pesantren, salah satunya melalui kerjasama sebagai Mitra Agen NCS. Nantinya pesantren akan berlaku sebagai kepanjangan tangan dari bisnis pengiriman NCS, di mana layanannya selain bisa dinikmati oleh para santri, pengajar hingga karyawan pesantren, juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar pesantren yang ingin melakukan pengiriman," pungkas Reni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Maksimalkan Peluang Wirausaha, Fakultas Bisnis PresUniv Gelar ICFBE 2024 di Dua Kota di Filipina

Maksimalkan Peluang Wirausaha, Fakultas Bisnis PresUniv Gelar ICFBE 2024 di Dua Kota di Filipina

Bisnis | Selasa, 29 Oktober 2024 | 17:13 WIB

Bisnis Berkembang Pesat, Perfect White Apresiasi Mitra Bersama Bryan Domani

Bisnis Berkembang Pesat, Perfect White Apresiasi Mitra Bersama Bryan Domani

Bisnis | Senin, 28 Oktober 2024 | 15:54 WIB

Nasabah PNM Mekaar Berdayakan Nenek-nenek di Bekasi untuk Bisnis Kerupuk Kencur

Nasabah PNM Mekaar Berdayakan Nenek-nenek di Bekasi untuk Bisnis Kerupuk Kencur

Bisnis | Minggu, 27 Oktober 2024 | 14:39 WIB

Terkini

Purbaya Ubah Aturan Restitusi Pajak Usai Duga Ada Kebocoran, Berlaku 1 Mei 2026

Purbaya Ubah Aturan Restitusi Pajak Usai Duga Ada Kebocoran, Berlaku 1 Mei 2026

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 16:47 WIB

Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD

Rupiah Kian Terpuruk ke Level Rp 17.143/USD

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 16:02 WIB

Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?

Utang Rp 1 Juta Tak Masuk SLIK, Solusi Akses KPR atau Ancaman Kredit Macet?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 15:15 WIB

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Dear Pak Prabowo! Utang RI Tembus Rp7.509 Triliun, Bayi Baru Lahir Langsung Menanggung Rp26 Juta

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:50 WIB

Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia

Kapal Tanker China Gagal Tembus Blokade AS di Teluk Persia

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:30 WIB

Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!

Kursi Panas Bos Astra: Sinyal Kuat Rudy Gantikan Djony Bunarto, Saham ASII Langsung Gaspol!

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:26 WIB

Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?

Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 14:00 WIB

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:51 WIB

Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok

Permintaan Melemah, Harga Konsentrat Tembaga dan Emas RI Anjlok

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:41 WIB

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Minyakita Sulit Didapat dan Mahal, Pedagang Kritik Distribusi Bulog

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 13:31 WIB