Kalimantan Jadi Pilihan Lokus Terakhir Untuk Fesbul 2024

Iwan Supriyatna

Kamis, 14 November 2024 | 14:27 WIB
Kalimantan Jadi Pilihan Lokus Terakhir Untuk Fesbul 2024
Ilustrasi film. (Pixabay.com/Geralt)

Suara.com - Setelah melakukan perjalanan ke sembilan lokasi/lokus di seluruh Indonesia, Fesbul (Festival Film Bulanan) akhirnya menutup kegiatan Fesbul 2024: Open Submission di wilayah Kalimantan yang memang jadi titik lokasi alias lokus 10.

Seperti open submission di sembilan lokasi sebelumnya, Fesbul juga akan memilih dua film pendek terbaik sebagai perwakilan dari lokus 10.

Nantinya seluruh total 20 film pendek dari seluruh Indonesia akan kembali dinilai secara ketat oleh Fesbul, sebelum akhirnya menemukan lima film pendek terbaik yang akan diumumkan dalam puncak Perayaan Fesbul 2024, yakni Malam Anugerah Fesbul 2024 pada hari Minggu, 17 November 2024 di Jakarta.

Tentu kesempatan ini jelas tidak bisa dilewatkan begitu saja oleh sineas-sineas asal Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara.

Tak heran selama open submission yang begitu singkat yakni pada 16 - 18 Oktober 2024 kemarin, ada banyak sekali judul-judul film pendek yang masuk dan harus melewati proses penilaian ketat oleh tim Fesbul dan juri yang merupakan ahli-ahli film di kancah nasional atau internasional.

Di lokus 10 sendiri, sebelumnya Fesbul sudah melangsungkan workshop film pendek yakni pada 4 - 6 Oktober yang berlangsung di Samarinda. Ada tiga mentor yang diundang oleh Fesbul yakni John Badalu selaku Program Development Director dari Fesbul untuk pemateri producing, kemudian ada sineas muda Monica Vanesa Tedja untuk materi directing dan Jason Iskandar di bidang scriptwriting.

Sebagai wadah yang mengenalkan film pendek ke masyarakat umum secara lebih luas, Fesbul juga menampilkan screening untuk beberapa film-film pendek berkualitas di hari terakhir workshop.

Tentunya besar harapan Fesbul agar para peserta yang sudah ikut dalam workshop singkat ini, semakin tertarik menggeluti dunia film pendek dan tetap menjadikan film pendek sebagai pondasi utama perfilman.

Sesuai dengan tema besar yang dipilih Fesbul untuk kegiatan workshop mereka tahun ini yakni Passion, Roots, Movement, Fesbul memang berharap kalau melalui acara ini, bisa menemukan lebih banyak lagi talenta-talenta baru soal film pendek di seluruh penjuru Indonesia.

baca juga

Nantinya diharapkan bisa semakin menggerakkan kesadaran soal film pendek yang meskipun genting, justru semakin penting.

Setelah menyelesaikan open submission di sepuluh lokus secara lancar, Fesbul juga menutup bulan Oktober dengan rangkaian Road To Perayaan Fesbul 2024 yang berlangsung di sepuluh kampus, tersebar di enam kota besar seluruh Indonesia.

Kegiatan yang baru sekarang ini digelar oleh Fesbul, pada dasarnya untuk semakin memberi ruang kepada mahasiswa-mahasiswi yang memang gemar membuat propyek film pendek.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dongkrak Industri Film Tanah Air, Fesbul Cari Penerus Usmar Ismail di Sumatera

Dongkrak Industri Film Tanah Air, Fesbul Cari Penerus Usmar Ismail di Sumatera

Bisnis | Kamis, 14 November 2024 | 14:18 WIB

Ulasan Film Forbidden Dream, Kisah Sejarah Dua Pemimpi Hebat Era Joseon

Ulasan Film Forbidden Dream, Kisah Sejarah Dua Pemimpi Hebat Era Joseon

Your Say | Kamis, 14 November 2024 | 13:55 WIB

4 Rekomendasi Film tentang Ibu, Dijamin Bikin Terenyuh

4 Rekomendasi Film tentang Ibu, Dijamin Bikin Terenyuh

Your Say | Kamis, 14 November 2024 | 14:20 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×