Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Cara Berdikari Jaga Stabilitas Harga Daging Demi Ketahanan Pangan Nasional

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 26 November 2024 | 11:38 WIB
Cara Berdikari Jaga Stabilitas Harga Daging Demi Ketahanan Pangan Nasional
PT Berdikari menegaskan perannya sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Suara.com - PT Berdikari menegaskan perannya sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan. Dalam Close Meeting bertema "Intergenerasi Gizi Bangsa dengan Menjamin Stabilitas Harga Daging untuk Menjemput Indonesia Emas 2045" yang berlangsung pada 22 November 2024 di Jakarta.

PT Berdikari kembali menunjukkan dedikasinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan pangan yang efisien dan berkelanjutan.

Sebagai anggota BUMN Pangan dan satu-satunya BUMN Peternakan, PT Berdikari sebagai eksekutor pemerintah mempunyai peran strategis dalam penyediaan pangan seperti ayam, olahan ayam, telur, daging sapi dan daging kerbau impor. PT Berdikari menekankan bahwa menjual komoditas pangan tersebut sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini Badan Pangan Nasional.

Termasuk komoditas daging kerbau impor, “Kami menyediakan daging kerbau impor sesuai dengan harga yang direkomendasikan pemerintah. Masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan daging kerbau tersebut di Toko Gerai Daging Berdikari dan melalui channel online shop.”, terang A.S. Hasbi Al Islahi, General Manager Corporate Secretary PT Berdikari.

Komitmen ini sejalan dengan kebijakan strategis perusahaan untuk menjaga stabilitas harga pangan demi kesejahteraan rakyat.

General Manager Corporate Strategy & Digital Transformation PT Berdikari, Teddy Margamulia, menambahkan bahwa, "PT Berdikari turut andil dalam membantu pemerintah untuk mendistribusikan pangan langsung ke masyarakat di sektor peternakan termasuk komoditas ayam, telur, daging sapi, dan daging kerbau." katanya dikutip Selasa (26/11/2024).

Berdikari juga telah berperan aktif dalam penyaluran bantuan pangan untuk pengentasan stunting di tahun 2024, menjangkau 1,4 juta Keluarga Risiko Stunting (KRS) di tujuh provinsi. Melalui koordinasi dengan Badan Pangan Nasional dan kementerian terkait, PT Berdikari menjalankan kebijakan pemerintah yang melibatkan pengawasan ketat serta evaluasi berkala.

Hal ini dilakukan demi stabilisasi harga dan ketersediaan pangan yang lebih terjangkau oleh masyarakat. PT Berdikari memandang peran ini sebagai bagian dari visi besar menuju Indonesia Emas 2045, di mana ketahanan pangan menjadi salah satu pilar utama dalam mencapai kemandirian bangsa. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, sesuai dengan tujuan besar PT Berdikari pada tahun 2025 untuk “Mewujudkan Swasembada Pangan, Memenuhi Gizi Bangsa”.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Kebutuhan Pokok: Harga Daging Sapi Naik, Minyak Goreng Turun

Update Kebutuhan Pokok: Harga Daging Sapi Naik, Minyak Goreng Turun

Bisnis | Senin, 26 Agustus 2024 | 11:01 WIB

Resensi Buku Hidup Berdikari: Kisah Perjuangan Bocah Penyemir Sepatu

Resensi Buku Hidup Berdikari: Kisah Perjuangan Bocah Penyemir Sepatu

Your Say | Jum'at, 09 Agustus 2024 | 18:45 WIB

Mentan Sebut Kenaikan Harga Daging Anggap Sedekah ke Peternak, Netizen: Cara Pikirnya Kaya Anak SD

Mentan Sebut Kenaikan Harga Daging Anggap Sedekah ke Peternak, Netizen: Cara Pikirnya Kaya Anak SD

News | Rabu, 13 Maret 2024 | 17:45 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB