Pengamat Desak Pemerintah Stop Pembayaran Obligasi Rekap BLBI, Ini Alasannya

Iwan Supriyatna

Senin, 02 Desember 2024 | 12:34 WIB
Pengamat Desak Pemerintah Stop Pembayaran Obligasi Rekap BLBI, Ini Alasannya
Pengamat hukum yang juga pegiat antikorupsi Hardjuno Wiwoho.

Suara.com - Pengamat hukum dan pembangunan, Hardjuno Wiwoho mengeririk keras rencana pemerintah mengambil langkah kontroversial berupa pengurangan subsidi energi dan menaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPn) menjadi 12 persen di tengah proyeksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang mencapai Rp600 triliun.

Menurutnya, salah satu opsi menyelamatkan APBN adalah menghentikan pembayaran obligasi rekapitaliasi yang selama ini membebani anggaran negara.

Hardjuno menegaskan bahwa pembayaran obligasi rekap BLBI kepada bank-bank besar yang kini terbukti sudah meraih keuntungan signifikan merupakan kebijakan yang tidak lagi relevan dan justru merugikan rakyat.

“Setiap tahun, Rp50-70 triliun dari APBN dialokasikan untuk membayar obligasi rekap ini. Sementara itu, rakyat diminta untuk menanggung kenaikan PPn dan subsidi energi dipangkas. Di mana keberpihakan pemerintah?” tegas Hardjuno ditulis Senin (2/12/2024).

Kandidat doktor Hukum dan Pembangunan Universitas Airlangga ini menjelaskan pemerintah harus berani mengambil langkah progresif untuk menghentikan pembayaran obligasi rekap BLBI. Ia menilai bahwa alokasi anggaran ini sudah tidak sesuai dengan prinsip keadilan fiskal.

"Dana sebesar itu lebih baik dialihkan untuk subsidi energi atau program lain yang lebih langsung menyentuh kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Hardjuno menjelaskan, jika pemerintah menghentikan pembayaran obligasi rekap BLBI, maka anggaran sebesar Rp50-70 triliun per tahun bisa digunakan untuk menutup sebagian defisit APBN tanpa harus menaikkan PPn atau mengurangi subsidi energi.

"Langkah ini tidak hanya akan meringankan beban APBN, tetapi juga memberikan kelegaan bagi rakyat yang sudah terbebani oleh kenaikan harga-harga dan inflasi. Naik PPn dapat Rp 100 triliunan tapi harga-harga melambung tinggi daya beli makin tergerus, bandingkan dengan moratorium pembayaran bunga rekap BLBI," katanya.

Hardjuno mengakui bahwa keputusan untuk menghentikan pembayaran obligasi rekap BLBI memerlukan keberanian politik yang besar.

baca juga

Pasalnya, kebijakan ini bisa menimbulkan resistensi dari pihak-pihak yang selama ini diuntungkan oleh pembayaran obligasi rekap.

“Namun, jika pemerintah benar-benar berpihak pada rakyat, ini adalah langkah yang harus diambil. BLBI adalah masa lalu yang sudah selesai, dan beban yang ditimbulkan tidak seharusnya terus menjadi warisan untuk generasi mendatang," ujar Hardjuno.

Ia juga mengingatkan bahwa subsidi energi adalah kebutuhan mendasar bagi rakyat kecil, dan pengurangan subsidi hanya akan memperlebar ketimpangan sosial.

“Jangan sampai pemerintah memilih jalan mudah dengan membebani rakyat melalui kenaikan PPn dan pengurangan subsidi energi, sementara beban berat BLBI tetap dibiarkan,” tandasnya.

Jika pemerintah berani menghentikan pembayaran obligasi rekap BLBI, Hardjuno optimis bahwa langkah ini akan memberikan ruang fiskal yang lebih besar untuk program pembangunan yang pro-rakyat.

"Keputusan ini bukan hanya soal angka, tetapi juga soal keberpihakan pemerintah. Apakah ingin mengutamakan kepentingan rakyat, atau terus tunduk pada warisan kebijakan yang sudah tidak relevan?,” ujarnya dengan nada tanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Lagi-lagi Perkasa Imbas Yield Obligasi AS Anjlok

Rupiah Lagi-lagi Perkasa Imbas Yield Obligasi AS Anjlok

Bisnis | Selasa, 19 November 2024 | 10:05 WIB

Kemenkeu Siapkan Daftar Lokasi Proyek Perumahan Rakyat di Aset BLBI, Mana Saja?

Kemenkeu Siapkan Daftar Lokasi Proyek Perumahan Rakyat di Aset BLBI, Mana Saja?

Bisnis | Jum'at, 08 November 2024 | 11:13 WIB

Waskita Karya Tercekik Utang Rp 82 Triliun: Rating Anjlok, Restrukturisasi Gagal Maning

Waskita Karya Tercekik Utang Rp 82 Triliun: Rating Anjlok, Restrukturisasi Gagal Maning

Bisnis | Selasa, 15 Oktober 2024 | 11:05 WIB

Terkini

12 Ribu Lowongan Kerja Terbuka di Karir Jakarta 2026, Tanpa Sekat KTP dan Ramah Disabilitas

12 Ribu Lowongan Kerja Terbuka di Karir Jakarta 2026, Tanpa Sekat KTP dan Ramah Disabilitas

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:09 WIB

Google dan Unity Siapkan AI untuk Bikin Game Tanpa Perlu Banyak Coding

Google dan Unity Siapkan AI untuk Bikin Game Tanpa Perlu Banyak Coding

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:08 WIB

Kabut Asap Bikin Jarak Pandang 1.000 Meter, Dua Penerbangan Singapura di Bandara Palembang Batal

Kabut Asap Bikin Jarak Pandang 1.000 Meter, Dua Penerbangan Singapura di Bandara Palembang Batal

Sumsel | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Bukan Cuma Kulit, Otot Wajah Kini Jadi Perhatian dalam Perawatan Anti-Aging Wanita Paruh Baya

Bukan Cuma Kulit, Otot Wajah Kini Jadi Perhatian dalam Perawatan Anti-Aging Wanita Paruh Baya

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Antrean BBM Bikin Macet, Pengelola SPBU di Pekanbaru Diminta Atur Kendaraan

Antrean BBM Bikin Macet, Pengelola SPBU di Pekanbaru Diminta Atur Kendaraan

Riau | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Buku Billy and the Hole: Tidak Semua Teman Layak Dituruti

Buku Billy and the Hole: Tidak Semua Teman Layak Dituruti

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Beli Ganja Rp25 Juta Lewat Medsos, Petani Malang Malah Dijemput Polisi

Beli Ganja Rp25 Juta Lewat Medsos, Petani Malang Malah Dijemput Polisi

Jatim | Kamis, 22 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Review Film Secret Zoo: Ketika Bertahan Hidup Menjadi Ajang Pertunjukan

Review Film Secret Zoo: Ketika Bertahan Hidup Menjadi Ajang Pertunjukan

Your Say | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Abaikan Teriakan Penjaga Rel, Pemuda 21 Tahun Tewas Terseret Babaranjang di Bandar Lampung

Abaikan Teriakan Penjaga Rel, Pemuda 21 Tahun Tewas Terseret Babaranjang di Bandar Lampung

Lampung | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:57 WIB

5 Cara Menghilangkan Bau Apek di Lemari Pakaian Tanpa Kamper, Ampuh dan Aman

5 Cara Menghilangkan Bau Apek di Lemari Pakaian Tanpa Kamper, Ampuh dan Aman

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:55 WIB

×