Waskita Karya Tercekik Utang Rp 82 Triliun: Rating Anjlok, Restrukturisasi Gagal Maning

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 15 Oktober 2024 | 11:05 WIB
Waskita Karya Tercekik Utang Rp 82 Triliun: Rating Anjlok, Restrukturisasi Gagal Maning
Lembaga pemeringkat, Pefindo, telah mengukuhkan peringkat WSKT pada level idSD, yang menandakan terjadinya 'selective default'.

Suara.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) kembali menghadapi tantangan finansial. Lembaga pemeringkat, Pefindo, telah mengukuhkan peringkat WSKT pada level idSD, yang menandakan terjadinya 'selective default'.

Kondisi ini berarti Waskita Karya gagal memenuhi sebagian kewajiban finansialnya yang telah jatuh tempo. Data ini dipublikasikan Pefindo pada 11 Oktober 2024 atau beberapa hari lalu.

Menurut Pefindo, meskipun mengalami kesulitan dalam membayar beberapa utang, Waskita Karya masih mampu memenuhi kewajiban lainnya secara tepat waktu.

Status 'selective default' ini tentunya menjadi sorotan bagi investor dan pasar keuangan, mengingat Waskita Karya merupakan salah satu perusahaan konstruksi BUMN terbesar di Indonesia.

Lembaga pemeringkat, Pefindo, telah mengukuhkan peringkat WSKT pada level idSD, yang menandakan terjadinya 'selective default'.
Lembaga pemeringkat, Pefindo, telah mengukuhkan peringkat WSKT pada level idSD, yang menandakan terjadinya 'selective default'. (Dok Pefindo)

Menurut Pefindo, efek utang diberi peringkat idD pada saat gagal bayar, atau gagal bayar atas efek utang terjadi dengan sendirinya pada saat pertama kali timbulnya peristiwa gagal bayar atas efek utang tersebut.

Efek utang dengan peringkat idB mengindikasikan parameter proteksi yang lemah dibandingkan efek utang Indonesia lainnya.

"Kemampuan emiten untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang, dibandingkan emiten Indonesia lainnya, akan sangat mungkin diperlemah oleh memburuknya kondisi bisnis, keuangan atau perekonomian," papar Pefindo dikutip Selasa (15/10/2024).

Meski demikian penetapan peringkat idSD oleh Pefindo kepada Waskita Karya menjadi alarm bagi perusahaan konstruksi pelat merah ini. Status 'selective default' yang disandang Waskita Karya juga mengindikasikan adanya masalah serius dalam pengelolaan keuangan perusahaan.

Kondisi ini berpotensi menghambat akses Waskita Karya terhadap pendanaan baru dan dapat mempengaruhi kepercayaan investor. Ke depan, Waskita Karya perlu melakukan langkah-langkah strategis untuk memperbaiki kinerja keuangannya dan keluar dari situasi sulit ini.

baca juga

Begitu juga dengan kondisi peringkat Obligasi Berkelanjutan (PUB) III Tahap IV di idD karena WSKT belum mendapatkan persetujuan restrukturisasi dari pemegang obligasi tersebut, dan menegaskan peringkat PUB III Tahap II, Tahap III, dan PUB IV Tahap I Perusahaan di idB.

Di sisi lain, Pefindo juga menegaskan peringkat untuk Obligasi III dan Obligasi IV WSKT di idAAA(gg) serta Sukuk Mudharabah I di idAAA(sy)(gg) yang mencerminkan jaminan penuh, tanpa syarat, dan tidak dapat dibatalkan dari Pemerintah Indonesia. Peringkat perusahaan mencerminkan profil keuangan WSKT yang sangat lemah.

"Kami dapat merevisi peringkat menjadi lebih tinggi jika WSKT telah menyelesaikan program restrukturisasi dengan pemegang obligasi serta menunjukkan kemampuannya untuk memenuhi kewajiban keuangannya secara berkelanjutan," kata Pefindo.

Untuk diketahui, total utang Waskita Karya mencapai Rp 82 triliun per kuartal II-2024, berdasarkan laporan keuangan yang belum diaudit. Utang perusahaan tersebut di antaranya mencakup utang terhadap kreditur perbankan sebesar Rp 26,3 triliun dan obligor senilai Rp 4,3 triliun.

Salah satu penyebab perusahaan terlilit utang karena penugasan proyek jalan tol. Waskita Karya sendiri baru saja mendapatkan persetujuan restrukturisasi utang senilai Rp 26,3 triliun dari 21 perbankan. Restrukturisasi ini juga jadi upaya penyehatan keuangan perusahaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rating Melesat, Ini 3 Alasan Drama Korea 'Jeongnyeon' Wajib Ditonton!

Rating Melesat, Ini 3 Alasan Drama Korea 'Jeongnyeon' Wajib Ditonton!

Your Say | Selasa, 15 Oktober 2024 | 08:30 WIB

Rating Drama Korea Jeongnyeon Meningkat Hampir Dua Kali Lipat untuk Episode 2

Rating Drama Korea Jeongnyeon Meningkat Hampir Dua Kali Lipat untuk Episode 2

Your Say | Senin, 14 Oktober 2024 | 16:24 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Melonjak 7% di Agustus 2024

Utang Luar Negeri Indonesia Melonjak 7% di Agustus 2024

Bisnis | Senin, 14 Oktober 2024 | 14:22 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×