Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 6.220,740
LQ45 625,233
Srikehati 305,996
JII 376,405
USD/IDR 17.748

42 Kabupaten Kota Berhasil Tekan Praktik BAB Sembarangan dan Dorong Perilaku Hidup Sehat

Iwan Supriyatna

Rabu, 11 Desember 2024 | 04:16 WIB
42 Kabupaten Kota Berhasil Tekan Praktik BAB Sembarangan dan Dorong Perilaku Hidup Sehat
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) ke 42 Kabupaten Kota.

Suara.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) kepada 42 kabupaten/kota, atas keberhasilan mereka menghentikan praktik buang air besar sembarangan dan mendorong perilaku hidup sehat.

Penghargaan STBM 2024 terdiri atas tiga kategori Paripurna, Madya, dan Pratama. Sebanyak 4 kabupaten/kota paripurna, 15 kabupaten kota/madya dan 23 kabupaten/kota pratama.

Kabupaten Sleman (DIY) dinobatkan sebagai penerima STBM Paripurna terbaik, diikuti Kabupaten Badung (Bali), Kota Metro (Lampung), dan Kota Tangerang (Banten). Untuk kategori STBM Madya, posisi terbaik pertama diraih Kota Surabaya (Jawa Timur). Kota Mojokerto (Jawa Timur) sebagai madya terbaik II dan Kabupaten Sragen (Jawa Tengah) sebagai madya terbaik III.

Kemudian, kategori STBM Pratama, peraih terbaik pertama diraih Kabupaten Sidoarjo (Jawa Timur). Kabupaten Aceh Tamiang (Aceh) sebagai pratama terbaik II dan Kota Palu (Sulawesi Tengah) sebagai pratama terbaik III.

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono, menekankan bahwa keberhasilan STBM hanya dapat dicapai melalui partisipasi aktif masyarakat dalam mengubah perilaku sanitasi.

“Sanitasi yang buruk telah menjadi akar berbagai wabah penyakit sepanjang sejarah, termasuk pandemi Black Death yang menewaskan jutaan orang. Penghargaan ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia mampu menjadi bagian dari solusi dengan memperbaiki kebiasaan sanitasi,” kata Dante dalam acara penghargaan STBM 2024 ditulis Rabu (11/12/2024).

Menurut Dante, program berbasis masyarakat seperti STBM menunjukkan efektivitas pendekatan promotif dan preventif dalam menekan angka penyakit akibat sanitasi buruk. Ia juga mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam mendukung program ini.

“Kesehatan bukan sekadar tugas pemerintah. Kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya sanitasi menjadi fondasi untuk menciptakan Indonesia yang lebih sehat,” tutur Dante.

Dante berharap acara ini dapat menjadi momentum untuk terus meningkatkan kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan kesehatan lingkungan yang lebih baik. Peran serta masyarakat dalam menjaga sanitasi yang baik penting untuk mencegah wabah penyakit.

baca juga

“Kolaborasi adalah kunci untuk menghadapi tantangan sanitasi dan kesehatan lingkungan. Mari bersama-sama menciptakan masa depan Indonesia yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan,” ujar Dante.

Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Anas Ma'ruf, menambahkan, penghargaan STBM dan ke dua penghargaan lainnya POSS dan Pelabuhan serta bandar udara sehat diberikan melalui proses seleksi yang ketat. Tahapannya mencakup verifikasi dokumen, survei lapangan, dan pleno penetapan oleh tim lintas kementerian, lembaga, serta mitra pembangunan.

Karena itu, penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga dorongan bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, serta penyelenggara fasilitas umum dalam berkomitmen menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan.

“Ini adalah langkah strategis dalam menghadapi tantangan global dan menciptakan Indonesia yang lebih sehat," ungkap Anas.

Kementerian Kesehatan memberikan penghargaan program keamanan pangan/olahan siap saji yang diterima 10 kabupaten kota antara lain Rembang (Jawa Tengah), Sleman (DIY), Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur).

Sementara itu, Provinsi Papua Barat mendapatkan penghargaan pembina terbaik Program Keamanan Pangan Olahan Siap Saji (POSS) bsrsama dengan Jawa Tengah, yang juga menerima penghargaan stop buang air besar sembarangan 100%.

Untuk penghargaan bandar udara dan pelabuhan sehat yang dilaksanakan melalui kerjasama Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan tujuan untuk mewujudkan pelabuhan dan bandar udara sehat secara berkelanjutan dengan menciptakan lingkungan bersih, aman, nyaman dan ramah bagi para pengguna jasa transportasi serta mendukung keberlanjutan ekonomi dan sosial guna pengurangan dampak lingkungan negatif dan upaya mencegah potensi risiko penyebaran guna peningkatan kualitas kesehatan dan keselamatan kerja.

Dengan demikian pelabuhan dan bandar udara tidak hanya berfungsi sebagai pusat transportasi tetapi juga sebagai fasilitas yang mendukung pembangunan berkelanjutan masyarakat disekitarnya. Dari 76 peserta yang mengajukan, Penghargaan diberikan kepada 56 Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat yang terdiri dari: 26 bandar udara sehat: Halim Perdanakusuma (Jakarta), I Gusti Ngurah Rai (Bali), Jenderal Ahamad Yani, Adi Soemarmo, Sultan Muh.Kaharuddin, , Zainuddin Abdul Madjid, Minangkabau (Padang), Sultan Iskandar Muda, Sultan Syarif Kasim II, Raja Haji Fisabilillah , Syamsudin Noor, Gusti Sjamsir Alam, , Sultan Aji Muhammad Sulaiman, , Betoambari, Banyuwangi, Radin Inten II, Sultan Mahmud Baharuddin II, Kertajati, Sam Ratulangi (Manado), Pattimura, El Tari dan Mopah (Merauke), H.AS Hanandjoeddin, Kulon Progo DIY, Tanjung Harapan-Tanjung Selor, Djalaluddin (Gorontalo) dan 22 pelabuhan sehat: Pelabuhan Sunda Kelapa, Para Pare, Benoa, Tanjung Emas, Teluk Bayur, Tanjung Balai Karimun, Pontianak, Boom Baru, Tanjung Intan (Cilacap), Pangkal Balam, Terminal Khusus PLTU Pacitan, TUKS Petrokimia Gresik Terminal Khusus PT Bintan Inti Industrial Estate, Terminal Khusus Bandar Bentan Telani Lagoi, PT Rutmin , Palaran, Badak LNG, PT Pupuk Kaltim, PT Indominco Mandiri, PT Kaltim Prima Coal dan Paiton. Selanjutnya untuk pelabuhan perikanan: dan pelabuhan perikanan sehat yang mendapatkan penghargaan antara lain: Pelabuhan perikanan Nizam zachman (Jakarta), Nusantara Prigi (Trenggalek), Samudera Bungus (padang), Nusantara Karangantu (Banten), Samudera Cilacap dan Kejawanan (Cirebon).
Acara ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga pengingat bahwa kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk menghadapi tantangan kesehatan lingkungan dan menciptakan masa depan Indonesia yang lebih sehat dan produktif serta berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gara-gara Anak BAB Sembarangan, Pria di India Serang Ibu dan Bayinya dengan Kapak

Gara-gara Anak BAB Sembarangan, Pria di India Serang Ibu dan Bayinya dengan Kapak

News | Selasa, 03 Desember 2024 | 17:15 WIB

Daftar 8 Minuman Pelancar BAB, Dijamin Langsung Berkhasiat!

Daftar 8 Minuman Pelancar BAB, Dijamin Langsung Berkhasiat!

Lifestyle | Senin, 11 November 2024 | 19:23 WIB

ODF Jateng Ditargetkan Capai 100 Persen Tahun Ini untuk Cegah Kebiasaan BAB Sembarangan

ODF Jateng Ditargetkan Capai 100 Persen Tahun Ini untuk Cegah Kebiasaan BAB Sembarangan

Bisnis | Kamis, 30 Maret 2023 | 08:58 WIB

Terkini

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:54 WIB

Purbaya Rayu Menkeu dan Investor China Beli Panda Bond RI, Dianggap Punya Dana Besar

Purbaya Rayu Menkeu dan Investor China Beli Panda Bond RI, Dianggap Punya Dana Besar

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:48 WIB

Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!

Jeffrey Hendrik Jadi Bos Baru BEI, Core Indonesia: Investor Lebih Peduli Kondisi Ekonomi RI!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:42 WIB

Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce

Tak Boleh Asal, Pedagang Harus Punya NIB Jika Mau Jualan di E-Commerce

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:40 WIB

Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi

Bahlil Buka Peluang Harga Batu Bara PLN Naik, Pengusaha Tambang Jangan Sampai Merugi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:15 WIB

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Sistem PT DSI Belum Teruji, Pelaku Usaha Batu Bara Cemas Jelang Evaluasi Perdana

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:10 WIB

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Harta Karun Ekspor Komoditas RI Rp1.152 Triliun, Danantara Diminta Perkuat Pengawasan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:23 WIB

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

BBM Naik 37%, Motor Listrik Jadi Jalan Keluar? Ini Kata Pelaku Industri

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:12 WIB

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10 WIB

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Pelaku Usaha Wajib Tahu! Cara Mudah Legalkan Dokumen Elektronik

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:07 WIB