1078 KPM dari 4 Kelurahan Terima Bansos PKH dan Sembako di Kecamatan Kasihan Bantul

Iwan Supriyatna | Suara.com

Minggu, 22 Desember 2024 | 19:39 WIB
1078 KPM dari 4 Kelurahan Terima Bansos PKH dan Sembako di Kecamatan Kasihan Bantul
Penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako.

Suara.com - Penyaluran bantuan sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako. Penyaluran ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari kantor pos, pendamping PKH, hingga penerima manfaat, yang semuanya berkontribusi memastikan bantuan tersalurkan secara tepat waktu dan efisien.

Ronny Setiawan, Branch Manager KCP Kasihan, mengungkapkan bahwa penyaluran kali ini mencakup berbagai jenis bantuan, termasuk Program Sembako Triwulan 3 dan 4, serta PKH Triwulan 3 dan 4.
Total bantuan hingga Rp4.200.000 per KPM, tergantung program.

"Untuk penyelurannya langsung semua digabung langsung 4 kelurahan bertempat di Kapal Neowon Kasian dengan total 1078 KPM,” kata Ronni ditulis Minggu (22/12/2024).

Penyaluran yang dilakukan melalui metode komunitas yang bertempat di kantor kelurahan Kasihan Bantul ini berjalan lancar. Dukungan dari pendamping PKH dan tenaga tambahan yang menjadi pekerja harian lepas (PHL) membuat penyaluran Bansos PKH Sembako jadi efektif dan cepat.

“Jadi untuk alurnya itu kita sangat terbantu dari mulai antrian sampai verifikator dan sampai saat penyaluran atau juru fotonya, itu sangat terbantu sekali kami, jadi kami sangat berterima kasih,” ucap Ronni.

Ronni menambahkan pentingnya pembagian waktu dan nomor loket pada undangan kecil untuk menghindari antrean panjang.

“Ya undangannya dari Kantorpos tapi ada undangan kecil yang dari kelurahan. Jadi di undangan kecil itu sudah tercantum namor loket, ada pembagian jamnya, jadi nanti tinggal masuk ke loket masing-masing. Alhamdulillah, penyaluran berjalan lancar tanpa kendala berarti,” Kata Ronni.

Penyaluran Bansos PKH dan Program Sembako Menurut Vita Tri Jayanti, pendamping sosial PKH di Kapanewon Kasihan, peran koordinasi antara Kantorpos dan pendamping di Kapanewon sangat krusial.

Penyaluran bantuan kepada 1.078 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini dirancang dalam waktu singkat setelah adanya pemberitahuan resmi. Tentu koordinasi dan komunikasi yang intens menjadi kunci kolaborasi keduanya.

"Tanggal 16 kami diberi tahu, dan hanya memiliki waktu beberapa hari untuk berkoordinasi hingga pelaksanaan pada tanggal 19 (Desember) di Pendopo Kapanewon Kasihan. Kalau mau di kantor pos kan lokasinya tidak mengungkinkan karena pinggir jalan dan sempit untuk Rp. 1.000 seperti itu. Mau dibikin beberapa hari juga nggak ini, waktunya nggak nyampe. Makanya koordinasi di sini dan ternyata bisa ketika diitung di shift per jamnya itu sekitar Rp. 150 itu bisa. Akhirnya kita putuskan hari ini untuk satu hari dari jam 8 (pagi) sampai dengan jam 3 (sore). Kalau kali ini aplikasinya lancar," jelasnya.

Vita juga menyoroti mekanisme penyaluran yang memanfaatkan aplikasi digital dan melibatkan penghitungan manual untuk memastikan keakuratan jumlah uang yang disalurkan. Tantangan utama adalah membantu lansia yang kesulitan mobilitas dan memastikan uang diterima dengan aman oleh para KPM.

“Kendalanya satu, banyak sekali untuk KPM yang dari kantor pos itu kan Lansia. Jadi kita perlu pelan-pelan mengantar Lansia dari tempat duduk sampai naik ke Pendopo. Dan juga untuk perhitungan uangnya kan manual ya mbak, walaupun sebelumnya sudah kita hitung semuanya. Berapa juta, cuma kan memberikan satu-satunya tetap masih kita hitung lagi. Terus juga sebelum keluar dari area Kapanewon Kasian ini, harus dipastikan uangnya sudah sesuai. Karena kalau sudah keluar dari sini, kami sudah tidak bertanggung jawab. Takutnya (uangnya) jatuh di jalan dan lain sebagainya. Makanya para KPM juga menghitung di situ. Cuma tadi sempat bisa dikondisikan menghitungnya bareng-bareng sama pos. Jadi sama-sama tahu, seperti itu. Paling kendalanya dua itu saja,” tutur Vita.

Sabartinah, salah satu KPM, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima.

"Saya gunakan untuk beli kebutuhan sehari-hari seperti beras, sabun, gula, dan biaya sekolah anak," ungkapnya.

Sabartinah yang sehari-harinya bekerja mengasuh anak, berharap pemerintah tetap memperhatikan warga yang tidak mampu secara ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pos Indonesia Salurkan Bansos ATENSI YAPI untuk Anak Yatim Piatu di Semarang

Pos Indonesia Salurkan Bansos ATENSI YAPI untuk Anak Yatim Piatu di Semarang

Bisnis | Senin, 16 Desember 2024 | 09:07 WIB

1.695 Yapi di Banyuwangi Terima Bansos Antensi dari Kemensos yang Disalurkan PosIND

1.695 Yapi di Banyuwangi Terima Bansos Antensi dari Kemensos yang Disalurkan PosIND

Bisnis | Sabtu, 14 Desember 2024 | 15:42 WIB

Daftar Bansos Cair Desember 2024, Cara Cek Nama Anda Terdaftar!

Daftar Bansos Cair Desember 2024, Cara Cek Nama Anda Terdaftar!

Bisnis | Minggu, 08 Desember 2024 | 12:44 WIB

Terkini

Peluang Kerja Remote Mendunia Terbuka Lewat Sales Hero dan Herika Angie

Peluang Kerja Remote Mendunia Terbuka Lewat Sales Hero dan Herika Angie

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 12:32 WIB

Dikejar Target Ekonomi 6 Persen! Menkeu Purbaya: Jika Gagal, Mungkin Disuruh Mundur!

Dikejar Target Ekonomi 6 Persen! Menkeu Purbaya: Jika Gagal, Mungkin Disuruh Mundur!

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 12:11 WIB

Prabowo ke Investor Jepang: Laporkan Masalah Langsung ke Saya, RI Siap Pangkas Regulasi

Prabowo ke Investor Jepang: Laporkan Masalah Langsung ke Saya, RI Siap Pangkas Regulasi

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:57 WIB

Nuon Maksimalkan Potensi Ekonomi Nasional dengan Mendorong Perkembangan Ekosistem Digital Lifestyle

Nuon Maksimalkan Potensi Ekonomi Nasional dengan Mendorong Perkembangan Ekosistem Digital Lifestyle

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:55 WIB

Bank di Jakarta Bangkrut, OJK Langsung Cabut Izin Usaha

Bank di Jakarta Bangkrut, OJK Langsung Cabut Izin Usaha

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:51 WIB

IHSG Bergerak Fluktuatif, Bos BEI: Itu Wajar

IHSG Bergerak Fluktuatif, Bos BEI: Itu Wajar

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:25 WIB

Harga Pangan Nasional Pascalebaran: Cabai dan Bawang Kompak Turun

Harga Pangan Nasional Pascalebaran: Cabai dan Bawang Kompak Turun

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:14 WIB

Beredar Jadi Dirut BEI Periode 2026-2030, Jeffrey Hendrik Siap Kirim Surat Lamaran ke OJK

Beredar Jadi Dirut BEI Periode 2026-2030, Jeffrey Hendrik Siap Kirim Surat Lamaran ke OJK

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:00 WIB

Prabowo Tawarkan Danantara ke Investor Jepang, Jaminan Aman Investasi di Indonesia

Prabowo Tawarkan Danantara ke Investor Jepang, Jaminan Aman Investasi di Indonesia

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:47 WIB

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.995

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.995

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:47 WIB