Terkuak! Alasan di Balik Keputusan Mengejutkan BI Turunkan Suku Bunga

M. Reza Sulaiman

Minggu, 19 Januari 2025 | 11:59 WIB
Terkuak! Alasan di Balik Keputusan Mengejutkan BI Turunkan Suku Bunga
Ilustrasi logo Bank Indonesia. [Antara]

Suara.com - Bank Indonesia (BI) kembali mengejutkan pasar dengan mengurangi suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate (BI Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Keputusan ini dihasilkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI. Selain itu, suku bunga lending facility juga turun sebesar 25 bps menjadi 6,5 persen, sedangkan suku bunga deposit facility turun 25 bps ke level 5 persen.

Langkah ini menuai beragam reaksi dari para pelaku pasar dan ekonom internasional karena sebagian besar prediksi sebelumnya memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga di level 6 persen. Penyebab BI rate turun pun menjadi perbincangan hangat.  

Penyebab BI Rate Turun  

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan bahwa penurunan suku bunga acuan ini didasarkan pada sejumlah faktor global dan domestik serta data ekonomi akhir tahun. Perry menyebut keputusan ini sesuai dengan pandangan BI yang menyeimbangkan stabilitas ekonomi dan pertumbuhan.  

Dari sisi global, Perry menyoroti dinamika kebijakan Amerika Serikat setelah terpilihnya Donald Trump sebagai presiden serta arah kebijakan Federal Reserve terkait Fed Fund Rate (FFR). Sementara itu, di dalam negeri, inflasi yang rendah menjadi alasan utama penurunan BI Rate. Inflasi yang stabil memberikan ruang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga tanpa risiko besar.  

Perry juga menegaskan bahwa nilai tukar rupiah tetap stabil dan sesuai dengan fundamental ekonominya. Selain itu, survei ekonomi BI menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah pada tahun ini, terlihat sejak kuartal IV-2024. Faktor-faktor ini menjadi penyebab utama mengapa BI Rate turun ke level 5,75 persen.

Dampak Kebijakan terhadap Ekonomi Domestik  

1. Daya Beli Masyarakat  

Penurunan BI Rate diprediksi meningkatkan daya beli masyarakat. Peneliti BRIN, Ragimun, menyebut peningkatan daya beli sebesar 2-3 persen sudah cukup signifikan. Bunga kredit yang lebih rendah akan memudahkan masyarakat mengakses pembiayaan untuk konsumsi atau usaha.  

baca juga

2. Pertumbuhan Kredit Perbankan  

Pengamat perbankan Arianto Muditomo menyatakan kebijakan ini dapat mendorong pertumbuhan kredit, terutama kredit konsumsi seperti KPR dan kredit kendaraan bermotor. Namun, ia mengingatkan pentingnya pengelolaan risiko kredit di tengah ketidakpastian ekonomi global.  

3. Investasi dan Lapangan Kerja  

Penurunan suku bunga juga diharapkan memacu investasi pengusaha. Dengan biaya pinjaman yang lebih rendah, peluang penciptaan lapangan kerja baru semakin besar, meskipun dampaknya bergantung pada sentimen pasar.  

Penurunan BI Rate turun menjadi 5,75 persen adalah strategi penting untuk mendorong permintaan domestik di tengah tantangan ekonomi. Perry Warjiyo menekankan pentingnya menjaga inflasi rendah dan nilai tukar stabil sembari terus mendukung pertumbuhan.  

Namun, ekonom dan pelaku pasar mengingatkan adanya risiko depresiasi rupiah serta ketidakpastian global yang masih berpotensi mempengaruhi efektivitas kebijakan ini. Respons pasar domestik dan stabilitas ekonomi global akan menjadi kunci keberhasilan langkah ini. Jika berhasil, penyebab BI Rate turun ini dapat menciptakan momentum pertumbuhan yang signifikan bagi ekonomi Indonesia pada tahun 2025.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Proyeksi Kinerja Lapangan Usaha Makin Moncer pada Tahun 2025

BI Proyeksi Kinerja Lapangan Usaha Makin Moncer pada Tahun 2025

Bisnis | Jum'at, 17 Januari 2025 | 15:57 WIB

Survei BI: Kegiatan Dunia Usaha Melemah di Kuartal IV 2024

Survei BI: Kegiatan Dunia Usaha Melemah di Kuartal IV 2024

Bisnis | Jum'at, 17 Januari 2025 | 11:19 WIB

Utang Pemerintah Bengkak Jadi Rp 3.323 Triliun

Utang Pemerintah Bengkak Jadi Rp 3.323 Triliun

Bisnis | Kamis, 16 Januari 2025 | 15:53 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×