Harga Cabai Melonjak Pada Awal Tahun 2025, Ini Penyebabnya

M Nurhadi Suara.Com
Minggu, 19 Januari 2025 | 15:27 WIB
Harga Cabai Melonjak Pada Awal Tahun 2025, Ini Penyebabnya
Arsip-Pedagang menjual cabai yang mengalami kenaikan harga signifikan di Pasar Beringharjo. [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

Suara.com - Awal tahun 2025 harga komoditas cabai makin melonjak. Harga cabai terkini di Jakarta sempat mencapai Rp120.000 – Rp150.000 per kg. Penyebab harga cabai melonjak antara lain disebabkan oleh kendala distribusi. Namun, harga cabai ini tetap bervariasi di sejumlah daerah.

Di Jawa Timur, Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Pangan mencatat harga cabai rawit per Jumat (17/01/2025) adalah Rp75.567 per kilogram. Situs yang sama untuk Kabupaten Sleman menyebut harga cabai rawit Rp90.000 per kg. Di Kabupaten Bogor harga cabai masih tembus Rp110.000 per kg.

Direktur Jenderal Hortikultura Muhammad Taufik Ratule menegaskan bahwa kebutuhan cabai rawit merah nasional sebanyak 1,17 juta ton per tahun sebenarnya sudah terpenuhi dengan produksi yang mencapai 2 juta ton. Namun, tingginya harga cabai lebih disebabkan oleh kendala distribusi, terutama di tengah musim hujan.

"Jadi hanya memang distribusinya, dan tidak semua wilayah memproduksi sehingga perlu ada pengiriman logistik dari wilayah lain. Tetapi secara nasional itu cukup. Jadi di distribusi, apa lagi hujan begini kan, banyak yang distribusi menjadi masalah," beber Taufik.

Taufik juga menambahkan bahwa ada beberapa wilayah pertanian cabai yang terdampak banjir, meskipun jumlahnya tidak signifikan. Ke depan, ia optimistis pasokan cabai akan kembali stabil dengan adanya panen dari berbagai daerah seperti Sumatera dan Sulawesi.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan  harga cabai di tingkat petani sebelumnya anjlok hingga hanya Rp3.000 per kilogram akibat pasokan melimpah. "Tiga minggu lalu kan hancur harganya, sampai Rp 3.000, biarlah petani bernapas, kasihan petani," ujar Amran di Kementerian Pertanian, seperti dikutip belum lama ini.

Menurut Amran, lonjakan harga cabai kali ini lebih disebabkan oleh faktor cuaca, terutama curah hujan yang tinggi, yang menghambat distribusi. Meskipun demikian, ia memastikan bahwa produksi cabai nasional tetap mencukupi kebutuhan masyarakat. "Karena pengaruh curah hujan yang tinggi. Produksinya cukup ya, karena distribusinya," kata dia.

Hingga kini harga cabai masih terbilang fluktuatif. Namun, pemerintah tetap berusaha membuat harga kebutuhan pokok masyarakat ini stabil.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Baca Juga: Santri dihukum dengan cabai di Aceh: Karena pola pikir lama yang masih melanggengkan kekerasan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI